Dugaan saya adanya kemungkinan gas yang terkandung di Barambai
bersamaan dengan munculnya semburan gas, mungkin akan segera
diketahui. Tulisan Sumur Barambai itu sendiri ada disini.
http://rovicky.wordpress.com/2006/12/09/sumur-barambai-semburan-di-barambai-kalimantan-selatan/
Nah, sepertinya pemerintah sudah tertarik nih ... ini bisa dibaca di
websitenya BPMIGAS.

Nah, jadi jangan terlalu takut dengan semburan dari bawah tanah. Ada
kalanya semburan itu justru "hadiah" dari alam.


Berita itu aku kutip dibawah ini (sumber BPMIGAS Web)
http://www.bpmigas.com/w20.asp#a

   11 DES 2006 13:53:07
   PEMERINTAH AKAN TAWARKAN POTENSI GAS BARAMBAI KE INVESTOR

   JAKARTA - Pemerintah berencana menawarkan potensi gas Kampung
Bali, Desa Kolam Kanan, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala
Provinsi Kalimantan Selatan, kepada investor. Potensi gas tersebut
terdeteksi bersamaan dengan semburan lumpur dari sebuah lubang
pemboran air tanah dengan kedalaman 138 meter pada 22 November lalu.

   Dirjen Migas, Luluk Sumiyarso seperti dikutib Investor daily
mengatakan, pihaknya tengah meneliti status potensi gas di wilayah
itu. "Kalau itu masuk wilayah terbuka, investor bisa mengajukan joint
study dan nanti akan kami tender. Investor tersebut memperoleh
privilege," kata Luluk.

   Sementara itu, Kepala Badan Geologi DESDM Bambang Dwiyanto
mengatakan, semburan lumpur dan gas dari lubang pemboran air tanah di
Barito Kuala tidak berbahaya bagi kehidupan. Namun masyarakat diminta
tidak beraktivitas di sekitar semburan gas. "Dari hasil analisa
konsentrasi unsur gas yang keluar tidak berbahaya karena masih di
bawah ambang batas yang membahayakan kesehatan," tuturnya.

   Bambang menambahkan, lubang semburan itu mengeluarkan gas yang
bertekanan kuat dan mengeluarkan lumpur dalam jumlah kecil. Suhu
lumpur yang keluar sekitar 26 derajat Celcius masih dalam kisaran
normal.

   Komposisi gas di atas lubang semburan, lanjut Bambang, terdiri
atas gas metana 22,2-26,6%, karbondioksida 0,45-0,75 % dan nitrogen
sekitar 80%. Gas metana dan karbondioksida kemungkinan berasal dari
jebakan hidrokarbon di bawah permukaan. ***

-- end quote --

Apakah ini tanda-tanda bagus ?

Ya tentusaja ini "pertanda" bagus, mungkin saja benar. Tetapi bukan
berarti pasti ada gasnya. masih banyak yang harus diuji. Diuji
kandungan serta komposisinya, diuji seberapa besar jumlahnya, diuji
dengan test produksi, dan baru akhirnya diuji keeonomiannya.

Bisa saja itu gas methane dari jebakan gas, bisa jadi juga CBM (Coal
Bed Methane) . Perlu penelitian lebih lanjut.

Nah sekarang aku gantian bertanya .... kalau ternyata nantinya yang di
Porong juga merupakan pertanda bagus, siapakah yang berhak memperoleh
atau mengelolanya ?. Perlu diingat saat ini yang membeli tanah itu
bukan dengan uang Pemerintah. Lah apa Lapindo lagi ? Bisa jadi, ...
tapi aku ngga akan kaget kalau nanti ada yang serta menggunakan teori
konspirasi ... waaak ...
Jangan suudzon lah yaw


--
http://rovicky.wordpress.com/

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru, 20-22 November 2006
-----  detail information in http://pekanbaru2006.iagi.or.id
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke