Pak Luthfi dan Pak Awang,
Jangankan menangani LuSi yang merupakan problem besar, pelik dan kompleks; lha 
menangani kesemrawutan lalu-lintas saja (menurut saya) Pemerintah sudah tidak 
punya kewibawaan. Sudah berkali-kali ganti Menteri Perhubungan tetapi kok tidak 
ada satu pun yang bisa memerintahkan aparat Dishup/ DLLAJ atau Polantas untuk 
bertindak tegas. Saya gemas setiap hari menyaksikan mini bus dll pada berhenti 
menunggu penumpang di tikungan atau perempatan (yang sudah ada tanda larangan 
berhenti). Mereka ini tidak memperhatikan bunyi klakson mobil-2 di belakangnya. 
Bukankah (keadaan) lalu lintas merupakan cermin budaya bangsa?

Lebih penting mana antara 9000-an jiwa manusia (yang sudah sangat menderita 
lebih dari 100 hari) dibanding dengan "biota laut" atau "kebersihan" air kali 
Porong? 
Cerita kawan di Gresik, psikolog yang selama ini diperbantukan menangani para 
pengunsi: Selain problem sosial, sanitasi, air bersih, makanan, kesehatan, 
ternyata masih ada problem suami-istri (para pengungsi)yang tidak kalah 
rumitnya (dan tidak pernah diajarkan waktu kuliah di fakultas Psikologi).
Semoga dalam waktu dekat segera ada tindakan berani untuk menyelamatkan jiwa 
manusia.
Wassalam,
sugeng




-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Fri 9/22/2006 3:23 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Status Bahaya Lumpur
 
Tepat seperti yang ditulis Pak Luthfi : 

"Penanganan LuSi oleh para menteri atau pejabat tinggi Negara merupakan
miniatur atau layer perak atau panggung dari pemerintah dalam
menangani/mengatur Negara ini, kalo menangani LuSi aja semrawut maka gak
heran kalo Negara kita carut-marut. Ini akibat yang mengerti tidak
berwenang dan yang berwenang tidak mengerti akar permasalahannya."

Kalau sudah dinaikkan ke status BAHAYA, sesuai pernyataan Pak Rachmat
Witoelar, boleh dong LUSI digelontorkan ke laut.

Salam, 
awang

-----Original Message-----
From: Ismail Zaini [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, September 22, 2006 10:22 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Status Bahaya Lumpur

Pagi ini di berita di MetroTV , DPR menyatakan status Lumpur Panas
menjdi 
"Status Bahaya," dari sebelumnya "Status Darurat"
Ternyata  Lumpur ini sudah masuk wilayah Politik , DPR sebagai lembaga 
politik sudah mengeluarkan pernyataan yang sebetulnya wilayahnya
Eksekutif 
( Pemerintah yg harus mengeluarkan pernyatan tsb ), atau mungkin kok 
pemerintah tenang tenang saja , atau mungkin Pemerintah baru berani 
menyatakan Bahaya kalau DPR sudah menyatakan.......
Jangan jangan nanti untuk yang lain misalnya status dari Gn.Api
misalnya 
DPR juga perlu menyatakan Statusnya , misal Satus Siaga , Waspada ..... 
dst.(  padahal untuk menentukan status status tersebut bukan atas
analisa 
politik tapi semata atas analisa Teknis)

ISM



---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


Kirim email ke