Kenapa ya, lapangan2 besar yang sudah jelas ada isinya & tinggal ngambil saja
  mesti harus Perusahaan asing yang kelola (meski kontraknya sudah habis - 
tetap diperpanjang), sehingga expat banyak yang bercokol disana & trus banyak 
kawan kita merasa dikangkangi atau istilahnya kang Harry "seperti badut 
konyol". Padahal banyak tenaga lokal yang mumpuni untuk mengelolanya, dengan 
menaikkan kompensasi & benefit
  tenaga lokal dari bayar expat yang jauh lebih mahal. Untuk hal2 yang 
berkaitan dengan management bolehlah kontrak expat, karena biasanya tenaga 
lokal agak susah diatur oleh tenaga loka juga. Presisden kita aja konon susah 
ngatur kinerja para pembantunya.
   
  Salam,
  AgusS
Harry Kusna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Rekan2 ysh., 

Kalau boleh usul, mungkin ada baiknya BPMIGAS sekali2 berkunjung ke kantor2 Oil 
Companies di dlm negeri untuk "saling belajar", misalnya datang ke BP, atau 
ExxonMobil, atau Chevron, atau apa saja, untuk mengetahui bagaimana data2 E&P 
lapangannya disana dikelola, baik dari system komputer-nya (h/w, s/w) , maupun 
dari segi brain ware-nya (procedure, organisasi, dsb). Dari saling belajar 
tsb., kalau kita jeli, nanti mungkin akan terlihat dimana bolong2nya pengawasan 
kita, dan bagaimana kita seharusnya.
Sebetulnya, seperti yang dikemukakan Kang Harry RW, pekerja2 nasional kadang2 
mengetahui hal2 yang "kelabu" tsb dan sudah mencoba untuk mengingatkan, tetapi 
tanpa dukungan yang kuat dari BPMIGAS, hal itu menjadi kurang efektif.
Mudah2an ada perbaikan ke depan untuk kebaikan kita semua. Amin.

Wassalam,
Harry Kusna

harryrw wrote:
Mumpung lagi bicara topik ini, saya punya sedikit input... Menurut
pengamatan saya BPMIGAS kurang tegas dalam menindak dan menegur oil
companies yang "nakal", dan kalau bisa ada sinergy yang lebih baik dari
berbagai dept di BPMIGAS, tentunya akan lebih mudah untuk "unjuk gigi" pada
oil companies nakal ini... Kami para pekerja nasional di tempat saya bekerja
sering memperingatkan perusahaan untuk mentaati due date suatu proses yang
digariskan BPMIGAS, tapi ternyata hanya cukup dengan satu telephone call,
due date tersebut bisa kami langgar dengan mudah....... Dan kami para
pekerja lokal tinggal merasa seperti badut konyol, karena warning yang saya
utarakan ternyata tidak ada...... Mungkin para expat pikir, bahwa itu hanya
akal2an kami untuk menakut nakuti mereka ...!!!! Sekarang, sering kali kami
mengingatkan suatu hal dan dengan enteng dijawab :"NO NEED!!". Kadang saya
terusik untuk berpikir, apa gunanya lambang BPMIGAS di badge saya ?????
Begitu juga dengan expat dan RPTKA, barangkali BPMIGAS bisa mengirim teguran
keras tertulis menegur perusahaan tersebut bahwa mereka sudah melakukan
pelanggaran, kalau perlu dengan memberlakukan sangsi!! .... Saya malah
pernah dengar cerita seorang kawan betapa ia terbengong bengong melihat
salah satu perusahaan asing asia menggunakan tenaga kerja kasar (sekali lagi
Tenaga kerja kasar!!!!) yang masuk sebagai bagian dari barge yang mereka
pakai, yang pada kenyataannya tidak hanya bekerja di dalam barge itu tapi
juga mengerjakan pekerjaan2 lain diluar barge !!!!........ Jangan2 mereka
masuk ke Indonesia dengan title yang di mark-up!!! Entah sebagai
"specialist" apa!! ..... Hal ini tentunya bisa terjadi karena kurangnya
pengawasan, tapi sayapun sangat mahfum akan terbatasnya tenaga kerja di
BPMIGAS, saya bayangkan betapa di eksplorasi saja HANYA ada kurang dari
sepuluh orang di tiap region yang harus mengawasi sekian banyak aktifitas
oil companies di region itu, tentu saja dengan mudah oil companies melakukan
kenakalan kenakalan tanpa termonitor oleh BPMIGAS. Tinggallah BPMIGAS yang
terjepit antara beratnya tugas/tanggung-jawab dan "kemampuan" yang jauh dari
memadai.

Mudah2an ini dianggap sebagai input positip seperti yang saya
harapkan.....untuk membuat bangsa ini menjadi lebih baik dan dihormati (dan
tentunya di"harga"i selayaknya he he he)

Harry RW

-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, January 25, 2007 4:24 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Lagi Lagi Cost Recovery

Rekan-rekan saya di SDM External BPMIGAS(bagian yang mengurusi SDM nasional
dan ekspat di oil companies) bila ada usulan2 RPTKA (rencana penempatan
tenaga kerja asing) yang diusulkan oleh oil companies selalu
mengkonsultasikannya ke bagian2 teknis terkait di BPMIGAS. 

Bila ada posisi ekspat untuk geologist, geophysicist, sr. geologist, sr
geophysicist, chief geologist, chief geophysicist, atau exploration manager
yang baru atau diperpanjang, rekan2 SDM External itu akan berkonsultasi
dengan Divisi Eksplorasi.

Lalu kami akan memeriksa keperluannya, efeknya kalau ekspat ybs. ada, dan
kapabilitas orangnya. Tak jarang, mereka kami panggil untuk membuktikan
kapabilitasnya itu (misalnya lewat presentasi, lewat
program2 dll.). Untuk posisi2 yang diperpanjang, kami juga mencari masukan
ke departemen2 teknis asal ekspat itu. Ekspat yang rasialis atau yang tidak
dapat bekerja sama misalnya pernah tidak diperpanjang lagi di suatu oil
company, itu atas laporan2 SDM nasional di company tersebut dan setelah
dilakukan penelitian. 

Singkatnya, kami di BPMIGAS tak begitu saja menerima usulan2 RPTKA.
Tetapi, banyak pos-pos G & G pengalaman menengah 10-15 tahun yang kosong tak
diisi oleh SDM nasional sebab memang sulit dicari (brain drain ke LN), pos2
itu kemudian diisi ekspat...(itu keluhan seorang rekan saya di SDM Eksternal
BPMIGAS yang belakangan terpaksa menyetujui RPTKA tenaga G & G akibat brain
drain ini : ada yang pergi ada yang datang). 

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, January 25, 2007 3:31 PM
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Lagi Lagi Cost Recovery

>
pertama-tama saya mohon maaf dgn komentar saya yg nyeleneh. Tapi hrs diakui
bhw kenyataan dilapangan memang menyakitkan, sehingga tenaga prof.nasional
tdk mendapatkan porsi yg pas dgn perkataan lain hanya jadi ban serep.Banyak
tenaga kita yg bagus2, sbg bukti dgn banyak tenaga ahli kita yg berkiprah di
internasional....Pihak operator/expart asing selalu mempunyai presepsi yg
negatif thd tenaga nasional ( walaupun ada memang beberapa kaya gitu; tapi
kan gak semuanya. )...kalau kita bilang kecolongan kayak nya gak; lha waktu
mengajukan rptka, kan disebutkan si "john" itu keahliannya apa/pendidikan
formalnya apa/ siapa yg menjadi incumbent nya dsb. dan ini kan di
presentasikan didepan para pejabat yg berwenang.dan kalau sekiranya ada hal2
yg mencurigakan, bisa dipanggil/inerview/sebelum diteruskan unutk diberikan
work permit dsb ( kalau ternyata mereka tidak becus jgn kasih work permit/
atau cabut work permit nya...yang lebih celaka ada tenaga manegement
nasional di company tsb. biasanya lebih bule dari bulenya sendiri...yah sih
persoalannya tdk hanya sekedar tenaga kerja saja/sistem/kontrol/perlu
dibenahi....supaya pengelolaan kekayaan alam dinegeri dapat dipakai secara
maksimal untuk mensejahterakan rakyat banyak....dan ahirnya expat tdk sama
dgn expert...

Wassalam

Yth bapak "so what gitu lho",
>
> Saya sangat tidak setuju dengan statement anda, karena ini bukan 
> sekedar "masalah So What Gitu Lho", tapi suatu "kecolongan"
fundamental
> yang mesti cepat-cepat dibenahi dan dibuat jelas. Meng-ekspat-kan bule 
> yang baru keluar sekolah untuk belajar di Indonesia, dan biayanya 
> di-beban-kan ke cost-recovery, jelas-jelas "perampokan".
>
> Sebenarnya peraturan authority MIGAS Indonesia sejak jaman dulu
sangat
> jelas, bule-bule yang bisa ditempatkan disini (sebagai pegawai,
expats,
> yang dianggap expert) adalah orang-orang yang seharusnya memang punya 
> pengalaman luas di bidangnya, yang nantinya pengalamannya mesti dibagi 
> ke pegawai lokal yang akan pegang post dia dalam beberapa tahun. Jadi, 
> seperti sudah dikomentari mas Frank, mas Syaiful, sangatlah absurd
untuk
> percaya kalau ada bule yang baru selesai sekolah 3 tahun yang lalu 
> (apapun sekolah asalnya) ditempatkan di Indonesia, dibebankan pada 
> recovery cost atau production cost, atau biaya apapun, dianggap
expert,
> yang dianggap punya "kesaktian" lebih untuk dibagi. Yang terjadi,
mereka
> "mengambil kesaktian%2

---------------------------------------------------------------------
siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini???
ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau
Dewata!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini???
ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau
Dewata!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini???
ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau Dewata!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------
TV dinner still cooling?
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.

 
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
 Try the free Yahoo! Mail Beta.

Kirim email ke