Apapun yang dikatakan, sebagai dongeng sebelum tidur cerita ini cukup menarik. Namun bila tulisan itu dilihat dengan kacamata geologi, banyak yang dapat dipertanyakan.
Salam, WBS --- soegiri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > ----- Original Message ----- > > Posted by: "radityo djadjoeri" [EMAIL PROTECTED] com > > Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia > Oleh Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D. > > Source: http://www.pikiran- rakyat.com/ cetak/2006/ > 102006/02/ 0902.htm > > MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari > tsunami di Aceh > hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa > Timur. Hal itu > mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah > yang dikenal sebagai > Benua > Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan > Atlantis? > > Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu > tahun lalu terjadi > berbagai letusan gunung berapi secara serentak, > menimbulkan gempa, > pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu > mengakibatkan sebagian permukaan > bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua > yang hilang atau > Atlantis. > > Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso > Santos, menegaskan > bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang > disebut Indonesia. Setelah > melakukan penelitian selama 30 tahun, ia > menghasilkan buku Atlantis, > The Lost Continent Finally Found, The Definitifve > Localization of Plato's > Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 > perbandingan, seperti > luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, > dan cara bertani, > yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah > Indonesia. Sistem > terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, > ialah bentuk yang > diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, > dan bangunan kuno Aztec di > Meksiko. > > Konteks Indonesia > > Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, > atas gagasan Prof. > Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu > tahun 1960, > mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan > bahwa negara Indonesia > dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan > wilayah nusantara. Fakta itu > kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut > Internasional 1982. Merujuk > penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang > lalu wilayah negara > Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak > terpecah-pecah dalam > puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang. > > Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis > merupakan benua > yang membentang dari bagian selatan India, Sri > Lanka, Sumatra, Jawa, > Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia > (yang sekarang) sebagai > pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung > berapi yang aktif dan > dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama > Orientale, terdiri dari > Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. > > Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan > benua yang hilang > akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan > meletus. Pada masa itu > sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh > lapisan-lapisan es (era > Pleistocene) . Dengan meletusnya berpuluh-puluh > gunung berapi secara > bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah > Indonesia (dulu) itu, > maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh > air asal dari es yang > mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India > Selatan dan gunung > Semeru/Sumeru/ Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan > gunung berapi di > Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau > Somasir, yang merupakan > puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan > yang paling dahsyat di > kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang > memecah bagian Sumatera > dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat > dataran Sunda. > > Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang > berarti surga atau > menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), > Atalaya (Spanyol). > Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat > itu merupakan pusat > dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan > alam, ilmu/teknologi, dan > lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis > itu di Samudera Atlantik > sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini > datar dan dikelilingi > oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. > > Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang > berarti mengelilingi > secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang > oleh ahli-ahli di > kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, > Einstein, dan Stephen > Hawking. > > Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi > Atlantis. Ilmuwan Brazil > itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya > letusan berbagai gunung > berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan > mengalir ke samudera > sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal > dari abu gunung berapi > tersebut membebani samudera dan dasarnya, > mengakibatkan tekanan luar biasa > kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada > pantai benua. Tekanan ini > mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh > gunung-gunung yang > meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan > gelombang tsunami yang > dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events. > > Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada > sejarah dunia, tampak > Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama > mengenai > bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, > mengenai letak benua Atlantis > yang katanya berada di Samudera Atlantik yang > ditentang oleh Santos. > Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah > Atlantik terbukti tidak > berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang > itu. Oleh karena itu > tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, > "Amicus Plato, sed magis > amica veritas." Artinya,"Saya senang kepada Plato > tetapi saya lebih senang > kepada kebenaran." > > Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara > Plato dan Santos > sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang > tenggelam itu adalah > Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah > Republik Indonesia. > Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung > berapi di Indonesia. > Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, > Malabar, Galunggung, > Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, > Rinjani. Sebagian dari > gunung itu telah atau sedang aktif kembali. > > Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung > berapi yang abunya > tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di > laut ini kemudian > meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini > tercampur dengan > gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of > mud (hambatan lumpur yang > tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat > dilalui), tidak bisa > ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, > pernah dilakukan > remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan > adanya sistim > kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan > kanalisasi itu bekas > penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang > lampau. > > === message truncated === ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006 ----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

