Sudah jatuh tertimpa tangga, bukannya ditolong malah disoraki tetangga. Mungkin ungkapan inilah yang tepat di alamatkan ke Lapindo. Setelah semua, mulai rakyat, analis sampai RI 1-2 'menetapkan' bahwa Lapindo bersalah dan harus bertanggung jawab atas bencana lumpur tanpa perlu menunggu keputusan pengadilan atau siapapun yang berwenang datang pula bencana baru berupa ledakan pipa gas Pertamina. Sesaat setelah bencana ledakan tanpa ragu, semua semua media menudingkan jari tuduhan ke hidung Lapindo menuntut agar bertanggung jawab terutama atas timbulnya korban jiwa di lapangan dan kerugian terkait lainnya. Kenapa harus Lapindo juga yang bertanggung jawab atas ledakan pipa gas ini? Kenapa tudingan tidak diarahkan ke operator pipa (PertaminaPGN) yang tetap mengalirkan gas padahal mestinya tahu bahwa daerah itu adalah daerah berbahaya. Mungkin tudingan juga mesti dialamatkan ke tim penanggulangan yang tidak 'memaksa' penghentian dan pengalihan operasi pipa gas padahal sangat tahu bahwa terjadi subsidence yang cukup besar di jalur gas ini. Apakah Lapindo juga harus bertanggung jawab langsung kalau besok ada kereta api terguling atau tiang tegangan tinggi PLN roboh dan menyetrum orang Memang, sudah jatuh tertimpa tangga, tapi mbok ya jangan tambah disoraki tetangga.... Salam prihatin O'
[EMAIL PROTECTED] wrote: Saya ingat di TV beberapa hari setelah terbentuk Timnas Penanggulangan lumpur salah seorang pejabat Pertamina mngatakan bahwa akan dilakukan penelitian aman tidaknya pipa gas tsb ( perlu dipindahkan atau tidak ) , Ternyata ledakan lebih cepet datangnya (gak tahu sampai sekarang , apakah belum dilakukan , sedang akan atau sudah dilakukan penelitian ). Pagi ini disalah satu Radio Jubir Timnas mengatakan bahwa masalah kekawatiran bencana pipa gas ini sudah diinformasikan ke Pertamina, kemudian si wawancara juga mengkonfirmasi ke humas pertamina dan dikatakan masalah ini sepenuhnya ada di Timnas ( lha dalah kok malah lempar lemparan kayak gini )sampai sampai tadi si penyiar radionya juga bertanya tanya..Masih di Radio tadi pagi , beberapa mempertanyakan sejak lumpur muncul enam bulan lalu sudah banyak pakar pakar / ahli 2 diterjunkan kelokasi ini , lha kok masih belum beres 2 juga.Pancen bikin mumet tenan urusane....karo lumpur siji iki.. ISM ISM > Berita menyedihkan: > > Sebelum semburan lumpur berhasil dihentikan, ternyata muncul > masalah baru. Pipa gas yang (ditanam) berada di bawah > tanggul Lusi meledak (setelah sekian bulan terendam lumpur > bersuhu 80 C), menimbulkan kebakaran dan meminta korban > jiwa: 5 petugas tewas, 4 masih dinyatakan hilang, diduga > tenggelam di kolam penampungan lumpur. Akibat ledakan ini > tanggul jebol (kembali) dan lumpur menggenangi jalan tol. > > Selama lumpur (panas) masih ditampung di lokasi, walaupun > tanggul selalu ditinggikan, sewaktu-waktu masih bisa timbul > masalah. Konon sejak beberapa waktu yll sudah dipasang pompa > untuk membuang lumpur ke kali Porong? Kapan usulan agar > lumpur segera dibuang ke laut dilaksanakan? Bukankah lumpur > ini bukan lumpur industri yang mengandung bahan-2 kimia yang > berbahaya? Paling-2 nanti kawan-2 LSM Lingkungan yang > protres. Semoga saja pihak-2 yang bekepentingan segera > membuat keputusan yang tepat, dan masalah bisa segera > diatasi. > > Salam, > Sugeng > (sedang menunggui pemboran) > > > > --------------------------------------------------------------------->> To > unsubscribe, send email to: >> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >> To subscribe, send email to: >> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> IAGI-net Archive 1: >> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net >> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> --------------------------------------------------------------------->>> >> >> >> --------------------------------- >> Sponsored Link >> >> Degrees online in as fast as 1 Yr - MBA, Bachelor's, >> Master's, Associate - Click now to apply > > > > ___________________________________________________________ > indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id > > > > > ---------------------------------------------------------------------> ----- > PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006 > ----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id > > ---------------------------------------------------------------------> To > unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net > Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006 ----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.

