> Yang-Kung, > Kalau ingsun koq melihatnya sebagai kesebandingan dg teknik "grouting" > yang sering dilakukan oleh temen-temen di Geologi Teknik untuk > mengurangi kemungkinan bocoran fluida akibat retakan-retakan dangkal > disekitar suatu konstruksi teknik (koq mendadak aku kelingan almarhum > mbah Roso dan pak Harto Tjojudo). > Rasanya koq saya masih cenderung "menafsirkan" kalau mud flow tersebut > berasal dari vent-vent yang terbentuk oleh (paling tidak: dipicu) fault
> pattern yang ada disekitar sumur tersebut. > Lha kalau upaya penyebaran / pemasangan cap dari polymer ini bisa > dilakukan disekitar vent2 tersebut (lewat multi lateral well > dikombinasikan dengan hydraulic fracturing, mungkin sebelumnya musti > dipompakan terlebih dahulu LCM sebanyak mungkin, kan fracture-nya sudah > menjadi conduit sekarang), rasanya terbuka kemungkinan untuk melakukan > penuutupan flow fluida tersebut, ini dengan catatan si polymer cukup > kuat untuk menahan tekanan dari bawah. Ini bedanya dg grouting dimana > tekanan hidrosatis relative rendah karena kedalamannya yang dangkal. > Metode ini mungkin lebih realistis disbanding upaya untuk menyuntikkan > killing mud ke problematic hole nya yang entah berada dimana (kalau > asumsi hole-nya "lari" 1 derajat saja, dengan panjang openhole section > 6000', maka kita sudah punya uncertainty selebar 100' kan?). > Lha sekarang tinggal dipetakan yang detail pola patahan dan potential > derivative fracture patternnya untuk menentukan optimum lateral > direction-nya. ______________________________________________________________________ Bang Justru si Abah ingin tahu apakah dengan data yang ada sekarang cara penanganan dengan polymer ini dapat dilaksanakan ? Atau apakah sebelum menyuntikan polymer ada pre - requisite adanya data tambahan? Yang - Kung Apakah dapat mendongengkan sedikit prinsip dasar berdasarkan data (seperti apa) dan bagaimana prinsip operasional - nya ? ___________________________________________________________________________ Si - Abah Bang > Cuma, aku koq ndak yakin kalau cost-nya bisa dibawah $ 1/2 MM. > Cuma aku setuju dg pak Untung, seyogyanya kalau ada presentasi teknis > tingkat tinggi ini, mbok ya-o asosiasi yang terkait diberi tahu, > syukur-syukur yen diundang juga. > > Mugo-mugo ingsun gak kuwalat. > Salam, > Bambang > > > -----Original Message----- > From: basuki puspoputro [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Monday, October 30, 2006 7:44 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Ilmuwan Rusia Tawarkan Solusi Hentikan Lumpur > > Pak Untung, > > Sewaktu lebaran kemarin saya ngobrol dengan seorang sahabat yang > termasuk Petinggi sekaligus ilmuwan yang terlibat langsung menangani > masalah usulan kamerad ini. Beliau kelihatannya cool dan professional > dalam mengkaji tawaran tersebut. > Mudah-mudahan tidak ada perintah sakti yang membuat segala penalaran > remuk hancur dan larut dalam kubangan lumpur kekuasaan. > > Mohon maaf atas segala kesalahan > Salam, > Yangkung > > untungm <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Memang usulan ilmuwan Rusia ini berbeda dengan yang selama ini dianut > oleh > teman-teman perminyakan. Tentu usulan ini belum tentu benar. Kita harus > hati-hati menanggapinya. Masih harus di elaborasikan lebih mendalam. > Kalau > usulan ini di presentasikan di hadapan pejabat tinggi, hendaknya > diikutsertakan para ahli kita(perminyakan, geologist, mining engineer) > yang > sesuai. Menurut harian KOMPAS hari ini (27/10) "Lumpur Usai Desember". > Kalau > kita sudah yakin bahwa "statement" ini akan nyata, kita tidak boleh > terpengaruh akan pikiran solusi yang lain. > M. Untung > ----- Original Message ----- > From: "Franciscus B Sinartio" > To: > Sent: Thursday, October 26, 2006 1:18 PM > Subject: Re: [iagi-net-l] Ilmuwan Rusia Tawarkan Solusi Hentikan Lumpur > > >> mudah2an ramah lingkungan, dan tidak menjadi seal dari reservoir yang >> lain. >> >> fbs >> >> >> ----- Original Message ---- >> From: M. Nur Heriawan >> To: [email protected] >> Sent: Thursday, October 26, 2006 12:11:29 PM >> Subject: [iagi-net-l] Ilmuwan Rusia Tawarkan Solusi Hentikan Lumpur >> >> >> Saya kopikan berita dari kompas online hari ini. >> Metode yang diusulkan cukup unik. Biaya proyeknya 1/2 >> juta US$, kalau berhasil. Kita lihat saja apakah Mr. >> Pavel ini akan mampu menghentikan kegenitan si Lusi. >> >> Maaf kalau ada x-posting atau bagi yang sudah baca. >> >> --------------------------------------------------- >> Ilmuwan Rusia Tawarkan Solusi Hentikan Lumpur >> >> JAKARTA, KOMPAS - Pavel V Korol (49), ilmuwan dan >> praktisi pertambangan asal Rusia, telah mengajukan >> proposal ke sejumlah kementerian di Indonesia untuk >> menghentikan semburan air dan lumpur di Sidoarjo, Jawa >> Timur. >> >> Pavel, Minggu malam lalu di Jakarta menegaskan, 90 >> persen risiko akan ditanggungnya. Pemerintah Indonesia >> tidak perlu membayarnya jika teknologi yang ditawarkan >> itu gagal mematikan semburan lumpur yang telah >> menenggelamkan empat desa, dan mengakibatkan sekitar >> 12.000 jiwa harus mengungsi itu. >> >> "Terus-terang sekarang ini persoalannya seperti >> persoalan politik bukan? Kalau tidak diambil sampai >> kapan masyarakat di sana akan terus menderita? Karena >> itu saya mengajukan proposal ini. No cure no pay! >> (kalau tidak selesai masalahnya tidak perlu bayar)," >> kata Pavel menegaskan kepada Kompas bahwa ia sangat >> serius dengan tawaran teknologinya. >> >> Ia didampingi Duta Besar Indonesia untuk Rusia, >> Susanto Pudjomartono, dan Irzal Chaniago, Presiden >> Asosisasi Teknologi Adiguna Rusia-Indonesia (Astari). >> Secara khusus, Pavel juga sudah meninjau sejumlah >> lokasi semburan lumpur di Sidoarjo pekan lalu. >> >> Tiga teori >> >> Ia menjelaskan tiga hal mendasar dari teknologi yang >> ditawarkannya. Pertama ia tidak sependapat bahwa >> kejadian semburan lumpur di Sidoarjo sebagai bagian >> dari aktivitas gunung lumpur atau mud volcano yang >> umumnya diterima publik. >> >> Karena itu, semburan lumpur itu masih mungkin >> dikendalikan, dan dimatikan alirannya. Masalah seperti >> itu, adalah kajadian atau kasus yang tidak luar biasa. >> >> >> "Tetapi kalau terus dibiarkan, sudah jelas risikonya, >> yaitu makin banyak orang menderita, dan mungkin ia >> akan menjadi mud vulcano," kata Pavel. >> >> Kedua, teknologi yang ditawarkannya adalah gabungan >> penggunanaan tekanan yang sangat besar (sekiar 1.000 >> atmosphere/ATM), dan teknologi "selubung payung". Jika >> selama ini teknologi tekanan besar digunakan justru >> untuk "memompa" kandungan bumi seperti minyak dan gas, >> tekanan udara yang digunakannya justru untuk >> menghentikan semburan air dan lumpur tadi ke atas. >> >> Sedangkan yang dimaksud selubung payung (dia >> menyebutnya teknologi umbrella), adalah >> lapisan-lapisan selubung dari bahan polimer pada >> radius tertentu mengelilingi atau di sekitar >> lubang-lubang semburan lumpur. Zat polimer, diketahui >> merupakan "adonan" yang akan berubah menjadi keras >> menyerupai karet pada saat kering. Tentu saja, >> "lapisan" atau "konstruksi" payung itu letaknya di >> kedalaman tertentu, sekitar 3.000 kaki. >> >> Kalau aliran lumpur tidak tertutup juga, maka akan >> dibuat payung kedua, ketiga, dan seterusnya pada >> kedalaman dan lokasi berbeda. Tujuannya untuk menutup >> rekahan-rekahan batuan/lapisan tanah yang sudah >> menjadi aliran lumpur atau yang belum jadi "jalan" >> aliran lumpur. >> >> Langkah pembuatan payung dimulai dengan membuat >> jendela (bukaan) masing-masing 3.000 kaki, mengebor >> lajur tepi (sidetrack), hingga 3.500 kaki, memasang >> cashing, masing-masing 3.500 kaki, mengebor bagian >> lateral (menyamping) sepanjang 500 meter ke depan, >> meretakkan/memecahkan batuan secara hidrolik dan >> mengisinya dengan "semen" dari polimer tadi. >> >> Pada saat seluruh "radius" ledakan/rembesan lumpur >> sudah terkendali oleh payung polimer, pada saat itulah >> lubang semburan yang utama mulai ditangani dengan >> menutupnya dengan hydro-packing bertekanan besar, >> serta polimer. >> >> "Teknologi yang ditawarkan ini menggunakan cara >> berpikir tebalik. Dia justru menggunakan hydro packing >> dan tekanan tinggi menahan semburan dari dalam," kata >> Irzal menambahkan. >> >> Pembiayaan >> >> Pavel menjelaskan, proposal itu telah diajukannya ke >> depan staf ahli Menteri Negara Lingkungan Hidup (LH) >> Rachmat Witoelar, dan staf ahli Menteri Energi dan >> Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro pekan lalu. >> >> "Proposal ini pada dasarnya 90 persen risiko pada >> saya. Nilai 90 persen itu dibayar jika pekerjaan >> selesai, dan lumpur mati," katanya. >> >> Sedangkan 10 persen yang harus disediakan pemerintah >> atau Lapindo, sepenuhnya hanya untuk mendatangkan >> peralatan, dan SDM yang menangani teknologi. Belum >> termasuk fee untuk Pavel dan timnya. >> >> Nilai 10 persen sebagai uang muka itu, jumlahnya >> sekitar 50.000 dollar AS. "Tidak besar, dibanding >> jumlah yang telah dikeluarkan Lapindo tiap hari," >> katanya. >> >> Kedatangan Pavel ke Indonesia, diakui oleh Susanto >> Pudjomartono atas inisitifnya. Ilmuwan yang malang >> melintang di berbagai perusahaan pertambangan Kanada, >> AS, Siberia, Kazakstan, maupun Kamzatka itu, >> sebelumnya bertemu dengan mantan Dubes Indonesia untuk >> Rusia Rachmat Witoelar. Lalu Witoelar dan Susanto >> sepakat, untuk memperkenalkan Pavel membantu mengatasi >> semburan lumpur. >> >> "Apa yang bisa kami lakukan, kami lakukan. Ini demi >> bangsa kita yang terus menderita akibat bencana lumpur >> ini. Apalagi Bapak Presiden akan berkunjung ke Rusia >> 30 November-1 Desember nanti," kata Susanto. >> >> Irzal mendukung langkah Susanto, karena tawaran Pavel >> merupakan bagian dari alih teknologi antarkedua >> bangsa. (HRD) >> >> ---------------------------------------------------- >> Salam, >> >> >> --------------- >> M. Nur Heriawan >> Lab. of Applied Geosciences & Tech. >> Kumamoto Univ., Japan >> >> __________________________________________________ >> Do You Yahoo!? >> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around >> http://mail.yahoo.com >> >> --------------------------------------------------------------------- >> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006 >> ----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id >> ----- 60 papers will be orally presented in 15 sessions for 2 days >> ----- To Authors: Full paper or Extended Abstract should be submitted >> ----- by 6 October 2006 to: >> ----- [EMAIL PROTECTED] AND >> [EMAIL PROTECTED] >> --------------------------------------------------------------------- >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> --------------------------------------------------------------------- >> >> --------------------------------------------------------------------- >> ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006 >> ----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id >> ----- 60 papers will be orally presented in 15 sessions for 2 days >> ----- To Authors: Full paper or Extended Abstract should be submitted >> ----- by 6 October 2006 to: >> ----- [EMAIL PROTECTED] AND >> [EMAIL PROTECTED] >> --------------------------------------------------------------------- >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> --------------------------------------------------------------------- >> > > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006 > ----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id > ----- 60 papers will be orally presented in 15 sessions for 2 days > ----- To Authors: Full paper or Extended Abstract should be submitted > ----- by 6 October 2006 to: > ----- [EMAIL PROTECTED] AND > [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > ---------------------------------------------------------------------- > This e-mail, including any attached files, may contain confidential and > privileged information for the sole use of the intended recipient. Any > review, use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited. > If you are not the intended recipient (or authorized to receive > information for the intended recipient), please contact the sender by > reply e-mail and delete all copies of this message. > > --------------------------------------------------------------------- > ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006 > ----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id > ----- 60 papers will be orally presented in 15 sessions for 2 days > ----- To Authors: Full paper or Extended Abstract should be submitted > ----- by 6 October 2006 to: > ----- [EMAIL PROTECTED] AND > [EMAIL PROTECTED] > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > >

