Bagiku ini sebuah momentum untuk memperkenalkan geologi lebih mengena
dihati Masyarakat. Apapun namanya perseteruan, ketidak samaan
pendapat, dialektika atau komunikasi ... whatever .... pada awalnya
tidak berkonotasi positip atau negatip. Kitalah yang memberikan nilai
positip atau negatip itu. Persis sebuah kejadian alam saja.

Ada sebuah potensi besar untuk lebih memperkenalkan apa itu geologi.
Diawali dengan sebuah bencana alam yang dijelaskan dengan ilmu dan
nalar science, kemudian mulai dikenal science geologi ini, akhirnya
dikenal siapa-siapa geologist itu, kemudian masyarakat akan mulai
sedikit demi sedikit mempelajari, dengan caranya sendiri, termasuk
dengan membaca berita, berdiksusi maupun dengan cara santai Mak Katik
dsb.

Itulah perkembangan kesadaran masyarakat akan ilmu geologi. Saat
inipun mereka (Masyarakat) akan mengetahui bahwa geologi sebagai ilmu
kebumian adalah bukan ilmu mutlak harus begini ... Masyarakat harus
mulai tahu dengan "multi interpretasi".

Aku rasa ini saat yang tepat untuk memanfaatkan momentum "pembelajaran
kegeologian" kepada masyarakat awam.
Belajar biasa lewat bencana yang pahit, bisa saja lewat pendidikan,
bisa juga lewat kuliah maupun seminar .... juga lewat "perseteruan"

Selamat belajar !!!

RDP
"lagi kaget denger pesawat Garuda terbakar di Lanuma Adisutjipto
Jogja, ketika sedang mendarat " :(

rdp

On 3/7/07, Fotunadi, Didik (PTI-SOR) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sebuah dialektika ilmiah sangatlah positif, karena dari situlah pemikiran2 
selalu dikritisi sehingga selalu lahir konsep2 baru yang lebih baik / lebih 
sempurna. Dan sebuah dialektika, apalagi dialektika ilmiah, jauh dari apa yang 
disebut perseteruan.
salam,
didik

-----Original Message-----
From: Witan Ardjakusumah [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, March 07, 2007 08:17
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Ahli Geologi Saling Berseteru


Saya setuju dengan Pak Awang, perbedaan pendapat memperluas wawasan
berpikir. Saya teringat wejangan Prof Sartono, tidak pernah ada
kesimpulan akhir dalam geologi. Seperti juga kutipan disalah satu
textbook geology (lupa judulnya) : "Earth scientists and their concept
come and go but the geological features remain".
Kalau saja ada kelompok lain di IAGI yang mempunyai pemikiran yang
berbeda yang pada waktu workshop belum sempat terungkapkan sebaiknya
dipublikasikan juga. Supaya masyarakat tahu perbedaan pemikiran itu
sebetulnya bukan perseteruan.

Witan


-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, March 06, 2007 2:41 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Ahli Geologi Saling Berseteru

Saat saya barusan ngobrol2 dg Pak Luthfi, telepon dari Sdri. Nieke
Indrietta (Tempo Interaktif) masuk ke handphone Pak Luthfi dan wawancara
jarak jauh pun terjadi sekitar 20 menit seputar perbedaan pendapat LUSI.

Perbedaan pendapat wajar saja terjadi di antara para ahli geologi, kita
semua tahu dan sudah sangat terbiasa dengan hal itu. Kalau perbedaan
pendapat tak pernah terjadi, maka kita tak akan menemukan
lapangan-lapangan minyak baru atau deposit mineral baru. Daerah yang
direlinquish total oleh sekelompok geologist karena dianggap tak ada
migasnya, ternyata jadi lapangan yang sangat subur bahkan raksasa.
(contoh : Jabung area, Jambi, dan Wiriagar Deep-Tangguh complex
Bintuni).

Dan setiap orang akan berpendapat dilatarbelakangi oleh pengalaman dan
keahliannya. Kasus LUSI. Orang geothermal akan bilang itu kasus erupsi
geyser geotermal. Orang tektonik akan bilang itu dipicu gejala tektonik,
dll.

Apapun perbedaan pendapat di antara kita, jangan sampai meretakkan dan
memecahkan silaturahmi di antara kita. Jangan terpancing dengan
"perseteruan" - itu bahasa media yang bombastis.

Salam,
awang

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual Convention 
and Exhibition,
Patra Bali, 19 - 22 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




--
http://rovicky.wordpress.com/

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual Convention and Exhibition, Patra Bali, 19 - 22 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke