Yth Pak Awang 

 

Yang membuat west sulawesi menarik adalah perbedaan seri pengendapannya
dengan west arm sulawesi secara keseluruhan, ada rentang waktu yang
cukup besar di daerah onshore (CMIIW), menurut peta geologi P3G
nya....sedimen yang paling tua adalah Formasi Latimojong berumur
Cretaceous yang terdiri dari meta sst, sabak, filit serta meta lempung
sebagai sisipan, kemudian paket sedimen yang diperbincangkan sebelumnya
yaitu sedimen yang berumur miosen adalah Formasi Lariang...umurnya
adalah Miosen Akhir - Pliosen, isi dari formasi ini adalah konglomerat,
batupasir dan sisipan batulempung serta setempat ditemukan sisipan tufa,
hampir semua oil seep didaerah ini, muncul di interval Formasi Lariang,
sementara diatasnya ada Formasi Pasangkayu dan Pakuli yang berumur
Plio-Plistosen yang tersusun oleh selang-seling batupasir dan lempung,
dibeberapa tempat dijumpai konglomerat dan limestone

 

Daerah west sulawesi, terpisahkan dengan daerah enrekang dan toraja yang
berada dibagian timurnya oleh Latimojong Fold-belt  complex, dimana di
daerah ini, kita bisa menemukan endapan Formasi Toraja yang sebagian
besar orang membaginya kedalam dua seri, yaitu Lower Toraja (eq. mallawa
clastics) dan Upper Toraja (seri karbonat eq. tonasa) serta diatasnya
ada Formasi Makale (eq. Formasi Taccipi ????). di timur wilayah West
Sulawesi oil seep rata-rata ditemukan di sediment paleogen Formasi Lower
Toraja seperti di parandean (daerah sekitar cakke) dan daerah yang
paling selatan ditemukan di desa jempulu kabupaten barru di Formasi
Balangbaru yang berumur Cretaceous. Paket sediment "synrift" dipercaya
merupakan potensial source rock didaerah ini

 

Sementara mengenai tingkat maturity source rock yang menurut pak Edi
Subroto Ro nya bisa mencapai nilai 3% mungkin saja bisa di trigger salah
satunya oleh banyaknya volcanics event dan keberadaan batuan terobosan
(diorite, granodiorit, andesit dan granit) di daerah ini.

 

Sebagai referensi daerah ini bisa di baca di magoon 1988 (IPA ??) 

 

Salam

JAP

 

-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana 
Sent: 01 Maret 2007 8:11
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] West Sulawesi (was:Tender Winners)

 

Ulasan petroleum system West Sulawesi dari Ferry sudah benar saya pikir,

ada beberapa catatan tambahan :

 

Reservoir

Reservoir umur Miosen ke atas mungkin kualitasnya tak akan sebagus kawan

seumurnya di sisi Kalimantan. Ini berhubungan dengan provenance di West

Sulawesi yang lebih volkanik (spt Camba Fm.) dan pendeknya jarak

provenance-tempat deposisi dari West Sulawesi onshore ke offshore-nya

yang akan mengakibatkan sedimen tak mature. Bandingkan dengan betapa

mature-nya sedimen umur tersebut di Kutei offshore karena re-cycling

berkali2.

 

Source dan charging

Beberapa studi geokimia pada oil seeps di West Sulawesi menunjukkan

bahwa source minyak2 ini adalah batuan induk silisiklastik berumur Eosen

(eq. Lower Tanjung SR). Apakah ada coally source Miosen seperti di sisi

Kalimantan ? Masih tanda tanya sebab pada saat Miosen, sistem delta di

West Sulawesi tak seberkembang (atau tak berkembang) seperti di East

Kalimantan. Source-nya berupa synrift graben Eosen sebelum West Sulawesi

terpisah dari sisi timur Kalimantan. Charging yang jelas baru dari

graben2 Eosen di offshore ke reef eq. Berai (Oligo-Miosen) di

horst-blocknya. Charging dari Eosen graben ke foldbelt Miosen di

offshore lebih berisiko, tetapi di onshore hal ini sudah terjadi.

 

Trap

Gravity-driven toe-thrusting tetap terjadi di Miosen foldbelt offshore

di kawasan paling barat, tetapi betul bahwa semakin ke timur mendekati

onshore West Sulawesi foldbelt makin banyak pengaruh kompresi (seperti

Kalosi foldbelt). Keberadaan thin-skinned tectonics mau tak mau

menunjukkan bahwa toe thrusting bekerja juga di sini. Trap yang lain

adalah reef eq. Berai-upper Tonasa yang berkembang di setiap horst block

di offshore West Sulawesi. Terjadi diskusi yang lama dengan Exxon dan

Marathon, apakah itu volcanic cone atau reef, tetapi kedua operator

meyakini bahwa itu adalah reef, apalgi sekarang kita semua lebih yakin

bahwa Makassar Strait hanyalah attenuated continental crust, jadi

volkanisme basic mungkin memang tak terjadi.

 

Seal

Selain yang ditulis Ferry, ekivalen Tonasa limestone (Oligocene) yang

tight bisa jadi seal juga buat objektif Eosen di synrift.

 

Herry, Tonasa limestone telah lama menjadi target eksplorasi di South

Sulawesi, sejak awal tahun 1970-an. Banyak sumur Gulf Oil telah dibor

untuk melihat prospektivitas Tonasa. Tetapi, sampai sekarang belum

terbukti prospektivitas itu. Secara umum, Tonasa limestone is very

tight. Tetapi di seberang utara Walanae Fault, di blok turunnya, Tonasa

di situ adalah re-deposited Tonasa carbonate, dan lumayan porous

walaupun hanya bisa melepaskan gas seep.

 

Rekan saya di BPMIGAS, Johnson, pasti punya catatan tambahan lagi,

silakan.

 

Salam,

Awang

 

-----Original Message-----

From: Herry Maulana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 

Sent: Wednesday, February 28, 2007 6:36 C++

To: [email protected]

Subject: Re: [iagi-net-l] West Sulawesi (was:Tender Winners)

 

Wah kalau semua komponen tidak ada masalah, resiko nya kecil dong ya...

:-)

Untuk reservoir, apa Oligocene Limestone di sepanjang West Sulawesi

(Tonasa??) bukan merupakan target eksplorasi?

 

Salam,

Herry

 

----- Original Message ----

From: Ferry Bastaman Hakim <[EMAIL PROTECTED]>

To: [email protected]

Sent: Wednesday, 28 February, 2007 6:12:58 PM

Subject: [iagi-net-l] West Sulawesi (was:Tender Winners)

 

 

Herry,

 

Yuk, coba kita liat satu2 komponen petroleum system di west Sulawesi :

 

Reservoir 

Sepertinya tidak masalah, tetapi adanya influx volcanic material pada

formasi Upper & Middle Miocene akan mempengaruhi kualitasnya. Yang

menarik justru Eocene reservoir yang masih underexplored.

 

Source rock dan charge juga tidak masalah.

Dengan ada dan banyaknya oil/gas seeps di onshore-nya sudah cukup

membuktikan adanya source rock yang mature. Mungkin tantangannya adalah

memodelkan bahwa matured SR tsb cukup signifikan utk men-charge

struktur2 yang ada.

 

Trap

Keberadaan West Sulawesi Foldbelt di offshore dan struktur2 penyertanya

di onshore bakal jadi potensial trap untuk HC. Sekilas lihat seismic

sectionnya mirip dengan struktur2 Deppwater Kutei bagian Utara (Sadewa,

Hiu Aman, dll). Hanya genesanya yg berbeda, krn terbentuk akibat

compression tectonic dibanding gravity driven/toe-thrust yg di Kutei.

 

Seal

Sedimen tersier di West Sulawesi yang mud-dominated bakal jadi seal yang

bagus untuk akumulasi HC. Resiko breaching mungkin ada, terutama akibat

reaktivasi fault dari recent tektonik aktif.

 

Jadi, cukup menjanjikan utk berharap bahwa sekian tahun kedepan West

Sulawesi bakal jadi petroleum province baru di Indonesia....Semoga.

Pak Awang mungkin bisa menambahkan.

 

Salam,

 

Ferry

 

-----Original Message-----

From: Herry Maulana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 

Sent: Wednesday, February 28, 2007 4:29 PM

To: [email protected]

Subject: Re: [iagi-net-l] Tender Winners

 

Pak Awang,

 

Resiko terbesar petroleum system nya apa pak?

Analogi West Sulawesi mungkin dengan east Paternoster Platform..

 

Salam,

Herry

 

----- Original Message ----

From: Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]>

To: [email protected]

Sent: Wednesday, 28 February, 2007 5:04:35 PM

Subject: RE: [iagi-net-l] Tender Winners

 

 

Lapangan Karama atau Cekungan Lariang-Karama ? Setahu saya Cekungan

Lariang-Karama ya. Cukup banyak seepages ditemukan di wilayah

Lariang-Karama ini sejak zaman dahulu. Bahkan dari tahun 1898-1900 Doda

Oil Company mengebor empat sumur di utara Karama (selatan Lariang),

gagal semua. Tahun 1927 dikerjakan lagi oleh para ahli geologi BPM yang

menyeberang dari Balikpapan.  

Tahun 1970 setelah ada sistem PSC, Lariang-Karama dieksplorasi lagi oleh

Gulf Oil dan BP (?). Sampai saat ini setahu saya belum ada lapangan

komersil di kedua wilayah di selatan Pegunungan Molengraaff ini.

 

Tetapi, betul company2 besar sekarang ramai mengerjakan Lariang-Karama

baik di onshore-nya maupun di offshore-nya, sejak dari offshore barat

South Sulawesi sampai offshore barat West Sulawesi. Begitu pun

onshore-nya dari Lariang, Karossa, Karama, Enrekang, Pare-Pare.

 

Akhirnya, nanti blok2 di West-South Sulawesi onshore dan offshore akan

seramai blok2 onshore dan offshore East Kalimantan. Semoga sesukses

blok2 di sisi East Kalimantan, walaupun secara geologi West Sulawesi

onshore dan offshore tentu tak sama dengan sisi barat Makassar Strait.

Banyak kemiripan, tetapi signifikan pula perbedaannya.

 

Selamat bereksplorasi !

 

Salam,

awang

(anggota tim penilai & tender wilayah kerja Ditjen Migas)

(eksplorasi BPMIGAS)

 

 

                               

___________________________________________________________ 

What kind of emailer are you? Find out today - get a free analysis of

your email personality. Take the quiz at the Yahoo! Mail Championship. 

http://uk.rd.yahoo.com/evt=44106/*http://mail.yahoo.net/uk 

 

------------------------------------------------------------------------
----

Hot News!!!

CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED]

Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual
Convention and Exhibition, 

Patra Bali, 19 - 22 November 2007

------------------------------------------------------------------------
----

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id

To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

---------------------------------------------------------------------

 

 

 

 

Johnson Achmad Paju

Sub Dinas Geofisika Region I

Divisi Eksplorasi BPMIGAS

52900245 - 48 ext.6235

 

<<attachment: image001.jpg>>

Kirim email ke