Saat ini wisata LUSI memang sudah berjalan, bahkan pada waktu liburan
lebaran lalu sempat membuat repot aparat keamanan. Aparat khawatir kalau
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat banyaknya wisatawan/
pemudik yang melihat-lihat di sana, saat itu jalan tol Porong - Gempol juga
masih berfungsi. Bahkan teman saya dari Exxon Mobil, saat itu juga
menyempatkan negok LUSI di sela-sela liburan mudiknya. Setelah jalan tol
Porong - Gempol tidak berfungi, para wisatawan melihat si genit LUSI melalui
jalan raya Porong, di sekitar Pasar Porong. Di sana banyak penyedia jasa
parkir bagi wisatawan yang letaknya di sebelah barat jalan. Para wisatawan
tinggal nyebrang jalan raya Porong dan rel KA, bisa langsung naik tanggul
LUSI.

Saya setuju sekali, sembari kita mengelola potensi bencananya (menghentikan
semburan LUSI dan menyelesaikan dampak sosialnya), seharusnya kita sudah
memulai menggali potensi sumberdayanya termasuk potensi wisatanya. *Di balik
bencana, ada karunia*.


On 2/26/07, Ismail Zaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Bisa bisa  Lumpur lapindo masuk salah satu "Keajaiban Dunia ", kejadian
Lusi
ini ( Dimana ada satu rangkainan peristiwa dalam waktu bersamaan  ,ada
gempa
, ada Mudvolcano,ada blowout, ada debit air yang besar,dst ) yg tidak tahu
penyebabnya dan penaggulangannya dan berakhirnya ditambah  ada dampak
sosial
ekonomi yang besar, ada semua pimpinan negara datang mulai presiden,wapres
dst , Dll..Dan ini belum pernah terjadi dinegara manapun.
Siapa tahu nantinya menjadi komoditi wisata selain Borobudur.
Mungkin paradigma wisata  mulai dirubah dg memperhatikan kondisi geologis
dg
menampilkan kemasan wisata wisata "Bencana Alam' spt Wisata Tsunami ,
Wisata
Merapi , Wisata Gempa , Wisata Lusi., dll

ISM

Subject: Re: [iagi-net-l] Kasus Erupsi lumpur dan Pemboran di Brunei


> Apakah memang juga terjadi mud volcano? Dan memerlukan 20 tahun dengan
20
> relief well untuk menghentikannya?
> Ini kan pengalaman yang bisa dipakai antisipasi dengan Lusi?
> RPK
> ----- Original Message -----
> From: <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Monday, February 26, 2007 4:10 PM
> Subject: RE: [iagi-net-l] Kasus Erupsi lumpur dan Pemboran di Brunei
>
>
>> Pak Koesoema,
>>
>> Pada tahun 1979 terjadi internal blow-out di Champion field. Juga di
>> Seria field pernah terjadi hal yang sama. Memakan waktu yang lama
memang
>> untuk mengendalikannya. Brunei Shell membuat relief wells jadi
tekanannya
>> dibagi-bagi ke beberapa sumur.
>> Full papernya diterbitkan di Journal of the Geological Society, London,
>> Vol. 162, 2005, dengan judul: Present-day stress orientation in Brunei:
A
>> snapshot of 'prograding tectonics' in a Tertiary delta.
>>
>> Sayang filenya sedikit lebih dari 500 KB. Kalau tidak bisa mendapatkan
>> papernya, saya mungkin bisa kirim ke ITB.
>>
>> Salam,
>>
>> Herman
>>
>>
>> -----Original Message-----
>> From: R.P. Koesoemadinata [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> Sent: 26 February 2007 10:32
>> To: [email protected]
>> Subject: [iagi-net-l] Kasus Erupsi lumpur dan Pemboran di Brunei
>>
>>
>> Sdr. Darman: Dalam Nature News Feature/ vol445/22 February 2007 ada
>> kutipan sebagai berikut:
>>
>> Mark Tingay, a geologist at the University
>> of Adelaide in Australia, says the Sidoarjo volcano
>> has a striking similarity to drilling-induced
>> eruptions offshore from Brunei in 1974 and 1979
>> (M. R. P. Tingay et al. J. Geol. Soc. 162, 39-49;
>> 2005). There, deeply buried fluids under high
>> pressure rose to a shallower rock formation that
>> they then fractured, thus eventually reaching the
>> surface. The event also showed the pattern of
>> loss, kick and then eruptions seen in Lusi, some
>> of which were kilometres from the drilling site.
>> In the Brunei case, Shell, the company responsible
>> for the drilling, has documented the expulsion
>> and its efforts to alleviate the situation. The
>> flow took more than 20 years and more than 20
>> relief wells to quell, says Tingay. "The similarities
>> all suggest a man-made cause for Lusi," he says.
>>
>> Apakah Sdr. berikan komentar karena ini menyangkut Brunei-Shell?
>> Saya tidak punya artikelnya yang lengkap, tetapi dalam 'abstract' nya
>> kasus pemboran Shell ini tidak disebut-sebut
>> Mungkin Sdr, dapat usahakan full copy-nya. Kalau ada mohon dikirimkan
per
>> e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>> mengingat alamat melsa masih dial-up, sulit menerima attachment lebih
>> dari 500 KB
>> Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih
>> PLEASE DO NOT ATTACH FILE LARGER THAN 500 KB
>> R.P.Koesoemadinata
>> Jl. Sangkuriang G-1
>> Bandung 40135
>> Telp: 022-250-3995
>> Fax: 022-250-3995 (Please call before sending)
>> e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> [EMAIL PROTECTED]
>>
>>
>>
>>
----------------------------------------------------------------------------
>> Hot News!!!
>> CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
>> [EMAIL PROTECTED]
>> Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual
>> Convention and Exhibition,
>> Patra Bali, 19 - 22 November 2007
>>
----------------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>
>
>
----------------------------------------------------------------------------
> Hot News!!!
> CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
> [EMAIL PROTECTED]
> Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual
> Convention and Exhibition, Patra Bali, 19 - 22 November 2007
>
----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>




----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual
Convention and Exhibition,
Patra Bali, 19 - 22 November 2007

----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


Kirim email ke