PERTAMINA OPTIMALKAN NORMALISASI SUPPLY GAS JAWA TIMUR

Jakarta, Pertamina hingga kini terus melakukan upaya yang optimal dalam rangka 
memperbaiki pipa gas di Porong Sidoarjo guna menormalisasi supply gas bagi 
sejumlah konsumen industri di Jawa Timur seperti PT Petrokimia Gresik, PT. PLN 
serta beberapa industri lainnya di Jawa Timur. 

Upaya Jangka Pendek 

Untuk dapat mengalirkan gas seperti semula, pasca ledakan pipa gas di porong 
Sidoarjo untuk jangka pendek Pertamina telah menyelesaikan pemasangan Ball 
Valve 28” pada titik dimana pipa meledak dan telah di offtake oleh PGN Porong 
pada 27 November 2006 sehingga gas dapat dialirkan 60 sampai dengan 70 juta 
kaki kubik per hari (MMSCFD) ke konsumen. 

Upaya Jangka Menengah 

Untuk perbaikan jangka menengah tengah dilakukan pemasangan Pipa By Pass 
sepanjang 3 km dilokasi yang sama dengan pipa lama dan pada akhir Desember 2006 
telah diselesaikan pemasangan pipa sepanjang 1,6 km dari rencana 3 km, namun 
tidak dapat dilanjutkan karena route yang telah dipilih dan disetujui oleh 
pihak penanggung jawab penanggulangan semburan lumpur Porong Sidoarjo ternyata 
ditolak penduduk setempat dengan alasan tanahnya belum dibebaskan. Oleh karena 
itu, Pertamina memindahkan rute pipa tersebut mengikuti jalan tol yg telah 
ditutup. 

Perubahan rute menimbulkan 2 implikasi yaitu Pertama: panjang jalur semakin 
pendek namun makin mendekati titik semburan (area bahaya zone 1). Kedua: waktu 
penyelesaian pekerjaan menjadi terlambat tidak dapat memenuhi target selesai 
pada 31 Januari 2007, dikarenakan pihak penanggung jawab penanggulangan 
semburan lumpur Porong Sidoarjo harus membangun terlebih dahulu tanggul baru 
sepanjang ± 800 m untuk mengamankan perletakan pipa dari luberan lumpur. 

Pihak penanggung jawab penanggulangan semburan lumpur Porong Sidoarjo sendiri 
menargetkan akan dapat menyelesaikan pembuatan tanggul pada minggu pertama 
bulan Februari 2007 dan Pertamina sendiri siap untuk segera melanjutkan dengan 
pekerjaan pemancangan dan pengelasan pipa. 

Namun perlu diketahui bersama bahwa kondisi di lapangan menunjukan banyak 
hambatan yang dihadapi karena arah aliran lumpur belum dapat dialirkan ke 
selatan sepenuhnya sehingga pada tanggal 25 Januari 2007 tanggul yang telah 
dibangun selama beberapa hari jebol lagi sehingga untuk sementara pihak 
penanggung jawab penanggulangan semburan lumpur Porong Sidoarjo harus melakukan 
perbaikan tanggul utama sekitar titik semburan. 

Pertamina sendiri telah melakukan antisipasi guna mengatasi hal-hal gangguan 
yang berasal dari kondisi alam seperti adanya gerakan tanah horizontal (Geo 
Hazard) dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 

• Merancang perletakan pipa di atas sleeper lebar 5 m dengan konstruksi tiang 
pancang hingga kedalaman mencapai 50 m (mencapai tanah keras) dan jarak antara 
tiang pancang 10 m. 
• PERTAMINA akan memasang 2 unit Automatic Shut Down Valve yang baru dengan 
jarak 4 km yang semula 15 km. Hal ini untuk mengamankan jika terjadi situasi 
emergency. 
• Dibuat sistem peringatan dini yang berlapis dengan melakukan pengukuran 
posisi pipa secara berkala beberapa kali dalam sehari, sehingga apabila terjadi 
pergeseran/penurunan posisi pipa akan segera terdeteksi dan apabila pergeseran 
sudah mencapai titik bahaya, maka akan diinformasikan ke Stasiun Pengendali 
Operasi di ORF Porong untuk segera menghentikan pengaliran gas (shut down). 

Semua rencana di atas adalah upaya maksimum yang dapat dilakukan oleh Pertamina 
untuk mengantisipasi dampak gerakan tanah terhadap pipa, namun semua upaya di 
atas tetap perlu peningkatan pengawasan terhadap kondisi pipa tersebut untuk 
menghadapi gerakan tanah yang ekstrim dan terjadi dengan tiba-tiba. 

Upaya Jangka Panjang 

Pertamina telah menetapkan jalur baru untuk pemasangan pipa permanen sepanjang 
± 14 km, yaitu mengikuti bantaran kali Porong. Rute ini dipilih dengan 
pertimbangan pipa ditempatkan diluar area bahaya akibat gerakan tanah dan dapat 
meminimalisir dampak sosial dari rencana pemasangan pipa tersebut. 

Dalam rangka proses penyelesaian pemasangan pipa tersebut, Pertamina akan terus 
berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait antara lain: Tim Nasional 
Penanggulangan Semburan Lumpur Lapindo, Pemda setempat dan sejumlah perusahaan 
dimana pipa tersebut akan dipasang. Saat ini Pertamina dan pihak-pihak tersebut 
sedang melakukan persiapan-persiapan untuk kelancaran pemasangan pipa yang akan 
menormalkan pasokan gas ke sejumlah konsumen di Jawa Timur. 
(Hupmas)

 
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
 Try the free Yahoo! Mail Beta.

Kirim email ke