Karangsambung Diresmikan Menjadi Cagar Alam Geologi KEBUMEN, SELASA--Karangsambung diresmikan sebagai Cagar Alam Geologi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cilacap, Selasa (14/11). Kawasan pegunungan di bagian utara Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, tersebut dianggap unik karena memiliki jejak purbakala sejak 90 juta tahun lalu.
"Pada masa itu, kawasan tersebut menjadi tempat tumbukan antara lempeng Indo-Australia dengan lempeng Asia," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung LIPI, Dr. Munasri. Karena itu, wajarlah kawasan itu menjadi salah satu kunci dalam mempelajari proses evolusi lempeng benua di Asia Tenggara dan telah menjadi laboratorium alam dan monumen geologi yang menarik untuk dikaji. "Jangan merasa menjadi geologis kalau belum pernah ke sini. Apalagi Karangsambung yang dikenal dengan Yellowstone National Park ini juga memiliki panorama yang indah, aneka batuan tampak aneh-aneh di sini," katanya. Keanekaragaman batuan di Karangsambung, ujarnya, dengan kondisi morfologinya menjadi menarik karena terkait konsep tektonika lempeng angkatan dan erosi maksimal yang muncul di kawasan Karangsambung. Kawasan tersebut menjadi objek geowisata yang menarik. Dengan berwisata ke Karangsambung, ujarnya, maka akan didapat gambaran tentang proses dinamika bumi yang penting untuk memahami proses kebumian. Dari segi geologi, Indonesia merupakan negara dengan wilayah paling labil di dunia tempat terjadi pertemuan pergerakan tiga lempeng besar yaitu Indo-Australia yang bergerak ke utara, Eurasia yang bergerak ke Tenggara, dan Pasifik yang bergerak ke barat. Pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia menghasilkan palung laut dalam yang memanjang dari Kepulauan Mentawai hingga kepulauan Banda. Jalur pertemuan ini merupakan pusat gempa tektonik dan menghasilkan jalur gunung berapi di daratan yang dikenal sebagai sirkum Mediteranea. Sedangkan pertemuan lempeng Pasifik dan Eurasia juga menghasilkan palung laut dalam di timur Sulawesi serta deretan gunung berapi dalam jalur gunung api Sirkum Pasifik. Selain menjadi miniatur geologi, kawasan Karangsambung juga kaya koleksi batuan. Kerajinan batu mulia menjadi salah satu komoditi ekonomi masyarakat di sekitarnya dan menjadi oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke sana. Sumber: Antara Penulis: Wah --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006 ----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

