Kemana "lari"nya minyak bumi ini ?
http://rovicky.wordpress.com/2006/12/03/kemana-larinya-minyak-bumi-ini/
Ditulis oleh Rovicky on Desember 3rd, 2006
Bosen ah ngomong LuSi terus … anak genit yang susah diatur …
Gantian menengok peta energi dunia tentang minyak yang selalu saja
menarik perhatian. Lah iya wong pakdhe kerjone ngurusin minyak terus.
Tapi mestinya juga disadari semua bahwa minyak dan gas serta batubara
dan sumber energi ini bukan hanya sekedar komoditi, tetapi haris
difikirkan bahwa "This is energy not just comodity". Energi ini
diperlukan untuk bekerja, diperlukan untuk hidup. Energi juga
diperlukan buat blogging :) . Sayangnya di Indonesia lebih banyak yang
lebih ngeh bahwa minyak itu lebih baik dijual ketimbang dipakai
sendiri. Ya akhirnya kita kekurangan energi, listrik byar-pet, minyak
tanah ngantri ….
- "Lah iya, Dhe, memang minyakbumi ini energi, tapi belum-belum
kok nggrundel. Lantas gimana critanya perjalanan minyakbumi ini, Pak
Dhe ?"
oilprice_bp2005.jpgStatistik yang dikeluarkan oleh BP tahun 2006 yang
merupakan gambaran akhir 2005 dan juga statistiknya OPEC cukup menarik
untuk dilihat. Sepertinya melihat peta dalam ruang global ini akan
menunjukkan seberapa deras aliran minyak ini.
Seperti biasa setiap ngomongin statistik minyak selalu memberikan
grafik fluktuasi harga minyak. Mengapa ? Karena secara intuitif usaha
mencari minyak akan meningkat pada saat harga tinggi. Ya mesti saja
mengharapkan keuntungan yang besar bukan ? Tetapi nanti kita tengok
apakah bener eksplorasi migas yang sedang naik harganya memang akan
sangat menguntungkan ? Terutama para BIG Player ini, apakah mereka
untung besar atau untung sedikit seperti yang mereka gemborkan.
Cadangan minyak saat ini tersebar di bumi ini secara tidak merata.
Coba tengok gambar disebelah kiri ini. Kira-kira 60% ada di Middle
East (Timur Tengah). Sedangkan dari kepemilikannya hampir 80% dimiliki
oleh negara-negara anggota OPEC yang terlihat disebelah kanan. Wah ,
kalau dibandingin negara-negara OPEC maka cadangan minyak di Indonesia
mah cuiliiik nemen cuman seperti garis doank ! :( . Tapi jangan
kuwatir ini hanya mencatat minyak bumi saja, kan kita juga punya gas
bumi, juga punya sumber energi geothermal, belum lagi batubara.
Ditambah lagi beberapa bulan lalu (june 2006) di Pertemuan pengembang
Gas dunia, CEO Chevron menyatakan bawah saat ini saatnya menengok gas
alam (natural gas).
- "Nanti crita lain juga tentang kondisi gas alam ya, Pakdhe ?"
+ "Sik ta, ini tak selesei-in dulu"
Disebelah kiri ini terlihat bagaimana aliran minyak mentah dari
negara-negara anggota OPEC. Walaupun tidak menggambarkan secara total
di dunia (karena ada non OPEC 20%) tetapi mungkin lebih baik daripada
kita buta total tentang pergerakan minyak bumi. Lah yang disebelah
kanan ini versinya BP-Statistics tahun 2005 tentang aliran crude oil.
Tapi dalam Tonnes …. emangnya minyaknya ditimbang ? Ya. Seperti kita
tahu bahwa minyak ini kualitasnya salah satunya dilihat dari derajat
API, dimana angka API ini berasosiasi dengan berat jenis. Nah untuk
menormalisasi (menyeragamkan) makanya diukur dan dibandingkan
berdasarkan beratnya :D .
Yang perlu diketahui disini adalah bahwa aliran itu adalah aliran
CRUDE atau minyak mentah, bukan aliran energi, karena minyak mentah
inipun harus dproses di refinery (kilang) sebelum menjadi FUEL (bahan
bakar atau BBM).
Siapa saja yang untung dalam bisnis energi minyak ?
Bisnis migas ini bisa dibagi dua yaitu upstream/hulu (E&P -
exploration and production) dan downstream/hilir (R & M refinery and
marketing). Upstream/Hulu ini "tugas"nya mencari dan memproduksi
minyak mentah. Usaha eksplorasi dan produksi ini yang di Indonesia
dikenal dengan sistem PSC (production sharing contract). Lah, Pakdhe
ini urusannya di hulu karena tugasnya mencari dan memproduksi minyak
dan gas. Downstrem/Hilir ini "tugas"-nya memproses barang juwalannya
industri hilir yang berupa crude (minyak mentah) dan juga gas. Untuk
gas memang rada beda karena gas ini dijual dalam bentuk LNG, atau CNG,
LPG dll yang seringkali berhubungan erat antara industri hulu dengan
industri hilir, karena langsung dengan pemakai (user) mirip seperti
BBM. Industri hilir ini lebih banyak untuk urusan refinery hingga
pemasaran. Di Indonesia baru saja dibuka untuk perusahaan luar
ikut-ikutan, makanya sudah ada beberapa pompa bensin SHELL dan juga
PETRONAS.
Hampir semua perusahaan besar migas di dunia ini memiliki dua usaha
ini, baik hulu maupun hilir. Mereka memilki usaha mencari dan juga
memiliki usaha hingga menjual ketengan (retail/marketing) dengan
memiliki pompa bensin.
refinery-margin.gifMenurut statistik BP, kemungkinan keuntungan
terbesar saat ini diraih oleh downstream, coba tengok gambar
disebelahkanan ini. Grafik yang menunjukkan seberapa besar margin
keuntungan di sisi refinery. Dan tengok seberapa besar peningkatannya
pada pada akhir5 tahun ini. Dan juga tentunya anda inget tulisan
sebelumnya tentang oil boom yang terjadi akibat kelangkaan BBM bukan
kelangkaan minyak mentah.
Sangat terlihat jelas dari gambar diatas kenaikan keuntungan dari
usaha downstream. Saat ini perusahaan E&P tidak mendapatkan untung
besar seperti yang klaim oleh BIG oil and gas E&P. Seperti yang
disitir disini dulu bahwa mereka tidak untung dari sisi E&P. Nah
disinilah mereka mengelak bahwa usaha EP tidak menguntungkan, namun
sakjane hasil usaha/keuntungan dari sisi downstream, ya masih saja
untung besar.
Tentunya menarik kalau anda nanti mengetahui bahwa ternyata Singapore
merupakan negara produsen minyak diesel (solar) yang cukup besar di
Asia, walaupun negeri liliput ini tidak memilki lapangan minyak :p
tetapi merupakan negara eksportir BBM (Fuel), bukan minyak mentah
(crude). Dan Singapore ini sering terlewat dari percaturan distribusi
energi (fuel). Selain Singapura, negeri China juga net exporter diesel
loh. Bahkan di berita di link ini menyebutkan Indonesia sebagai negara
pengimpor diesel dari China.
Perolehan dari sektor palak eh pajak
Negara atau pemerintah tentunya memerlukan biaya untuk menjalankan
pemerintahannya. Biaya ini salah satunya dari palak pajak. Nah, salah
satu sumber palak pajak dari energi ini dimbil dari harga bahan bakar
minyak. Dan ternyata komponen palak ini cukup besar di negara-negara
Eropa. Amerika justru sedikit memperoleh dari sektor palak pajak. Ini
menurut OPEC looh. Ya tentusaja, setiap pemerintahan negara tentunya
juga menginginkan manisnya energi minyak bumi ini, kalau ngga bisa
memperoleh dari hasil buminya, ya wis dari palak pajak saja lah :p .
Sehingga tidak hanya pengusaha (perusahaan) saja yang ingin merasakan
manisnya minyak bumi ini.
Siapa yang haus energi ?
Tetapi kalau dilihat dari pemakaian energi perkapita ternyata yang
pualing boros menggunakan energi, ya siapa lagi kalau bukan Amrik dan
juga ternyata Arab Saudi … wuik ! Arab Saudi sih memang penghasil dan
pengguna. Amrik cukup boros perkapita tetapi impornya juga cukup
besar. Tentunya menginginkan sumber-sumber energi dari negara lain.
Bayangkan saja perorang di Amrik ini membutuhkan tiga tonnes minyak
pertahun .. Whalllah "ngelak" tenan iki …
Awal tahun 2005 kemarin, Cina pernah dituduh penyebab harga minyak
naik, karena peningkatannya yang melebihi 16% dari tahun sebelumnya
tetapi sakjane kebutuhan perkapita Cina cuman kecil saja. Karena
mereka banyak menggunakan batubara juga. Dan pssst China itu exportir
minyak diesel (fuel) loo ...
Apakah benar membutuhkan banyak minyak itu berarti boros ?
Belum tentu, tergantung apa tolok ukurnya. Kalau tolok ukurnya adalah
efisiensi energi dimana dihitung produksi yang dihasilkan oleh
penggunaan energi, maka Indonesia justru termasuk boros, karena banyak
menggunakan energi tetapi kurang produktip. Jadi tentunya harus
difikirkan juga bahwa energi juga diperlukan untuk menghasilkan bukan
hanya untuk kebutuhan hidup semata.
Tentunya ada batas minimum yang dibutuhkan manusia untuk hidup,
setelah itu dibutuhkan untuk berkarya dan menghasilkan. Lah, Indonesia
ini untuk hidup saja susah apalagi berkarya, sehingga dari sisi
efisiensi menjadi terlihat sangat rendah.
Tapi cukup menarik kalau melihat penggunaan energi dilihat dari lampu2
malam hari. Gambar dibawah ini memperlihatkan lampu-lampu di bumi
diwaktu malam. Terlihat secara kasar adalah penyebaran populasi.
Apakah lampu-lampu ini menunjukkan penggunaan energi di masing2 negara
?.
Btw, di Jawa ini kalau malam banyak lampu2nya.
Susahnya Indonesia ini kebutuhan energinya besar, tetapi pemakaian
perkapitanya kecil (kurang dari 0.75 ton/kapita). Dan masiiih juga
dianggap boros energi karena tidak produktip. Padahal bisa jadi
energinya dipakai buat hidup saja susah (byar-pet). Apakah hanya
karena penduduknya buanyak ?.
-- Gambar lengkap ada disini : http://rovicky.wordpress.com/
--
http://rovicky.wordpress.com/
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------