Yang saya jelaskan sebelumnya adalah untuk final depth reference, yaitu dipakai yang wireline depth. Sedang pada saat operation / drilling biasanya kita pakai depth-nya driller alias LWD depth, karena semua casing-shoe depth adalah drilling depth. Nah setelah selesai drilling, waktu finalization, all of the log depth adalah menggunakan wireline depth yang akan disaved ke dalam database (untuk tujuan korelasi dengan sumur2 lainnya).
Pada saat drilling, kalau memang ada beberapa wireline di-run, biasanya akan dipakai logger-depth yang pertama kali di-run, kecuali log yang pertama di-run ada depth problem (check di tension curve, pilih yang paling sedikit tension curve dragging-nya). Koreksi depth terhadap log-down & log-up akan dilakukan terakhir setelah drilling selesai, ini untuk keperluan database & korelasi2 dengan sumur2 lainnya. Antara log-down & log-up dibandingkan dengan casing-shoe sebagai check-point-nya, casing shoe log-down seharusnya sama dengan log-up-nya, kalau tidak sama berarti salah satu ada yang tidak benar, terus dicheck lagi tension curve yang paling sedikit mengadung drag, ya itu yang dipilih & dipakai sebagai final depth reference selanjutnya. wass, On 1/24/07, Shofiyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Menarik sekali, thanks pak Nyoto. Kalo DEPTH LOGDOWN yang dipakai, bagaimana dengan depth matching prosesnya mengingat CURVE yang kita pakai adalah dari LOGUP? Kalo itu kita lakukan, maka koreksi DEPTH akan selalu dilakukan terhadap log log berikutnya dan koreksinya TIDAK AKAN SELALU SAMA mengingat drag dan overpull sering terjadi di tempat yang berbeda? Apakah mungkin kita melakukan hal hal yang laen, semisal CASING SHOE waktu LOGUP kita koreksi terhadap CASING SHOE waktu LOGDOWN dan semua CURVE dari LOGDOWN kita shift sesuai perbedaan atau koreksi CASING SHOE, jadi lebih bersifat bulk shifting? apakah ini realiable? Shofi On 1/24/07, nyoto - ke-el <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > On 1/24/07, Shofiyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Barangkali ada yang mau share. > > Kalo kita drilling di highly deviated well (> 45 derajat) atau > katakanlah > > sampe horizontal, depth dari manakah yang kita pakai sebegai reference? > > > Biasanya pakai wireline depth, karena drilling highly deviated ataupun > horizontal well biasanya dilakukan di development field, jadi objectivenya > untuk korelasi dengan well2 sebelumnya di field tsb. Well2 yang sebelumnya > biasanya vertical & kalau miring masih kecil deviation angle-nya, jadi > biasanya di previous wells mereka hanya ngerun wireline log aja (apa lagi > sumur2 kuno, gak/belum ada LWD waktu drillingnya). > > apakah mudlog, LWD atau wireline? Mudlog dan WLD sangat tergantung sekali > > dengan tally pipe yang bisa saja ada kesalahan oleh driller dan crew > nya. > > > Ya betul memang, driller depth lebih banyak error-nya dibanding wireline > depth. > > Untuk Wireline logging, manakah yang dianggap lebih baik antara Log Down > dan > > Log UP? bagaimana kira kira proses yang baik untuk menjadikan depth yang > > kita pake ini akurat? seperti kita ketahui, untuk Log Down kita pake > speed > > yang lumayan tinggi (up to 5000 ft/hr) sedangkan waktu log akan banyak > > drag > > dan overpull yang memerlukan koreksi yang tidak sedikit dan seringkali > > koreksinya tidak linear misal satu tempat 1 ft dan laen tempat bisa 2 ft > > dan > > sebagainya. > > > Biasanya yang dipakai log down, tapi perlu juga dibandingkan log-upnya, > kalau SLB biasanya dua2nya direcord semua & diprint untuk dibandingkan > hasilnya. Kalau perlu dikombinasikan antara keduanya (log down & log up). > Tapi ini jarang2 dilakukan kecuali ada kejadian2 khusus, misalnya log > downnya terganggu dengan sticky interval dsb, kalau high speed gak > masalah, > karena sudah ada speed correction-nya yang cukup akurat. Kalau mau pakai > log-up harus diperhatikan cable tension curve-nya, kalau high tension ya > jangan dipakai/dipercaya di interval tsb. Waktu log-down kalau di > horizontal > hole biasanya mereka pakai tractor untuk mendorong toolnya ke bawah, ini > juga ada koreksinya, tapi semua telah dilakukan oleh kontraktor wireline. > > Berapa sih sebenarnya maksimum kabel mulur kalo kita logging dengan > kedalam > > 8000 ft MD? > > > Toleransi yang dipakai international adalah 10 ft every 10,000 ft MD, jadi > kalau 8000 ft MD ya kira2 8 ft error masih ok. > > Terima kasih untuk yang memberikan pencerahan. > > > Kalau ada tambahan pengalaman lain , silahkan, kita perlu share > pengalaman, > tx. > >

