Ini sebenarnya hanya masalah antara biaya investasi dan hasil produksi
dibandingkan dengan potensi panas bumi itu sendiri. Wayang Windu ( dikelola
oleh Magma Nusantara - Star Energy ) segaris busur api dengan Kamojang dan
Derajat. Saat ini sudah berproduksi kalau gak salah sampai 110 MW. Di wayang
windu menurut reservoir engineernya mempunyai karakteristik yang unik dan
bervariasi, antara kandungan gas ( uap ) dan air. Di Wayang bisa berbeda
dengan di Windu. Nah untuk mengoptimalkan produksi dari potensi yang ada itu
diperlukan biaya yang sangat tinggi. Sudah puluhan sumur di wayang windu
dibor tapi tidak semua berproduksi bagus...entah data sekarang 2007 ini,
sudah tambah apa belum saya belum tahu.Tentu Star Energy lebih tahu, wong
saya cuma pengamat amatiran dan gadungan saja kok....hehehe.
Keadaan reservoir - geologi/tekanan reservoir yang bervariasi itu yang
menyebabkan biaya tinggi. Nah bila pemerintah memberikan insentif yang
menarik untuk investasi panas bumi pada lapangan yang cukup sulit seperti
wayang windu, tentunya biaya bisa dikurangi dan produksi bisa lebih
optimal.Misal keringanan pajak, selisih biaya produksi dan harga jual yang
bagus, dll. Apalagi kondisi lapangan di wayang windu ini, medannya juga
cukup sulit. Lalu gimana nanti instalasi power plant nya ya ? pikir saya
waktu itu...padahal potensinya gede tuh...perkiraan kasar waktu itu
berdasarkan pantauan dari udara ( citra ) bisa sampai 200-300an MW...kata
ahli. ( saya bukan ahlinya untuk berkira-kira...). Jadi sekarang sih sudah
produksi, cuma ya harus investasi lebih gede lagi maka ya belum optimal gitu
aja....Silahkan Star Energy merogoh koceknya lagi atau negosiasi harga jual
dengan PLN, atau pengurangan beban pajak; bea masuk barang , royalti
dll...wooowww. Saya dengar penambahan produksi akan tetap dilaksanakan
dengan pembangunan power plant yang baru nanti ( 110 MW ) dengan penambahan
sumur tentunya dan proyek memang belum tuntas.
Sibayak juga demikian....hanya investasi kurang, padahal potensi besar.. Tak
juga kalah penting jaringan listrik itu...jika PLN cekak modalnya untuk
jaringan interkoneksi..ya..para produser juga terhambat exploitasinya....
Sarulla itu potensinya besar sekali, sayang sampai saat ini belum produksi
walau sudah dibor banyak sumur yang rata-rata diatas 15 MW - 25 MW/sumur.
Kita tunggu Chevron untuk membesarkannya.
Lapangan-lapangan yang cukup mudah, dengan cepat bisa mencapai optimal
dengan syarat punya modal yang gede juga toh ??
Oya ralat dikit dibawah, estimasi potensi Indonesia untuk panasbumi +/-
30,000 MW.Dan ini raksasa energi di dunia. Yang dimanfaatkan Indonesia baru
sekitar 900 an MW....nah !Bandingkan dengan Philipina yang sudah hampir 2000
MW. Jika Wayang Windu dioptimalkan maka akan nambah jadi 1300 an MW. Juga
potensi lapangan lainnya.
Saya merasa pemerintah nggak terlalu antusias dibidang yang satu
ini...dibanding Migas ( yang masih banjir subsidi ;cost recovery itu ) atau
batubara yang non renewable itu, tanya kenapa..tanya kenapa ?? Wong UU
Panasbumi sampai saat ini gak tahu kabarnya.....( ada yang tahu ?? )
Geologist pasti mendukung CDM...Clean Development Mechanism Protocol Kyoto.
Dan setuju dengan Anda, bahwa geothermal harus dirawat juga...yang penting
jangan ada kekeringan bertahun-tahun...
Wallahu'alam, bila ada yang salah mohon dikoreksi...
Kabul Ahmad K
PT. Terralog Teknologi Indonesia
Geomenchanic and Waste Management
----- Original Message -----
From: "mohammad syaiful" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, February 23, 2007 7:05 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Tender Geothermal
pak kabul,
bisa cerita lebih jauh, kenapa wayang windu (star energy?) dan
pengalengan (juga star energy?) dikelompokkan sbg 'belum begitu
optimal'?
info lain, jangan dikira bahwa clean energy ini juga bisa
berkesinambungan. kalo tidak dijaga, umurnya juga bisa hanya sekian
tahun saja, terus pasokan air/uap juga akan menghilang...
terimakasih dan salam,
syaiful
On 2/23/07, Kabul Ahmad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mestinya juga dievaluasi sejauh mana lapangan geothermal yang ada bisa
difungsikan / diproduksi optimal.
Geothernal yang sudah jalan dan cukup optimal : Kamojang, Derajat, Gunung
Salak.
Yang belum begitu optimal : Dieng; Wayang Windu ; Sibayak, Pengalengan;
Lahendong.
Yang belum produksi tapi sudah explorasi besar : Sarulla- Sipirok;
Lampung;
Bali ( Bedugul ); Ambon ( Kep.Maluku ) ; NTB Sumbawa Flores
Memang harga jual kwh sudah OK antara PLN dan Produser ? Dulu, akibat
krismon, beberapa proyek panas bumi kolaps karena selisih harga US dollar
vs
rupiah yang jeblok itu. Ingat kasus California Energy ( Dieng ) yang
menggugat Pemerintah RI - Pertamina di arbitrase international ??
Kalau sudah pulih dan dengan harga jual Kwh yang wajar, maka saya
menyambut
gembira bangkitnya Clean Energy ini di Indonesia yang punya potensi >
3000
MW.
Mas Ismail, geothermal masih dibawah ESDM juga..jadi saudara kandung
Migas
lho....jadi bahu membahu, sebagai energy alternatif yang bagus dikala
energy
fossil akan semakin lenyap dari perut bumi.
"Calon" lapangan geothermal baru : Porong - Sidoarjo ( ?? )
wallahu'alam
Salam,
KA
----- Original Message -----
From: "Ismail Zaini" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, February 24, 2007 6:39 AM
Subject: [iagi-net-l] Tender Geothermal
> Berita di MetroTV siang ini diberitakan Pemerintah akan membuka Tender
> Geothermal di 7 lokasi Maret 2007.
> lokasi tsb antara lain : Ungaran , Tampomas , Mataloko , Tangkuban
> Prahu ,
> NTT.......
> Rupanaya gak mau kalah dg penawaran tender Migas .........
>
> ISM
>
>
>
> ----------------------------------------------------------------------------
> Hot News!!!
> CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
> [EMAIL PROTECTED]
> Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual
> Convention and Exhibition, Patra Bali, 19 - 22 November 2007
> ----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual
Convention and Exhibition,
Patra Bali, 19 - 22 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
--
Mohammad Syaiful - Explorationist
Mobile: 62-812-9372808
Email: [EMAIL PROTECTED]
Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
Head Office:
Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia
Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual
Convention and Exhibition, Patra Bali, 19 - 22 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual Convention and Exhibition,
Patra Bali, 19 - 22 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------