wah, kita terus berkampanye untuk apapun medianya. Kita di jogja sudah melatih 
beberapa mahasiswa untuk menjadi penyuluh-penyuluh bencana secara umum. 
Beberapa poster juga sudah ada dan distribusikan ke kampung-kampung. Cuma, ada 
plus dan minusnya. Kita terus mencari format-format pembelajaran masyarakat 
yang di daerah rawan bencana. 
Mengkampanyekan geologi bagi wong cilik di daerah rawan bencana itu sungguh 
berat, kita ibarat bilangan 1 dibagi 0 atau 1/0 = tak terhingga. 1 (satu) 
adalah Tuhan, sebagai bentuk sumber ilmu dan pengetahuan (termasuk ilmu geologi 
yang belajar di atas bumi ini), sumbernya 1. Nol (0) adalah niatan kita harus 
bersih, jujur, saintifik, tanpa pamrih, untuk menceritakan pengetahuan 
kegeologian kita secara populer kepada wong-wong cilik (yang miskin karena 
ekonomi terus ditimpa bencana alam lagi..)
Kalau saja, industri-industri yang berbasis pada ekstraksi kebumian ini 
mengembangkan comdev-nya pada edukasi kebencanaan kepada publik dan masyarakat 
di wilayah ancaman bencana, betapa besar dana yang bisa dihimpun, dan bisa 
dibuatkan berbagai bentuk publikasi yang memuat edukasi bencana kebumian. Siapa 
pun yang membuat, saya kira ndak masalah. Tapi penggalangan dana-dana comdev 
dari berbagai industri seandainya bisa dihimpun dan dimanfaatkan / dioptimasi 
yang lebih luas, diluar kawasan industri tersebut; maka sungguh akan turun 
membantu pemerintah dalam kampanye SADAR BENCANA, apa saja dan akhirnya 
berujung pada penekanan RESIKO bencana. 
Yang saintifik-saintifik di simposium, workshop, seminar, di publikasi yang lux 
dan elite pun, tetaplah berjalan sebagai bentuk berkembangnya iptek; tapi 
bentuk pendistribusian iptek ke wong cilik yang tepat sasaran, rasanya akan 
tiada putus amal dan ilmu itu, sampai masuk kubur..../ atau amal ilmu yang 
berkelanjutan..., diperhitungkan geostatistika-nya di akhirat......... 
whalah..opo maneh kiye..

salam
agus hendratno

----- Original Message ----
From: Kabul Ahmad <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, February 23, 2007 6:45:48 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Fwd: Press release T. Geologi UGM mengenai penelitian 
gempa Bantul

Bravo T. Geologi UGM....!! Menyambut gembira terbitnya peta ini.
Kabarnya UPN juga sedang membuat hal yang serupa...baik gempa dan 
vulkano...ataupun tsunami.
Peta dan pemahaman situasi ini sangat penting bagi rakyat..bagi pak Sastro, 
mbok Jumini, Yu Minah, Mas Parjo yang di desa-desa itu...
Nah, kemarin waktu IAGI juga UGM sudah membuat poster tentang gempa.
Tinggal sosialisai lebih kebawah..ke kelurahan, balai desa, dukuh dan bila 
perlu RT/RW.
Jangan hanya sampai di simposium kebumian thok...tapi rakyat yang hidup 
diatas zona rentan dan bergoyang itu cuma melongo jadi korban lagi.

Salah satu dermawan mau membiayai sosialisasi peta rawan bencana ini ke 
desa-desa tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh rakyat bawah.( 
Mungkin kayak bahasanya Kang Rovicky di weblognya itu ngkali ya..)

Kita menunggu dari ITB/ UPN/Trisakti /UnPad dll dengan peta-peta serupa di 
daerah lainnya yang rawan....Aceh, Sumut, Bukit Barisan, Selat Sunda,Jawa 
Bali, Maluku, Nusatenggara, dll. Tidak hanya Bantul saja....Ingat saja 
gambar simbol IAGI kita, nah jalur yang diwarnai biru itu paling tidak ada 
peta rawannya.
Saya belum pernah lihat peta-peta rawan ini tertempel di tembok balai desa, 
bahkan di Bantul sekalipun.
Jangan kita seperti keledai terperosok di lubang yang sama. Maksudnya, tahu 
persis dimana rawan bencana gempa dan longsor, tapi membiarkan rakyat 
menjadi korban-korban berikutnya tanpa tahu apapun dan harus berbuat apa. 
Inilah kesempatan geologiawan/wati menyumbangkan ilmu untuk sosial dan 
keselamatan bersama.

Saya sudah membuat draft Disaster Alert booklet, inginnya masuk peta rawan 
bencana itu juga. tapi, kendala waktu& biaya saja yang sampai sekarang belum 
tuntas.Diantaranya mengutip dari weblognya Kang Rovicky, tentunya atas ijin 
beliau....

Salam,
KA
----- Original Message ----- 
From: "Salahuddin Husein" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, February 23, 2007 3:53 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Fwd: Press release T. Geologi UGM mengenai 
penelitian gempa Bantul


> Matur nuwun Mas,
> menarik melihat respon postingan tersebut dari komentar-komantar yang 
> penuh
> keingintahuan.
>
> salam
> udin
>
>
> On 2/23/07, Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> kalau ada yag pingin lihat petanya, seperti biasa silahkan ke sini :
>> http://rovicky.wordpress.com/
>>
>> Suwun mas salahudin.
>>
>> rdp
>>
> 



----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual Convention 
and Exhibition, 
Patra Bali, 19 - 22 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------








 
____________________________________________________________________________________
Any questions? Get answers on any topic at www.Answers.yahoo.com.  Try it now.

Kirim email ke