KIta lihat bahwa Bogor yang gak pernah banjir sekarang banjir. Saya pikir ini kombinasi dari intensitas hujan yang sangat hebat plus berkurangnya daerah resapan di puncak. Adakah yang tahu mana yang lebih dominan? kalo kita lihat sungai Ciliwung yang melintas di daerah Warung Jambu bogor, dalam kondisi kering, tinggi muka air dari jembatan saya perkirakan sedikitnya 15 meter dan lebar sungai yang terjal itu saya perkirakan mencapai 30-40 meteran. 5 tahun lalu, sungai ini gak pernah meluap. Nah sekarang, muka air sungai sudah menabrak jembatannya, jadi bisa diperkirakan telah ada penambahan debit air yang luar biasa!!!! Saya masih menganggap bahwa intensitas hujan yang hebat ini sebagai parameter yang cukup dominan, apakah penyebabnya? apakah ini berhubungan dengan gejala alam?
Mungkinkah alam lagi bikin maximum flooding surface di bagian atas siklus sedimen menghalus ke arah atas (fining updward?) ataukah alam lagi pengin pamer gimana caranya bikin endapan dengan arus super kencang di daerah hulu dan flooding surface di daerah hilir? Salam prihatin shofi On 2/5/07, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Banjir itu kan sumbernya dari hujan , kalau diperhatikan data curah hujan tetap, Kenapa dulu banjir tdk sehebat sekarang.karena ada perubahan penggunaan lahan. jadi untuk menangulanginya persoalannya adalah Kita kembalikan penggunaan lahannya ke kondisi semula ( waktu banjir sedikit ) Lha kalau ini di lakukakn Pasti kena protes / demo melanggar HAM.Atau buat saluran saluran baru untuk mengurangi daya tampung sungai yang ada , dan kalau ini dilaksanakan pasti akan menggusur pemukiman pemukiman , lagi lagi didemo melanggar HAM....Atau sosialisaikan saja bahwa kita hidup di daerah Banjir , jadi ya jangan terkaget kaget kalau banjir , paling cuma seminggu dalam setahun..... ISM

