Pak Awang dan teman yang lain, terimakasih response nya. 
Sepertinya sudah pernah di coba di Kondur, walaupun belum berhasil.
Saya rasa semua "concerns" pak Awang sebutkan bagus dibawah penting di
pertimbangkan, namun disis lain perlu untuk terus mencoba nya ya.

Salam,
Yarmanto

-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, January 16, 2007 11:40 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Gas Shale

Pak Yarmanto,

Di bawah ini adalah diskusi di IAGI-net yang pernah dilakukan soal gas
shale pada bulan April 2006. Semoga ada gunanya walaupun belum
menunjukkan masalah biaya yang dibutuhkan untuk mengeksploitasi shale
gas.

Salam,
awang


Awang Harun Satyana
Thu, 06 Apr 2006 20:23:08 -0700

Prawoto,

Info yang menarik, terima kasih. Saya cc-kan ke iagi-net ya. PBS yang di
fasies delta (delta lakustrin) bisa punya karakter gas-prone yang makin
minimal menuju deep lakustrin. Walaupun PBS masuk gas window, tetapi ia
didominasi labile kerogen yang oil-prone, maka hasilnya tetap akan
dominan oil, hanya light oil. 
Perlu reafractory kerogen agar gas-prone.

Shale sangat porous sebelum kompaksi, setelah kompaksi ia jelas
berkurang, tetapi permeabilitas sangat minimal. Jadi, tak cukup hanya
dari indikasi

porous, ia juga harus permeable agar flowing dan shale tak punya itu
tanpa fracturing. Mungkin metode test harus di-frac juga (metode frac
juga harus dicoba multiple seperti dengan nitrogen foam atau sclicked
water).

Soal Telisa dan Petani shales, CSB punya GG average 4.3 deg F/100 ft
(salah satu cekungan dengan GG yang paling tinggi di dunia), di beberapa
graben mereka sudah matang, dan justru tipe generating SR dan potential
SR ini yang jadi kandidat bagus, lagipula ia lebih gas-prone
dibandingkan PSB karena mereka diendapkan dalam lingkungan yang lebih
oxidized. Kalaupun belum matang di beberapa tempat, Petani telah
terbukti menghasilkan biogenic gas di beberapa blok di CSB (Seng, Segat,
Bentu, Korinci dll.).

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Prawoto Ikhwan Syuhada [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, April 07, 2006 9:56 AM
To: Awang Harun Satyana; [EMAIL PROTECTED]
Subject: FW: [iagi-net-l] Shale-Gas Play : Exploring and Producing Gas
from Source Rocks

Maaf karena ngimelnya ke pak awang n Mas bamb.. ajah.. karena imil tidak
bisa nimbus IAGI [mungkin belum ter-recognize oleh IAGI net]

Saya kurang sependapat dengan pak awang mengenai Pematang Brown Shale
(PBS), Sumur yang lumayan terakhir dari Kondur cukup menembus PBS malah
sampai ke Basal Clastic (lower Red Bed)thicknes nya hampir 1800 ft.  Di
dalam section PBS tersebut content-nya diinterpretasikan berbagai facies
dari lacustrine, mulai dari delta sampai deep lacustrine.  Potensi untuk
Shale gas Play terlihat di bagian bawah [kurang lebih tebalnya 120 ft],
dari data gas reading shalenya menunjukan pembacaaan yang cukup besar
[sekali] muncul sampai C5, Total Gas juga besar serta resistivitya nggak
tanggung-tanggung di atas 100 ohm m, sedangkan soniknya responsya high
DT (mungkin karena over pressure efek juga)...
Bule dari Kanada yang melihat log ini pun langsung mengklaim bahwa
typical yang semacam ini di Kanada di kembangkan untuk Fractured Shale
Gas.  Dari segi windownya jugah PBS, di CSB basin, khususnya Bengkalis
sudah masuk gas window.

Kita juga melakukan DST di shale ini (agak Nekat) karena sejak pertama
terpesona oleh Resistivity dan gas reading yang besar serta adanya oil
show di shale, tetapi sayang hasilnya no flow, padahal kita sudah coba
menempatkan interval pada shale yang "agak" porous [dngn melihat
response NPHI & RHOB serta DT]

Kalau kasus untuk Petani atau Telisa shale dari segi potensi, memang
keduannya berpotensi sebagai source rock, tetapi dari segi maturity
apakah bisa???

Kalau melihat papernya Curtis, 2002 mengenai "Fractured Shale-Gas
System" [AAPG Buletin November 2002], disitu log type untuk Shale gas
Play memang dibutuhkan shale yang tebal, dan resistivitynya pun tidak
heboh-heboh amat (tidak sampai 50 ohm m).. di Lewis Shale of San Juan
Basin

praw


Awang Harun Satyana
Thu, 06 Apr 2006 19:24:57 -0700

Mas Bambang,

Hal lain yang harus dipikirkan tentang shale-gas play ini adalah apakah
ia gas-prone atau oil-prone, saya pikir brown-shale di CSB sangat
lakustrin (tipe kerogen I) dan sangat oil-prone, jelas akan lebih sulit
untuk ekspulsinya dibanding gas (terhubung ke permeability cut off). Di
samping itu, brown shale adalah dominantly spent source rocks, SR yang
sudah menggenerasikan banyak hidrokarbon. Kandidat baik untuk shale-gas
pay adalah generating SR atau

potential SR. Untuk play ini, kalau ada shale di Petani malah bisa lebih
baik dari Brown shale kelihatannya.

Statistik minimum permeability untuk flowing oil ada, tetapi serabutan,
di Salawati, 20-30 mD masih bagus untuk flowing oil di Kais carbonates,
tetapi light oil (volatile). Oil yang medium gravity 30an API mungkin
sulit melewatinya (Pak Yanto Salim PetroChina Kepala Burung mungkin bisa
klarifikasi
?)

Salam,
Awang

-----Original Message-----
From: Bambang Murti [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, April 07, 2006 8:15 AM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [iagi-net-l] Shale-Gas Play : Exploring and Producing Gas from
Source Rocks

Konsep yang menarik pak Awang. Untuk fluida gas, rasanya sah-sah saja,
ini mengingat relative permeability-nya dan tentu saja viscosity-nya,
jadi, ada fracture dikit aja, brulll, gas-nya bisa keluar, nasib baik
kalau ikutan kondensat-nya. CBM juga mempergunakan prinsip yang sama.
Gas tidak dijumpai dalam fraksi bebas tetapi terikat dalam struktur
molekular-nya, itu yang menyebabkan kenapa sumur-sumur gas di CBM
diperlukan dalam jumlah yang banyak.
Kalau untuk fluida yang relative permeability-nya lebih rendah dan
viscosity-nya lebih tinggi, mungkin ceritanya sedikit berbeda.
Barangkali pak Awang punya statistik, minimum permeability yang bisa
mengalirkan minyak. Barangkali ada KPS yang sudah melakukan hal
tersebut? Yang penting ada good shows, lithology terserah. Bisa-bisa
chimney, kalau size-nya besar, bisa menjadi exploration/exploitation
target juga.
Bisa-bisa si "Brown Shale" di CSB bisa menjadi target yang menarik tuh.
Bambang

-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, April 06, 2006 12:46 PM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [iagi-net-l] Shale-Gas Play : Exploring and Producing Gas from
Source Rocks

Belakangan, konsep eksplorasi dan memproduksi gas dari serpih yang
berkualitas sebagai batuan induk ramai dikerjakan perusahaan2 pemain gas
di wilayah midcontinent US. Tak perlu lagi mencari reservoir
batupasir/karbonat/basement yang berindikasi mengandung gas, cari saja
langsung batuan induknya (serpih) bor, retakkan (fract), dan produksikan
gasnya. 
   
  Metode ini sebenarnya sudah terbukti sejak 1998, saat gas
diproduksikan dari Barnett shale (berumur Karbon) di cekungan Fort Worth
north-central Texas. Pekerjaan2 tujuh tahun terakhir menunjukkan bahwa
potensinya terus mengembang, bahkan ada yang memprediksikan bahwa gas
produksi gas dari Barnett shale bisa melampaui produksi gas dari
lapangan gas terbesar di US, Hugoton Field. Sebanyak 1 TCFG telah
diproduksikan dari Barnett shale ini sampai akhir 2005 kemarin ("AAPG
Explorer" edisi Februari 2006). Devon Energy, pemain gas terbesar di US
midcontinent telah mengebor sebanyak 2000 sumur produksi untuk menguras
gas di Barnett shale.
   
  Apakah hanya di Fort Worth Basin ? Tidak, belakangan ditemukan pula
shale-gas play di Fayetteville shale di Arkoma Basin (Arkansas-Oklahoma)
yang seumur dengan Barnett shale. Sebanyak 80 sumur telah dibor
operator2 gas di wilayah ini dan umumnya menemukan gas. Tebal shale
bervariasi dari 50-75 ft di Arkansas, 300 ft di bagian timur Arkoma,
sampai melebihi 1000 ft di wilayah Mississippi Embayment. 
   
  Apa syarat-syarat utama play ini ? Shale harus punya kualitas source
rock yang baik, gas-generative capacity yang baik,  harus matang,
fracturability yang tinggi-bedded (agar mudah di-frac), horizontal
drilling. Maka evaluasi geologi-geokimia yang baik, teknik horizontal
drilling dengan geo-steering yang baik, dan production dengan frac
technology  adalah mutlak diperlukan.
   
  Frac technology dalam hal ini sama saja dengan meniru proses alamiah
ekspulsi gas dari shale yang memang melalui microfracturing di fissile
zones serpih kaya organik tersebut. Maka semakin fissile shale itu
semakin baik.
   
  Kalau suatu saat ditemukan shale dengan log GR off-scale dan high
resistive, jangan dilewatkan, itu berpotensi shale-gas play. Tak perlu
reservoir, tak perlu perangkap, hanya perlu shale yang kaya organik,
matang, bor horizontal dan frac !
   
  salam,
  awang


-----Original Message-----
From: Yarmanto (yarmant) [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, January 16, 2007 9:12 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Gas Shale

Apakah ada yang punya pengalaman memproduksi gas dari "source rock" ?
Baik dengan cara frac maupun lainnya. Salah satu sumur di CPI mempunyai
indikasi gas reading yang cukup tinggi dari litologi yang dominant silty
shale (setebal 300 kaki) pada kedalapan 7000 kaki dengan . Kalau ada apa
saja yang diperlukan untuk menghitung rate nya ? Kemungkinan sukses dan
kalau ada pengalaman tentang cost nya?  Terimakasih.

Salam,
Yarmanto


---------------------------------------------------------------------
ayo bersiap untuk PIT IAGI ke-36 tahun 2007!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
Mulia No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
ayo bersiap untuk PIT IAGI ke-36 tahun 2007!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
Mulia No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
ayo bersiap untuk PIT IAGI ke-36 tahun 2007!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke