Pak Dwi dan Pak Awang, nah cocok juga ulasan tersebut, itu yang saya tunggu-tunggu, karena saya sendiri juga senang dan mengumpulkan beberapa Legenda, Cerita Rakyat, dan Sosial Budaya yang tumbuh karena kondisi alam kebumiannnya (termasuk fenomena kegeologian suatu wilayah). Setiap wilayah pasti mempunyai keunikan geologi tersendiri dan juga keunikan Budaya-nya. Dalam terminologi ilmiah geosain sering disebut sebagai : Geo-culture dan Geo-mythology (Geo-mitologi). Bahkan USGS juga BGS (British), dan Badan Geologi New Zealand (dari literatur yang saya baca), menunjukkan bahwa relevansi antara culture dan mythos /legenda / cerita rakyat suatu wilayah dengan kejadian geologi, jika dikemas akan menjadi unsur intrinsik suatu daya tarik wilayah tersebut, dan parameter tersebut juga dikembangkan untuk penilaian : geotourism development. hal ini juga berkembang pesat di geosantis di Malaysia. Akhirnya menjadi unsur parameter pengembangan Geological Heritage.
Saya pribadi, pengin kuliah di Teknik Geologi tahun 1999 dulu, gara-gara kemah ilmiah di Bledug Kuwu bulan Agustus 1998 di Wirosari. Saya dan teman-teman SMA di Kudus, mencari berbagai data legenda dan cerita tentang Bleduk Kuwu,yaitu ki Naga Baru Klinting dari Kerajaan Medang Kamulyan (nama ini menjadi salah satu desa di selatan Bledug Kuwu). Naga tersebut diperintah oleh Ratu Medang Kamulyan untuk melawan Buaya Laut Kidul (Ki Dewata Cengkar, bukan Buaya Darat.....). Saat trip dari Medang Kamulyan (di Purwodadi) ke Pantai Selatan Bantul), Naga tersebut lewat Darat (termasuk lewat bengawan solo dan sungai Opak). Buaya ki Dewata Cengkar kalah oleh naga. Nah, naga tersebut pulang ke Purwodadi lewat zona bawah tanah. Dalam perjalanannya lewat underground zone tersebut dia diikuti air laut (karena melobangi bumi Jawa dari arah selatan). Setelah merasa cukup jauh, dia muncul ke permukaan, (tapi belum sampai juga), lalu masuk bumi dan muncul lagi dst, sampai di Bledug Kuwu kemudian dia bertapa. Nah, lubang-lubang pemunculan Naga tadi, sekarang ini muncul Lumpur-lumpur yang banyak mengandung air garam, di wilayah Purwodadi dan sekitarnya (kurang lebih ada 8 - 14 titik gundukan lumpur-lumpur tadi di sekitar Bleduk Kuwu, yang Besar itu). Pada Agustus 1998, saya dan teman-teman, mengukur suhu Bledug Kuwu, kayak pemberani itu, tahu-tahu terperosok sampai 80 cm. Pengalaman itu, yang kemudian, saya tanya-tanya, bahwa ini bisa dipelajari pada ilmu apa? Akhirnya ketemu di Teknik Geologi UGM. Selama kuliah dan kerja di Geologi itulah, saya sering kluyuran di wilayah Purwodadi - Randublatung - Blora - Bojonegoro - Gunung Pegat - Sekarkorong - Paciran, untuk melihat fenomena geologi (api abadi, gunung lumpur, bukit karst, gua karst, rembesan minyak dll) dan terakhir di sumur BJP-1 dengan pak Awang (pada akhir Januari 2006) dan di Luberan LUSI di sekitar BJP-1 dengan pak Rudi Rubiandini (pada pertengahan Juni 2006 lalu). Nah.., jika cerita/ legenda-legenda yang relevan dengan fenomena geologi, bisa ditulis bersama-sama oleh kawan-kawan Geologist (IAGI atau yang lain), sungguh RUARRR BIASA keragaman "Budaya dan Geo-diversity di Indonesia" Sehingga akan menambah khasanah cerita yang berbobot budaya sendiri bagi generasi muda, yang selama ini dibanjiri : model ndora emon..dan cerita komikus Jepang itu. Ada cerita Erupsi Bromo dan Roro An"teng" - Joko Se"ger" (Gunungapi Tengger). Ada Tangkuban Perahu dan Dayang Sumbi; ada Eyang Sapu Jagad dan Erupsi Merapi; ada Timur Emas dan Lautan Lumpur; dll, termasuk legenda dari Danau Toba, Ngarai Sihanok , Danau Maninjau, Danau Singkarak, dan masih banyak lagi. Jadi, dicari : Eksplorasi Geo-Culture dan Eksplorasi Geo-Mythology untuk Publikasi IAGI di masa yang akan datang. Bagaimana nanti kita buku-kan dan diterbitkan oleh IAGI, pak Awang, mas Budi Brahmantyo (GL-ITB) bisa banyak cerita nih...., hehe... Kutipan dari Ramalan Joyoboyo (saya nemu sebagian bukunya di kios loak) "ana wong ageng muncul, satengahing gunung Kendeng angrasuk busana ireng, ambiyantu sing dirubung thuyul nggereng, pandhita iku ajejeluk candra siji Jawa" Kira-kira ditafsir apa : "LUSI tersebut banyak Tuyulnya, ntar ada orang agung dari wilayah Kendeng (Jawa Timur) yang bisa "mengatasi itu", berarti ada Keputusan Politik dari Tokoh-tokoh yang disegani yang lahir dari Jawa Timur, SBY-kah harus turun tangan...? Embuh.... Apakah Eruspi LUSI pernah diramalkan Joyoboyo, dan Sumur BJP-1 berada di Situs Kerajaan Jenggala? Ratusan Paranormal bertapa untuk "menjinakkan LUSI" kemarin, sebetulnya peringatan bahwa itu tidak mudah; karena ini sudah suratan takdir. Mohon maaf, biar ndak tegang dengan diskusi yang berat-berat...., diisi yang ringan-ringan saja... Salam, Agus Hendratno --- Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak Dwi, > > Timun Emas adalah cerita rakyat yang jadi Legenda. > Setiap kelompok > masyarakat di Indonesia sejak dulu memiliki legenda > daerahnya > masing-masing. Sebutlah "Sangkuriang dan Dayang > Sumbi" di Jawa Barat. > Kisahnya sangat lekat dengan fenomena alam Gunung > Tangkuban Perahu dan > Danau Bandung (dulu Bandung adalah danau). > > Saya pikir, rakyat pada zaman Jenggala dan Kediri > pun punya fenomena > alam gunung lumpur yang sekarang sedang bererupsi di > Banjar Panji. > Rakyat pada abad2 itu pasti melihat sebuah fenomena > semacam yang terjadi > di Banjar Panji sekarang. Mengapa saya berpendapat > begitu ? Karena, di > sekitar Banjar Panji sekarang ditemukan beberapa > gununglumpur lama, > sebagian masih keluar gas metan dan endapan garamnya > sesekali. Dan, > danau lumpur adalah sebuah kaldera gunung lumpur. > > Maka, kelihatannya kisah Timun Emas dirajut > masyarakat Jenggala dan > Kediri setelah melihat kaldera dan gunung lumpur di > sekitarnya. > > Bledug Kuwu, di selatan dukuh Kuwu, selatan > Purwodadi juga punya > asal-usulnya sendiri menurut cerita rakyat. > Dikatakan, Bledug Kuwu > adalah lubang jalan/terowongan tempat seekor naga > dari Laut Kidul keluar > masuk. Mengapa Laut Selatan ? Karena, air lumpur di > Bledug Kuwu asin, > dan asap Bledug Kuwu adalah hembusan nafas sang > Naga. Konon katanya > begitu. > > Setiap legenda rakyat berharga untuk dicermati dalam > hubungannya ke > fenonema alam. Saat fenomena Danau Bandung > diselidiki, para ahli geologi > zaman Belanda saat itu pun meneliti legenda > Sangkuriang, termasuk sang > begawan van Bemmelen. > > Salam, > awang > > -----Original Message----- > From: Dwiyatno Rumlan > [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, September 21, 2006 8:02 AM > To: [email protected] > Subject: [iagi-net-l] Timun Emas dan LUSI > > Saya mengenal tentang istilah danau lumpur in > pertama kali dari cerita > dongeng Gadis Timun emas yang saya dengar sekitar > tahun 1973. Dimana > diceritakan, setelah tiba saatnya, raksasa buto ijo > menagih janji ke > Mbok > Janda Ndadapan bahwa sang Timun Emas remaja harus > diserahkan ke Buto ijo > untuk dimaem. Sang janda tidak tega, malam sebelum > hari H, Timus emas > disuruh pergi dengan dibekali empat items, pertama > timun, kedua duri, > ketiga > garam dan keempat adalah terasi, dengan pesan, bila > mana Buto Ijo hampir > berhasil mengejar Timun Emas, Timun emas harus > melemparkan bekalnya satu > persatu. > > Benar, saat hari H, Buto Ijo dengan pakaian > terbaiknya menghadap sang > janda, > menagih janji agar Timun Emas diserahkan, namun > dengan sangat menyesal > dikatakan bahwa timun emas sudah pergi ngabur dari > rumah. Raksasa Buto > ijo > marah, dan mengejar Timun Emas. Kejar-kejaran > terjadi dalam kurun yang > cukup > lama, karena Timun Emas kecil , Buto Ijo besar, > Timun Emas tersusul, > ingat > pesan sang janda, Timun emas melemparkan mentimun, > dan ajaib setelah > dilemparkan, sebiji mentimun tadi menjadi ladang > mentimun yang sangat > luas > membentang antara Timun Emas dan Buto Ijo. Buto ijo > karena kehausan, > dengan > senang hati dia makan mentimun sepuasnya sehingga > lupa mengejar Timun > Emas. > Setelah bosan dengan mentimun, Buto Ijo ingat lagi > akan Timus Emas. > Kembali > dia berlari .... bla .... bla..... bla .... makin > dekat lagi, sang Timun > Emas melemparkan duri, dan menjadi hutan bambu > berduri membatasi Buto > Ijo > dan Timun Emas. Namun Buto Ijo bisa melewati > rintangan itu .... dan > berlari > lagi ..... setlah dekat lagi, Timun Emas > melemparkan garam dan menjadi > danau air membentang diantara Buto Ijo dan Timun > Emas. Buto Ijo berenang > dan > berhasil menyeberangi danau. Begitu sudah hampir > terkejar lagi, Timun > Emas > melepaskan senjata terakhirnya, yaitu terasi, dan > ajaibnya terasi ini > menjelma menjadi danau lumpur yang sangat luas > sekali, memisahkan dia > dan > Buto Ijo. Sang Buto masih berusaha menyeberanginya, > namun tidak berhasil > dan > akhirnya Buto Ijo meninggal tenggelam dalam telaga > lumpur. Sementara, > sang > Timun Emas yang sesungguhnya adalah Dewi Sekartaji, > bertemu dengan > pujaan > hatinya, Panji Asmara Bangun. > > Lantas, apa hubunganya ini semua dengan semburan > LUSI ?! Saya tidak > mengerti, hanya bahwa:1. LUSI adalah juga telaga > lumpur dan diakhir > cerita, > sang Buto Ijo juga meninggal tenggelam dalam telaga > lumpur, 2. juga > kekasih > hatinya Timun emas (Dewi Sekartaji) adalah Panji > Asmara Bangun dan sumur > lapindo namanya Banjar Panji-1 (ada > nyrempet-nyrempet Panji-nya), 3. > juga > cerita Timun Emas ini terjadi di jaman kerajaan > Jenggala, yang juga > menurut > sejarah, katanya Pusat Kerajaan Jenggala itu ada > disekitar Sumur Banjar > Panji-1. > > Saya hanya bercerita, tidak bermaksud untuk menarik > persoalan sangat2 > serius > ini ke arena Klenik. Lebih kurangnya, mohon maaf > ..... > > Dwiyatno R > > ----- Original Message ----- > From: "Awang Harun Satyana" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Wednesday, September 20, 2006 12:41 PM > Subject: [iagi-net-l] Ulasan LUSI Berdasarkan Jurnal > Ilmiah Luar Negeri > > > Coba kita tengok bagaimana jurnal-jurnal ilmiah luar > negeri mengulas > LUSI > ini. Saya mengamati beberapa, dan ternyata semua > sama yaitu bahwa mereka > hanya sepakat bahwa Lusi adalah "mud volcano > eruption" Apa penyebab > erupsinya ? Gempakah, pengeboran Lapindokah ? Tak > tahu. Besar > kemungkinan > dua-duanya. Sebuah jurnal menyebutkan juga gejala > geotermal. Di bawah > ini > adalah salah satunya. > > Salam, > Awang > > > Mud volcano floods Java > > > Disaster-plagued Indonesian island faces new threat. > > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

