Wednesday, 21 February 2007, * Menyibak Misteri Suara 'Glur'; Tanah di Imogiri Dibor <http://www.kr.co.id/print.php?sid=113941> <http://www.kr.co.id/friend.php?op=FriendSend& sid=113941>* *BANTUL (KR) *- Guna menguak misteri suara glur, yang banyak dikhawatirkan warga Bantul, akhirnya Tim Peneliti Gempa dari UPN 'Veteran' Yogya, Selasa (20/2) pukul 11.00 mulai melakukan pengeboran di halaman rumah milik Arjo Inangun, warga Dusun Menciran Kebonagung Imogiri.
<http://www.kr.co.id/display.php?url=http://222.124.164.132/iklan/rabu/display.html/kr-01.jpg> "Lokasi itu dipilih, karena awalnya suara tersebut berasal dari rumah itu," kata Koordinator Tim Peneliti, Ir Joko Soesilo MT saat dihubungi KR, Selasa (20/2). Bersama tim peneliti lain yang terdiri Ir Sutarto MT, Ir Agus Santosa MSi dan Ir Priyo Widodo MT, pengeboran akan dilakukan sampai kedalaman 50 m. "Targetnya 50 m, karena dari data kami, anomali (penyimpangan) konduktivitas tinggi sudah dimulai pada kedalaman 35 m, tapi kami tetap mencoba melakukan pengeboran hingga kedalaman di bawah 35 m," katanya. Pengeboran dilakukan dengan alat bor Koken yang disewa dari SMK 2 (STM Pembangunan) Sleman. Meski ada beberapa lembaga yang bersedia mendanai, tapi biaya pengeboran sebesar Rp 18 juta didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) UPN 'Veteran' Yogya. "Pengeboran ini untuk menguak misteri suara geruduk itu. Pengeboran dilakukan selama 3 hari, dan hasilnya bisa diketahui Jumat (23/2)," katanya. Menurut Joko, persiapan pengeboran sempat mundur sehari, karena adanya kerusakan pada pompa hidrolik. Dalam sehari, tim melakukan pengeboran sedalam 15 m. "Insya Allah, pengeboran ini tidak meninggalkan jejak apapun, karena lubang pengeboran hanya berdiameter 5 cm," katanya. Pengeboran ini mendapat respons yang baik dari masyarakat sekitar, karena adanya kesungguhan dari tim peneliti untuk menguak misteri suara tersebut. Seperti dikatakan Carik Kebonagung Imogiri, Ngatijo, warga setempat mendukung penuh upaya pengeboran. Sebab, selama ini masyarakat merasa resah dengan munculnya suara misterius dari dalam tanah tersebut. Meski diakui, dalam beberapa pekan terakhir, intensitas suara sudah jauh berkurang. "Namun, Senin (19/2) malam, sekitar 50 meter dari lokasi pengeboran masih muncul suara gemuruh dari dalam tanah. Sehingga warga kembali cemas meski masih dalam taraf wajar," kata Ngatijo di lokasi pengeboran. Pada dasarnya, menurut Ngatijo, warga ingin memperoleh kepastian dari pengeboran itu. Apakah tanah di lokasi itu aman untuk ditempati atau tidak. Sebab, akhir-akhir ini suara gemuruh tersebut berpindah-pindah dari titik satu ke titik lainnya, meski masih dalam satu kompleks radius sekitar 100 meter dari rumah Arjo Inangun. Lokasi pengeboran dilakukan tepat di pojok barat laut rumah Arjo Inangun. Rumah yang sebelumnya sempat dihentikan pembangunannya, kini sudah berdiri meski belum ada atapnya. Sedangkan Arjo Inangun mengaku menyerahkan sepenuhnya pada upaya penelitian. *(Wan/Can)-z*. http://www.kr.co.id/article.php?sid=113941

