Kegiatan AMC sangat positip untuk membantu pemda dalam hal antisipasi bencana kebumian yang bisa terjadi setiap saat. Saya pribadi mendapat info via sms dari ADB tentang kegiatan AMC di pantai selatan Jatim itu sebelum IAGI Pekanbaru lalu. Nah, kebetulan saja, tanggal 30 November 2006, di Surabaya, Camat-Camat di Jatim yang lokasi rawan bencana geologi, kumpul di Hotel Satelit untuk mendapat pengarahan dan sosialisasi tentang kebencanaan geologi oleh Pusat Vulkanologi dan MBG, Bandung dan juga dari UGM (saya sendiri yang memberikan sosialisasi itu). Pada saat itu, ada 3 staf dari Pacitan hadir, lalu dalam sosialisasi tersebut, kami sampaikan tentang kewaspadaan teluk Pacitan, DAS Grindulu dan patahan Grindulu itu tentang resiko dan kerawanan bencana geologi. Kemudian tanggal 4 Desember 2006, di Pendopo Kabupaten Ponorogo Jatim, sekitar 250 orang (stake-holder penanganan bencana di Ponorogo : camat, lurah, staf teknis pemda, LSM, anggota DPRD, juga tim TAGANA / taruna siaga bencana), saya sampaikan lagi tentang resiko dan kerawanan bencana geologi di wilayah Ponorogo, yang kebetulan kami mempunyai beberapa data teknis potensi bencana geologi di Ponorogo. Kemudian dalam kesempatan lain, saya bertemu pak Indrarto (kepala dinas Pertambangan dan Energi Kab.Pacitan, Jatim), tanggal 18-19 Desember.06 : sambil nongkrong minum kopi jahe di kaki lima, hujan-hujan, di depan Hotel Horison Bandung, kami diskusikan beberapa action untuk mengantisipasi resiko dan kerawanan bencana geologi di pantai selatan Pacitan, khususnya teluk Pacitan, sepanjang Grindulu, juga wilayah hulu dari sungai Grindulu di kecamatan Tegalombo, Nawangan, Bandar (kebetulan saja saya pernah bermalam beberapa hari di wilayah itu, untuk melihat kondisi geologi, bahkan waktu lain jalan-jalan dengan Mas Sukmandaru di Bandar dan Nawangan). Bahkan saya sudah membuatkan sedikit catatan ke Pak Indrarto untuk ditindak-lanjuti oleh staf-nya di kantor, yang juga ada geologist untuk segera turun melakukan sosialisasi dan antisipasi-antisipasi yang terkait di lapangan. Muga-muga ini sudah dijalankan. Saya belum sempat check ke lapangan, walau sudah diminta beliau ke wilayah Grindulu. Kesempatan saya yang terbatas. Karena minggu terakhir Desember.06, saya mendapat kesempatan dari Walikota Batam untuk mendiskusikan penyelesaian penambangan pasir darat di wilayah Batam dan pulau-pulau kecil lainnya, karena terjadi demonstrasi besar-besaran dari penambang pasir darat / penambang rakyat (yang illegal) kepada dewan dan pemko,untuk meminta dibuatkan aturan juknis dan juklak dalam pengelolaan dan penambangan tanah urug, pasir darat (sebetulnya pasir kuarsa). Nah, ternyata Pemko Batam selama ini belum mempunyai mekanisme ijin (SIPD bahan galian golongan C), jadi kelabakan juga. Karena uurusan itu, dulunya dikelola oleh Pemprop. Riau (lain kali akan saya posting ke milis IAGI). Setelah terbentuk prop.Kep.riau, ini kelewatan diurus, jadilah masalah. Syukurlah sekarang mulai terselesaikan. Pulanglah saya ke Jogja, tanggal 28 Des.06 naik ADAM Air dengan no.lambung pesawat PK-KKW (yang akhirnya mengalami kecelakaan di Sulawesi 1 jan.07). Sejak naik dari Batam, Adam Air 737-400 / Pk-KKW tersebut mengalami goncangan hampir 1 jam (dengan goncangan yang hebat-hebat). Ini pengalaman terjelek naik pesawat. Alhamdullillah, selamat sampai Jogja. Interaksi dinamis atmosfer dengan litosfera ini telah banyak memberikan pelajaran bagi kita semua baik sebagai hamba Tuhan/ maupun sebagai masyarakat yang berpendidikan ilmu kebumian. Masyarakat luas sedang menunggu action kita dari berbagai pihak untuk mengelola berbagai konflik, potensi, resiko yang berasal dari interaksi dinamik atmosfer dan litosfera, seperti akhir-akhir ini. Bahkan, akhirnya pihak seperti PT Perhutani yang mengelola obyek wisata Baturaden, di Jateng pun, harus memerlukan informasi kegeologian di sepanjang jalur wisata di kawasan Baturaden. Beberapa hari ke depan ini, kami sedang menyiapkan langkah-langkah untuk sosialisasi dan action untuk penanganan resiko dan kerawanan bencana kebumian di Baturaden dan juga di sepanjang K.Gendol (Sleman) tempat terakumulasi jutaan ton endapan awan panas, yang sebagian sudah meluncur jadi aliran banjir lumpur dan pasir di awal desember lalu ke arah hilir, karena ada kampung yang level topografinya sudah sama dengan level dasar sungai Gendol. Begitu aliran lumpur dan pasir ini meluncur, dengan profil sungai yang rendah tersebut, maka bisa jadi banjir akan mampir ke kampung. Begitulah ceritanya....
Sukses saja lah untuk AMC rek!....., kita dukung terus.... Salam, agus hendratno <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Jawa Pos, Radar Malang, 1 Januari 2007 **Menyusuri Pantai Selatan Memetakan Daerah Rawan Bencana: Status Malang Selatan Sudah Lampu Kuning** Gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Yogjakarta dan Aceh, membuat Adventurer and Mountain Climbers (AMC) Malang risau. November lalu, AMC melakukan mitigasi (pemetaan) gempa dan tsunami di sepanjang pantai laut selatan. Seperti apa hasilnya? KHOLID AMRULLAH, Batu. =============================================== Suhu di hutan Raden Soeryo, Cangar, Jumat lalu sangat dingin. Rintik hujan yang hampir setiap hari turun ditambah kabut tebal membuat suasana di tempat ini semakin khas. Namun, dinginnya suhu tersebut tidak mendinginkan semangat para anggota AMC untuk mengikuti dialog ilmiah geologi yang disampaikan oleh para pakar. Apalagi ketika disuguhkan data-data hasil ekspedisi tim AMC di Pantai Selatan. Ditemukan sejumlah fakta yang cukup mengkhawatirkan. Beberapa daerah di Pantai Selatan Jawa Timur sangat rawan tergoncang bencana gempa dan tsunami. Humas AMC Ir. Agus K. Tirtohardjo BSc. menegaskan, ada tiga kabupaten di Jatim yang rawan bencana alam. Yakni, Pacitan, Tulungagung, dan Lumajang. Tiga kabupaten tersebut rawan terkena benacana gempabumi dan tsunami. "Di tiga kabupaten tersebut terdapat patahan (sesar) yang rawan bergerak kalau terjadi gempa" ujar Agus. Temuan tersebut merupakan salah satu hasil pemetaan (mitigasi) bencana yang dilakukan oleh tim AMC Malang beberapa waktu lalu. Tim dari AMC telah melakukan penyusuran sepanjang Pantai Selatan. Mulai dari Pacitan sampai Banyuwangi. Setiap kabupaten terdapat satu tim ekspedisi. Penyusuran tersebut untuk melakukan pendataan terhadapa kondisi pantai dan daratan di pantai laut selatan Jawa TImur tersebut. "Termasuk mendata konsentrasi daerah pemukiman penduduk yang dekat dengan pantai," katanya. Menurutnya, di Pacitan terdapat patahan Grindulu. Patahan ini membelah kota Pacitan sampai Ponorogo bagian selatan. Sehingga kalau di pantai Pacitan terjadi gempa bumi, maka patahan ini bisa bergerak dan menghancurkan bangunan diatas patahan tersebut. "Sedangkan di wilayah kotanya, Pacitan sendiri sangat rawan terkena tsunami. sebab kota ini sangat dekat dengan pantai. Apalagi di kota tersebut tidak ada pemecah ombaknya," jelasnya. Berikutnya dalah Kabupaten Tulungagung. Di daerah ini terdapat patahan Brantas, yang panjangnya 100 Km lebih. Mulai dari Tulungagung, Kediri, hingga Jombang. Patahan tersebut kini menjadi Sungai Brantas. Sama dengan di Pacitan, kalau terjadi gempa, maka akan sangat berbahaya. Kemudian di Kabupaten Lumajang, di daerah tersebtu terdapat patahan Klakah. Patahan ini bermula dari Pantai Bambang - Klahakh - Lumajang hingga Sumenep. Daerah yang berada di atas patahan tersebut sangat rawan tergoyang gempa. Sedangkan untuk bahaya bencana tsunami, daerah yang rawan adalah Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Malang Selatan selain Sendang Biru, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. "Ya, semuanya rawan, tapi ada yang tidak terlalu rawan, yaitu Kabupaten Blitar. Sebab, di Kabupaten tersebut pantainya tidak terlalu banyak. Selain itu tidak banyak penduduk yang bermukim di tepi pantai," jelasnya. Bahkan Agus sudah memperkirakan, tahun depan, Jawa Timur akan terjadi gempa itu. Oleh sebab itu, saat ini AMC sedang gencar melakukan sosialisasi untuk menghadapi bencana alam. AMC juga merencanakan untuk memberikan materi cara menghadapi bencana di sekolah-sekolah agar sewaktu-waktu terjadi bencana masyarakat bisa melakukan langkah penyelamatan yang lebih cepat. Namun, tahap pertama yang akan dilakukan adalah kegiatan tanggap bencana bersama para kelompok pecinta alam. Sebab mereka sudah terbiasa melakukan ekspedisi di daerah-daerah sulit. "Kami berharap paradigma pecinta alam itu harus diubah. Kalau selama ini hanya terkesan kelompok yang suka berjalan-jalan ke gunung,maka harus ditambah sebagai kelompok yang bisa membantu kalau ada bencana alam," ujarnya. Sementara itu Hery Hardjono, geolog dari Puslit Geoteknolgi LIPI mengungkapkan deformasi (penurunan) kerak bumi di pulau Jawa tidak sama dengan pulau Sumatra. Kalau sejarah kegempaan di pulau Sumatra sering dipelajari, tidak demikian dengan pulau Jawa, relatif kurang diketahui. "Di Jawa tidak dijumpai sesar mendatar sebesar dan sejelas di Sumatra," jelasnya. Namun ada beberapa sesar yang menunjukkan pergerakan horisontal seperti di Cimandiri Jawa Barat, dan sesar Opak di Yogjakarta yang baru-baru ini menimbulkan gempa dengan magnitudo Mw=6.2. Selain itu, kata Hardjono, di selatan Jawa lempeng samudranya berumur lebih tua dibanding Sumatra. Lempengan ini ada di kedalaman 600 Km sehingga hal ini menyulitkan untuk mendalami lebih jauh pola deformasi yang terjadi di Jawa. (*) ================================================== Informasi tambahan dari ADB: - Lebih kurang 150 pecinta alam dari Malang (10 klub) dan Jawa Timur lainnya (5 klub) ikut hadir dalam acara sarasehan SADAR BENCANA dalam rangka HUT AMC ke-37 di Cangar (Lereng Gn. Welirang) pada Jumat 29 Desember tersebut. - Ikut berbicara dalam kesempatan sarasehan tersebut selain Dr Herry Haryono (LIPI) juga Dr Idwan Suhardi (Deputi BPPT) yang keduanya ikut menyemangati para pecinta alam untuk terus melakukan kegiatan dalam rangka Sadar Bencana tersebut. Andang Bachtiar (AMC), Ariadi Subandrio (IAGI), dan Ikhsyat Syukur (Surabaya) termasuk diantara yang hadir sebagai pecinta alam maupun sebagai ahli geologi yang ikut memfasilitasi sarasehan tersebut. - Dalam kesempatan tersebut juga dilantik 26 anggota baru AMC yang telah melewati masa DIKLATSAR, yang pada umumnya mereka adalah mahasiswa-mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang. - Ekspose hasil awal (preliminari) dari kegiatan Susur Pantai Selatan Jawa Timur AMC juga dilakukan dengan bentangan poster-poster, peta-peta, data-data kependudukan, dan sampel-sampel batuan. Para pecinta alam dari klub-klub lainnya sangat tertarik dengan model-model ekspedisi yang langsung bermanfaat buat masyarakat seperti ini; terlihat dari antusiasme mereka dalam tanya-jawab kepada para penjaga stand untuk bisa kiranya melakukan hal yang serupa di daerah mereka. - Wakil Ketua AMC (Warto Utomo) langsug menggalang pertemuan khusus dengan PA-PA dari luar Malang untuk berkoordinasi melakukan ekspose dan penyadaran serupa di kota-kota lain di Selatan Jawa Timur, sekaligus bekerjasama melakukan ekspedisi lanjutan tahap 2 dan 3. - Secara verbal Dr Herry Haryono dari LIPI menyanggupi untuk mengirimkan para ahli-nya berpartisipasi memberikan kursus2 kepada PA-PA di Jatim yang menyangkut "Community-based Mapping". Demikian juga Deputi BPPT Dr Idwan Suhardi menyanggupi untuk membicarakan lebih lanjut bagaimana membantu PA-PA tersebut melaksanakan kegiatan sosialisasi-bencana-nya. - Dinas KEsbangLinMas dari beberapa pemkot/pemkab juga hadir, dan mereka merasa sangat terbantu dengan pencerahan-pencerahan dalam acara yang diselenggarakan oleh PA-PA tersebut. Kedepannya: sangat dimungkinkan PA-PA di JAtim menjalin kerjasama lebih erat dengan Pemkot-Pemkab dalam kegiatan2 serupa. - Acara diteruskan denga pemutaran film-film ekspedisi AMC, dan ditutup dengan acara bebas (api unggun -- tertunda sampai tengah malam) ramah-tamah khas pendaki gunung. Salam Andang Bachtiar AMC-073 IAGI-0800 __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

