Apakah data awal seperti jumlah aliran lumpur ( mkubik/hari) , analisis
kimianya, temperatur lumpur , penurunan tanah (cm/hr) serta fungsi waktu,
kemudian juga sudah diketahui bahwa disitu ada infra stuktur yang juga ada
potensi bahaya (spt pipa gas ) dll belum cukup untuk membuat aksionnya ,
padahal data ini sudah ada sejak paling tidak sebulan setelah lumpur itu
menyembur ( sekarang sudah 6 bulan ).
1. Pipa gas meledak semuanya "Kaget" itu dilihat sbg peristiwa tiba tiba,
apa dg data data tsb diatas dan dg mempertimbangkan kekuatan pipa ( kekuatan
material logam dan fungsi waktu ) tidak bisa diprediksikan kalau kejadian
tsb akan dapat terjadi dalam kurun waktu sekian hari/minggu shg harus cepat
cepat diantisipasi.( paling tidak gasnya di matikan)
2. pompa lumpur tidak bisa difungsikan karena kepekatan lumpur , lho data
ttg kepekatan dan lain lain spt diatas kan sudah ada jauh jauh hari , apa
waktu pesen pompa ,spesifikasinya tidak disesuaikan dg material yang ada .
Waktu sudah cukup lama ( 6 bulan ) kesimpulan Pasti penyebabnya saja belum
jelas , kira kira masih diperlukan penelitian pemelitian berapa lama lagi ?
atau sepanjang masa penelitiannya. atau kesimpulan dari penelitian " Perlu
Diteliti Lebih Lanjut "
Memang enak jadi pengamat , hanya komentar , lha yang sebagai eksekutornya
( Timnas ) opo nggak kebalik balik kupluknya
ISM
ilmiah (science) --> Acara IAGI di Swara
Yak Tul, Mas Kartiko ...
Penanganan dari sisi geoscientist ini yang sering aku mendapat
kritikan dari banyak orang awam. Mengapa geologist lebih konsen
menyatakan ini kejadian alam, ini bencana, ini kecelakaan kerja. Dan
jarang yg membahas penanggulangan. Coba baca Media Center Lusi (edisi
1-7). Bahkan edisi & terakhir aku baca semua berkisah tentang Gunung
Lumpur.
Mungkin bagi geologist (komunitas milist ini) sudah mengerti apa yang
terjadi (karena sudah diajari disekolah/kuliah), namun masih sangat
mungkin di lapangan (masyarakat) masih banyak yg belum "ngeh" apa itu
mud volkano.
Wajar juga sih, karena naluri geologist ketika melihat kejadian alam
memang bukan untuk dihambat tetapi diantisipasi untuk 'dihindari'
dampak negatipnya.
Yang saya tahu sih banyak geologist sudah banyak membantu TIMNAS,
memang yg masuk diverita hanya penjelasan ini adalah mud volkano, ini
adalah kejadian alam, ini adalah kecelakaan kerja dsb ... Kalau
dilihat lebih dalam, permasalahan saat ini bukan hanya kejadian tetapi
dampak penanggulangan yang semakin-semakin saja dari hari kehari.
Karena kejadian atau faktor alamnya yang meningkat, debit meningkat,
amblesan meningkat, dampak sosial dan dampak permukaan semakin jelas
kelihatan, sehingga terkesan TIMNAS tidak ngapa-ngapain. Padahal aku
yakin mereka (timnas) sudah banting kupluk ....
memang ada hal-hal serta porsi buat ahli kebumian berkiprah tentang
kejadian alam ini. namun seperti yg ditulis Mas WBS bahwa mencari tahu
penyebab hanya penting utk soal tanggung jawab, bukan penanganan dalam
suasana "emergency". Lebih-lebih sudah menyangkut legal bahkan berbau
politis ... waddduh jelas diluar kompetensi kita.
RDP
On 12/5/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kalaupun alasannya salah satu, salah dua, atau salah tiga dari hal
tersebut.
kok enggak dibahas cara ngatasinya ? present is the key to the past, tapi
kalau enggak ada action untuk ke depannya ya gimana ?
Regards
Kartiko SAMODRO
Telp : (0 )147443540
----- Réacheminé par Kartiko SAMODRO/DEF/FR/EP/Corp le 05/12/2006 16:41
-----
"Rovicky Dwi
Putrohari"
<[EMAIL PROTECTED] A
m> [email protected]
cc
05/12/2006 16:08
Objet
[iagi-net-l] diuji saja secara
Veuillez répondre ilmiah (science) --> Acara IAGI di
à Swara
<[EMAIL PROTECTED]
.id>
karena ada 3 pendapat , Lusi ini karena
1. Kesalahan pemboran
2. Bencana Alam
3. Adanya mud volkano.
Mari kita uji dengan cara ilmiah. Misal falsifikasi ..... Apakah ada
yang "tidak mungkin" diantara ketiganya ?
Uji dengan "Ockham's razor" mana penjelasan paling mudah.
Uji dengan "Scientific method"
(menurut wikipedia) Scientific method is a body of techniques for
investigating phenomena and acquiring new knowledge, as well as for
correcting and integrating previous knowledge. It is based on
gathering observable, empirical, measurable evidence, subject to the
principles of reasoning[1].
- Observable
- Empirical
- Measurable
- Reasoning
Yang jelas hasil uji ilmiah bisa saja berbeda dengan uji hukum (legal).
RDP
On 12/5/06, ismail zaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Komentar Pojok / Rehatnya Republika 5 Des 2006 =
> Aspemigas : Ahli geologi bahas lumpur lapindo
> " Dibuang tidak Dibahas..........."
> Masih dalam koran yang sama , bahwa pertemuan para ahli ini (
> geologi,geofisika,perminyakan ) yg digagas Aspermigas tsb untuk
menyamakan
> pandangan tentang penyebabnya , karena ada 3 pendapat , Lusi ini karena
1.
> kesalahan pemboran 2. Bencana Alam ( gempa ) dan 3 adanya mud volkano. (
> Republika 5 des 2006 )
> Nah apakah nanti setelah pertemuan hanya ada satu statmen dari para
> ahli
> tsb tentang penyebabnya ? ( salah satu dari 3 pandangan tsb )
>
> Ism
>
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
--
http://rovicky.wordpress.com/
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------