On 12/13/06, Haryo Mustapha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Numpang saran nich
Pendapat pribadi saya dari pada PSC kayaknya lebih menguntungkan memakai
sistem royalty
Negara tidak perlu pusing mengawasi, kontraktor dengan sendirinya akan
berusaha berhemat, tidak perlu klarifikasi dan justifikasi apa yg masuk cost
recovery atau tidak, yang penting begitu produksi tinggal awasi jumlah
produksi dan negara mendapatkan bagiannya
piye pak Roviky
Sistem royalti itu menurutku tidak selalu lebih menguntungkan, tetapi
memang lebih "memudahkan" dalam pengawasan. Karena seolah-olah hanya
mengutip pajak dari hasil bumi. Sebenernya menurutku untuk bahan
galian tipe C yang dikelola Pemda itu ya sistem royalti yang mudah.
Misalnya mengambil pasir di sungai, per trus sekian ribu. Tinggal
pakai "karcis", beres dah.
Tapi pernah lihat ngga, pas ada truk lewat supirnya ngga minta karcis
tetapi bayar langsung ke petugas ?
Hla ... ini juga rawan penyelewengan juga kan, pengawasan kalau tidak
ada alat pencatat otomatisnya kan juga menghawatirkan ?
Secara umum memang sistem PSC dengan CR ini memerlukan "kerja ekstra"
yang tidak mudah. Bukan sekedar "the man behind the gun". Kalau "the
man"nya ngga mampou membawa "Gun" yang canggih jangan dipaksakan.
Apakah aku meragukan kerja BPMIGAS ?
Sama sekali tidak, bukan kemampuan individunya yang aku ragukan,
tetapi jumlah pekerja BPMIGASnya harus banyak banget untuk mampu
mengawasi jalannya PSC dengan sistem "Cost recovery dengan menggunakan
tool kontrolnya AFE". Coba hitung jumlah PSC area, jumlah sumur yang
diusulkan, jumlah POD yang sudah disubmit, berapa sumur yang sedang
perasi dll dst. Lantas berapa orang yang melakukannya.
--> kita "kekurangan orang" untuk menjalankan PSC dengan sistem CR
Yang belum pernah dilakukan (mungkin) adalah melakukan simulasi dari
sekian PSC yang sudah berjalan selama ini. Persis seperti kalau mau
melakukan simulasi produksi, maka kita bisa melakukan simulasi PSC.
Ada kalanya perlu melakukan "history matching" ... ini namanya audit
balik, apakah bener kita sudah melakukan PSC ini, atau ada yang perlu
diperbaiki. Setalah itu baru kita lakukan perbaikan untuk PSC
selanjutnya.
Skali lagi, perlu dicoba dibandingan (simulasi) PSC by PSC antar
negara, bukan membandingkan PODnya, bukan field based evaluation saja,
looh.
Salam
RDP
---------------------------------------------------------------------
----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
----- detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------