>
  Yth Pak Kusumadinata

  Mengapa "lembaran hitam" ?
  Justru pada situasi seperti ini para ahli kebumian dituntut untuk
  memberikan suatu "penjelasan" kepada masyarakat berdasarkan kaidah
  ilmu kebumian dan fakata fakta yang tersedia.

  Apakah itu cukup ???

  Mestinya belum , masyarakat tentu mengharapkan adanya usulan penyelesaian
  (betapapun pahitnya) , daripada ter-ombang ambing setiap hari.

  Beberapa pertanyaan yang harus dijawab (apakah data saat ini ada ?, apakah
  ada referense diluar Indonesia).

  1. Berapa volume lumpur panas yang ada dibawah permukaan ????
     Apakah data geofisik/seismik dapat dipakai untuk menhitung ini?
     Berapa tekana formasi ??? (apakah data pemboran dpt dan ada???).
  2. Dengan laju alir seperti ini berapa lama akan terjadi ??
     satu tahun , dua tahun ???).
  3. Kalau ad 2 bisa dijawab , berapa luas daerah yang harus "dikosong" -
     kan ??

  Nah pertanyaan2  diatas siapa lagi yang harus menjawab kalau bukan ahli
  kebumian ??? Apa menunggu ada ahli kebumian "bule" yang menjawab ???

    Kalau para ahli kebumian mampu menjawab dan BERANI , karena pasti
    jawaban-nya akan sangat tidak populer, bukankah ini kewajiban kita ??

   Keluhan Pak Kusumadinata mengenai mas media , bukan hal yang mengherankan
   , apalagi Kompas yang dari dulu terkenal sebagai koran yamg selalu cari
   selamat (makanya laku dan hidup terus, wong baru dibreidel sekali saja
   sudah kapok dan ampun2an).

   Si-Abah

   _________________________________________________________________________



    Si-Abah

  Saya kira Geoscience di Indonesia ini sekarang sedang mengalami lembaran
> hitam
> Sewaktu saya menulis suatu artikel di koran bahwa Lumpur panas Sidoardjo
> dapat dialirkan dengan aman ke laut, mass media berebutan mengejar saya
> untuk interview, bahkan artikel itu di terbitkan kembali oleh salah satu
> koran Jakarta. Kompas menyesalkan saya mengirimkan artikel ke koran lain,
> karena dia ingin menerbitkannya.
> Tetapi ketika saya menulis artikel bahwa semburan lumpur Sidoarjo adalah
> gejala alam yang disebabkan/dipicu ulah manusia, Kompas mentah-2 menolak
> artikel tersebut, tidak ada satu media yang mau memuat artikel tersebut.
> Saya kira mass media kita sangat berpihak, ingin menerbitkan opini yang
> disenanginya saja.
> Wassalam
> RPK
> ----- Original Message -----
> From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Cc: "HAGI-Net" <[EMAIL PROTECTED]>; "migas indonesia"
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>;
> "MediaCare" <[email protected]>
> Sent: Monday, January 29, 2007 4:52 PM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Scientists: Mudflow caused by drilling, not
> natural !
>
>
>> On 1/29/07, Nataniel Mangiwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>> Pak Rovicky,
>>>
>>> Boleh tahu, bagaimana pendapat Pak Rovicky sendiri? Final answernya
>>> apa (versi Pak Rovicky)? Kalau dari hasil membaca saya tentang tulisan
>>> Pak Rovicky di blog, Pak Rovicky lebih condong setuju dengan pendapat
>>> ini: "Mudflow caused by drilling, not natural".
>>>
>>> Soalnya..banyak geologist dan orang awam yang mengunjungi blog Bapak,
>>> yang kemungkinan saja pembaca-pembaca tersebut akhirnya menjadikan
>>> blog Bapak sebagai 'reference'. Terlepas dari mana yang benar atau
>>> yang kurang benar, yang jelas statement 4 bule ini sangat tegas (NOT
>>> natural).
>>>
>>> Terimakasih,
>>> Natan (salah satu pengunjung blog)
>>>
>>
>> Nathan
>>
>> Aku sendiri berusaha mengungkapkan semuanya tanpa berpihak. Ini tujuan
>> aku membuat blog supaya semua melihat fakta "apa adanya" tanpa
>> pretensi, bahkan boleh berdebat dan memaki-maki, wong aku ngga
>> memoderate komentar, kecuali SPAM. Aku memang cenderung berpendapat
>> dipicu oleh pemboran. Tetapi disisi lain saya juga menginginkan supaya
>> jangan sampai pembaca bias atas pendapat saya, tapi sulit juga, ya :)
>>
>> Ya kalau mereka merefer pendapat saya boleh saja, tetapi saya juga
>> merefer yang sebelumnya. dst dst.
>>
>> Btw, beginilah sulitnya mengungkap "fakta" tanpa pretensi keperpihakan
>> ya
>> :(
>> Dulu ketika aku bilang bahwa kalau lumpur dibuang kelaut itu ngga
>> apa-apa, saya dituduh anteknya Bakri, sekarang saya condong menyatakan
>> ada kemungkinan dipicu pengeboran dimusuhi yang satunya ... susyah :(
>>
>> RDP
>>
>>
>>> On 1/27/07, Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>> > Scientists: Mudflow caused by drilling, not natural
>>> > http://rovicky.wordpress.com/2007/01/26/scientists-mudflow-caused-by-drilling-not-natural/
>>> >
>>> > Begitulah judul dari tulisan Asociate Press (AP) . Kalimat ini
>>> diambil
>>> > dari kesimpulan yang dilakukan oleh 4 ahli dari Durham University.
>>> > Judul tulisan asli yang diterbitkan oleh GSA (Geological Society of
>>> > America) ini berjudul "Birth of a mud volcano: East Java, 29 May
>>> 2006"
>>> > - kelahiran gunung lumpur pada tanggal 29 May 2006.
>>> >
>>> > Satu kesimpulan yang menarik adalah LUSI Lumpur Sidoarjo ditrigger
>>> > oleh pengeboran dan bukan karena gempa tektonik.
>>> >
>>> > Artikel ilmiah ini ditulis oleh empat orang ahli kebumian yaitu
>>> >
>>> >    * Richard J. Davies, Centre for Research into Earth Energy Systems
>>> > (CeREES), Department of Earth Sciences, University of Durham, Science
>>> > Labs,
>>> >    * Richard E. Swarbrick, Geopressure Technology Limited, Mountjoy
>>> > Research Centre, Stockton Road, Durham, DH1 34Z, UK;
>>> >    * Robert J. Evans, 3DLab, School of Earth, Ocean and Planetary
>>> > Sciences, Main Building, Park Place, Cardiff University, Cardiff CF10
>>> > 3YE, UK;
>>> >    * Mads Huuse, Department of Geology and Petroleum Geology,
>>> > University of Aberdeen, Aberdeen AB24 3UE, UK
>>> >
>>> > Tulisan aslinya dalam pdf dapat didonlod di link sini-->
>>> > http://rovicky.wordpress.com/
>>> >
>>
>> ----------------------------------------------------------------------------
>> Hot News!!!
>> CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
>> [EMAIL PROTECTED]
>> Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual
>> Convention and Exhibition, Patra Bali, 19 - 22 November 2007
>> ----------------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>
>
> ----------------------------------------------------------------------------
> Hot News!!!
> CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
> [EMAIL PROTECTED]
> Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual
> Convention and Exhibition,
> Patra Bali, 19 - 22 November 2007
> ----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>



----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual Convention 
and Exhibition, 
Patra Bali, 19 - 22 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke