Ini kan masalah persepsi dari masing masing negara saja, Kalau
Singapur pakai "Semua Harus ikut Aturan' lha kalau di kita kan
"Semua Bisa diatur "
ISM

> Kita tidak perlu kaget mendapatkan berita2 seperti ini.
> Diseluruh lini keadaan seperti ini berkembang bahkan dengan
> situasi yang lebih
> memprihatinkan,termasuk 220 ribu jamaah haji hampir mati
> kelaparan ditanah suci. Kenapa kita harus menyalahkan
> Singapura yang kecil, justru yang kecil2 selalu menjadi
> pemenang yang petentang-petenteng (e.g. Israel). Banyak
> preman berbadan krempeng narik setoran dipinggir jalan semua
> manut tidak berani menolak. Jadikarena jangan lihat
> potongannya krempeng, tapi lihat siapa bekingnya...
>
> Lalu penambang pasir.. mungkinkah berlalu lalang begitu saja
> tanpa ada yang membekingi ? Saya kira tidak semua pejabat
> yang berwenang suka dengan keadaan ini, namun sanggupkah ..?
>
> Ahmiyul Rauf
>
> -----Original Message-----
> From: Tatang Juhatta [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, January 15, 2007 10:31
> To: [email protected]
> Subject: RE: [iagi-net-l] Pasir darat di pulau-pulau kecil
> vs KepMen Kelautan&Perikanan no.41/20
>
> tapi kenapa adengannya mesti logat cina..
> padahal tipu orang melayu tak kalah gesitnya
> apalagi india keling...sami mawon...
> tapi singapura negeri kecil yang makmur, tapi sebenarnya
> rapuh ..stabilitasnya sangat tergantung dari
> stabilitas kawasan regional.
> kirim asap saja dari sumatra/riau..bisa menguncang ekonomi,
> bursa saham dll....
>
> tj
>
> -----Original Message-----
> From: Supardan [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, January 15, 2007 9:16 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Pasir darat di pulau-pulau kecil
> vs KepMen Kelautan&Perikanan no.41/20
>
>
> Mas Agus,
>
> Saya ikut prihatin dengan kasus yang anda tulis tersebut.
> Kawasan Pelabuhan Jurong di Singapore, bukanlah tanah air
> Singapore, karena tanahnya dari Indonesia, airnya saja yang
> asli Singapore. Barangkali ada beberapa pulau kecil kita
> yang hilang karena diangkut ke Jurong, yang pada saat ini
> telah menjadi kawasan yang *ijo royo-royo*, semacam hutan
> buatan.
>
> Ada cerita seorang sopir taxi di sana. Dia bilang, *kasihan
> olang Indonesia ha... negala kaya, lakyatnya miskin ha....
> segala sesuatu yang belkaitan dengan Indonesia bisa diatul
> ha.., yang penting pejabatnya dikasih duit... beleslah.
> Olang Indonesia kilim balang ke sini, taluk gudang, tunggu
> busuk, lalu dibuang. Pejabatnya kasih duit, beleslah...*
> **
> Cerita di atas hanyalah sekelumit cerita tentang bagaimana
> perlakuan Singapore terhadap Indonesia dan bagaimana
> persepsi orang Singapore tentang Indonesia. Bahkan... cerita
> tersebut hanyalah persepsi seorang rakyat kecil di sana.
> Kalo ditarik ke atas, bagaimana dengan persepsi para
> pejabatnya? Oleh karena itu, tidak heran kalo selama ini
> kita selalu dikadalin negeri mini tersebut. Kok bisa
> ya....!!! Pertanyaannya, sampai kapan kondisi seperti
> ini....??? Belum lagi para pengemplang duit rakyat (BLBI),
> koruptor, pelaku ilegal logging dll, yang sembunyi di sana
> dan tidak bisa kita sentuh, karena tidak ada perjanjian
> ekstradisi. Masih ingatkah kita tentang kasus H. TAHIR?
> Waktu itu negara kita ikut rebutan warisannya dengan janda
> H. TAHIR. Saya kira itu hanya sebagian kecil dari duit/
> kekayaan rakyat Indonesia yang dilarikan ke sana, di samping
> ke beberapa negara lain tentunya.
>
> Suatu saat nanti dan mudah-mudahan tidak terlambat karena
> seluruh kekayaan kita telah diembat, alangkah bahagianya
> rakyat Indonesia, jika para pemimpinnya telah berubah
> pikiran untuk makmur bersama, bukan diri sendiri yang kaya
> raya karena selalu disuap orang Singapura. Tentunya masalah
> ini jadi PR kita bersama.
>
> Wassalam.
>
> *
>
>
> * On 1/12/07, Minarwan (Min) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Mas Agus Hendratno ysh,
>>
>> Mineral kuarsa juga memiliki nilai yang lebih penting,
>> yaitu sebagai salah satu bahan untuk membuat serat optik.
>> Serat optik seperti yang kita ketahui pada saat ini
>> termasuk salah satu tulang punggung
>> komunikasi internasional, termasuk industri teknologi
>> tinggi juga.
>>
>> Sedikit informasi mengenai kegunaan kuarsa ada di sini:
>> http://www.state.ar.us/agc/quartz.htm
>>
>> Saya tidak tahu apakah Indonesia sudah memiliki industri
>> yang
>> memanfaatkan kuarsa untuk membuat serat optik,
>> mudah-mudahan saja sudah ada, sehingga minimal kita sudah
>> mulai untuk "tidak menjual SDA tanpa diolah lebih dulu".
>>
>> Salam
>> cakmin
>>
>> On 1/13/07, Agus Hendratno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Anda tahu, kuarsa itu bahan
>> > baku untuk industri gelas dan juga keramik. Tentunya
>> > nilai jual setelah di singapura lebih mahal, dari
>> > sekedar membeli secara legal atau illegal dari pemasok
>> > "pasir darat" dari batam dan wilayah kep.riau lainnya.
>> >
>> >
>> > Salam
>> > AGS
>> --
>> Step back and see the big picture
>> Ubuntu Linux User #7746
>> http://desaguadero.blogspot.com
>>
>> --------------------------------------------------------------------->> ayo 
>> bersiap untuk PIT IAGI ke-36 tahun 2007!!!
>> semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas
>> internasional...
>> --------------------------------------------------------------------->>
>> To unsubscribe, send email to:
>> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email
>> to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
>> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> --------------------------------------------------------------------->>
>>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------> ayo 
> bersiap untuk PIT IAGI ke-36 tahun 2007!!!
> semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas
> internasional...
> --------------------------------------------------------------------->
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> --------------------------------------------------------------------->
>
> ---------------------------------------------------------------------> ayo 
> bersiap untuk PIT IAGI ke-36 tahun 2007!!!
> semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas
> internasional...
> --------------------------------------------------------------------->
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------


___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



---------------------------------------------------------------------
ayo bersiap untuk PIT IAGI ke-36 tahun 2007!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke