Yth pak Awang dan member IAGI yang lain, 
Dikatakan dibawah bahwa gempa yang terjadi di Sumbar, selasa kemarin dikatakan 
sebagai pre-shock saja, sementara main-shocknya belum. Kalau Jonathan benar, 
saya kira ini masalah sangat serius yang perlu direspon. 
Kalau memang harus terjadi, kita memang tidak mungkin membatalkan gempa bumi ya 
tho?! tapi paling tidak, bahaya yang ditimbulkannya mungkin masih bisa 
dihindari dengan persiapan yang lebih matang dan teliti.

Salam

Dwiyatno R

----- Original Message ----- 
From: Agus Hamonangan 
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, March 07, 2007 5:37 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Gempa di Sumbar Masih "Pre Shock" 
Laporan Wartawan Kompas Khaerudin
http://www.kompas.co.id/ver1/Iptek/0703/06/182808.htm
=========================

MEDAN, KOMPAS - Gempa bumi berkekuatan 5,8 skala richter di Sumatera 
Barat kemungkinan masih berupa pre shock, atau gempa pemanasan 
sebelum terjadinya gempa utama dengan kekuatan lebih besar. Pola 
kegempaannya mirip dengan yang terjadi di Mandailing Natal, Sumatera 
Barat.

Menurut Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 
Sumatera Utara, Jonathan Tarigan, gempa di Sumatera Barat terjadi 
pada jalur Patahan Sumatera atau Sesar Semangko di sub patahan 
Sianok. Seperti halnya gempa bumi di Mandailing Natal yang juga 
terjadi di Jalur Patahan Sumatera, di sub patahan Angkola.

"Kedua patahan ini memang sistem yang berbeda dan tak saling 
berhubungan, kecuali bahwa keduanya berada di jalur Patahan Sumatera. 
Namun melihat polanya, gempa di Sumbar masih merupakan pre shock, 
atau gempa pendahuluan sebelum terjadi main shock atau gempa utama 
dengan kekuatan lebih besar," tutur Jonathan di Medan, Selasa (6/3).

Menurut Jonathan, gempa di Mandailing Natal dan Sumatera Barat yang 
terjadi tak berselang lama menguatkan dugaan ini. Jonathan 
menuturkan, kemungkinan penyebab gempa di kedua wilayah ini karena 
permukaan bumi sedang dalam proses relaksasi setelah mengalami 
perubahan besar akibat gempa di Aceh dan Nias.

"Akibat gempa bumi di Aceh dan Nias dua tahun lalu, sepanjang 1.300 
kilometer bagian bawah bumi remuk, membujur dari Nias hingga 
Kepulauan Nicobar di Andaman. Ibarat luka, kerak bumi sekarang sedang 
dalam proses menutupi luka tersebut. Akibatnya, permukaan bumi di 
sekitar daerah yang rusak itu seperti tertarik. Energi tarik menarik 
inilah yang mengakibatkan gempa-gempa tadi. Ini yang disebut teori 
elastic rebound," ujar Jonathan.

Menurut dia, gempa utama yang bisa terjadi di jalur Patahan Sumatera 
bisa berkekuatan hingga 7 skala richter. Prediksi gempa besar di 
Patahan Sumatera ini lanjut Jonathan juga pernah diramalkan Profesor 
Roger Bilham, pakar kegempaan dari Amerika Serikat.

"Di jalur Patahan Sumatera terdapat 19 ruas patahan, yang 
memungkinkan terjadinya gempa. Ditambah dengan desakan dari proses 
elastic rebound kerak bumi yang sedang memperbaiki kerusakan akibat 
gempa besar di Aceh dan Nias, bisa memungkinkan gempa lebih besar 
lagi," katanya.

Namun, Jonathan tidak bisa memprediksi kapan terjadi gempa utama. Dia 
hanya mengatakan, di beberapa ruas Patahan Sumatera sudah mengalami 
siklus pengulangan gempa, sehingga gempa utama kemungkinan terjadi 
pada patahan yang belum mengalami siklus gempa 100-200 tahunan. "Yang 
paling mungkin terjadi di ruas Patahan Renun, di wilayah Dairi, Karo, 
Toba Samosir dan Samosir," kata pengajar di Institut Teknik Medan ini.

Hanya saja prediksi Jonathan, menurut Kepala Bidang Data dan 
Informasi Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I (Sumatera 
bagian Utara), Rifwan Karmin, tak bisa dijadikan pegangan. "Selama 
ini gempa bumi tidak bisa diprediksi kapan pasti terjadi. Kalau pun 
gempa di Sumbar berupa pre shock, main shock-nya pasti tak bisa 
diramalkan kapan terjadi. Lebih baik itu tidak jadi pegangan karena 
hanya membuat orang khawatir," ujarnya.

Bagi Jonathan prediksi seperti ini seharusnya membuat pemerintah 
membuat semacam early warning system atau sistem peringatan dini bagi 
masyarakat yang tinggal di sekitar jalur Patahan Sumatera. Dia 
mengakui, mustahil memprediksi gempa secara tepat saat ini. Namun 
yang mesti dilakukan pemerintah adalah dengan mendidik masyarakat 
secara dini tentang manajemen bencana di wilayahnya. 


  ----- Original Message ----- 
  From: Tatang Juhatta 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, March 08, 2007 7:56 AM
  Subject: RE: [iagi-net-l] 9 Pemenang Blok Migas


  biasanya sih ..kalau sudah injure time suruh drilling dgn cost yg tinggi
  akan ketahuan mana perusahaan minyak mana perusahaan minyak-minyakan (pak 
awang bilang)

  tj
    -----Original Message-----
    From: Harry RW [mailto:[EMAIL PROTECTED]
    Sent: Thursday, March 08, 2007 7:41 AM
    To: [email protected]
    Subject: RE: [iagi-net-l] 9 Pemenang Blok Migas


    Pengalaman pribadi saya : JANGAN TERLALU PERCAYA DENGAN APA YANG DICATUMKAN 
DI DETIK.COM...... anggap saja sebagai asap ...kalau ada asap mesti ada api, 
tinggal kita pandai2 mencari apinya...




----------------------------------------------------------------------------

    From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    Sent: Wednesday, March 07, 2007 10:22 PM
    To: [email protected]
    Subject: Re: [iagi-net-l] 9 Pemenang Blok Migas



    >
        Harry

        Kok beda dengan yang di Detik .com ya.

        Si-Abah

        __________________________________________________________________

       Pak Harry terima kasih. Sangat bermanfaat untuk perbandingan dengan 
daerah
    > lain. Sekali lagi terima kasih.
    > 
    > Yangkung
    > 
    > Harry Kusna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    > Silahkan,
    > Mudah2an bermanfaat
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > Commitments
    > 
    > Block
    > Location
    > Block Area
    > (sq km)
    > Successful Bidder
    > 3D Seismic (sq km)
    > 2D Seismic (km)
    > Wells
    > G & G Study (US$M)
    > Signature Bonus (US$M)
    > West Air Komering
    > Onshore South Sumatra
    > 3,988
    > Tiara Bumi Petroleum
    > 80
    > 360
    > 5
    > 0.365
    > 2.5
    > Karama
    > Offshore South Sulawesi
    > 4,287
    > Pertamina & Statoil
    > 1,900
    > -
    > 3
    > 3
    > 5.0
    > Mandar
    > Offshore West Sulawesi
    > 4,196
    > ExxonMobil
    > 1,750
    > -
    > 3
    > 3
    > 10.8
    > Sageri
    > Offshore South Sulawesi
    > 3,878
    > Talisman
    > -
    > 5,000
    > 1
    > 0.5
    > 1.0
    > Ujung Kulon
    > On/offshore West Java
    > 3,706
    > M3nergy Berhad
    > 450
    > 750
    > 1
    > 0.8
    > 1.26
    > Cucut
    > Natuna Sea
    > 4,663
    > -
    > -
    > -
    > -
    > -
    > -
    > Tuna
    > Natuna Sea
    > 4,992
    > Premier Oil* & MOECO
    > 600
    > 2,000
    > 2
    > 1
    > 2.0
    > Cakalang
    > Natuna Sea
    > 1,510
    > -
    > -
    > -
    > -
    > -
    > -
    > Baronang
    > Natuna Sea
    > 1,149
    > -
    > -
    > -
    > -
    > -
    > -
    > EnreKang
    > Onshore West Sulawesi
    > 4,262
    > Sigma Energy Petrogas
    > -
    > 200
    > 2
    > 0.65
    > 1.0
    > Lampung 1
    > Offshore Lampung
    > 4,239
    > ANP Energy
    > -
    > 250
    > 3
    > 1.5
    > 1.53
    > South East Mahakam
    > Offshore East Kalimantan
    > 2,005
    > Total* & INPEX
    > 720
    > -
    > 2
    > 2.1
    > 5.0
    > 
    > 
    > basuki puspoputro wrote:
    > Bpk Ibu,
    > 
    > Kalau Bpk Ibu punya daftar Coy, signature bonus, G&G, 2D seismic, 3D
    > seismic, Exploration wells committment, baik berupa biayanya maupun satuan
    > kerjanya, saya akan berterima kasih kalau dapat share datanya. Japri lebih
    > baik.
    > Terima kasih.
    > 
    > Salam,
    > Yangkung
    > 
    > Prasiddha Hestu Narendra
    > wrote:
    > detik Finance : Inilah 9 Pemenang Blok Migas
    > Jumat, 02/03/2007 16:21
    > Inilah 9 Pemenang Blok Migas
    > Alih Istik Wahyuni - detikfinance
    > Jakarta - Sembilan perusahaan migas memenangkan sembilan blok migas yang
    > dilelang tahun lalu. Seharusnya ada di 12 blok yang diminati,
    > namun penawaran atas 3 blok dinilai kurang memenuhi syarat. Dari 20 blok
    > yang pada awalnya ditawarkan, sisanya akan ditawarkan
    > lagi pada April 2007 bersama dengan blok lainnya. Hal ini diumumkan pada
    > acara pengumuman pemenang lelang wilayah
    > kerja migas di kantor Dirjen Migas, Kuningan hari ini Jumat
    > (02/03/2007).
    > Kesembilan pemenangnya adalah:
    > 1. Konsorsium Tota E&P SE Mahakam-Inpex corp di SE Mahakam, lepas pantai
    > Kalimantan Timur
    > 2. PT Tiara Bumi Petroleum di West Air Komering, Daratan Sumatera Selatan
    > 3. Konsorsium Premier Oil Ltd-Mitsui Oil Exploration Co Ltd di Tuna, Laut
    > Natuna
    > 4. Konsorsium PT Pertamina-StaotOil ASA di Karama, Lepas Pantai Sulawesi
    > Barat
    > 5. Esso Exploration Internasional di Mandar, Lepas pantai Sulawesi Barat
    > 6. Talisman (South Makassar) Ltd. di Sagari, Lepas pantai Sulawesi Selatan
    > 7. PT ANP Energy di Lampung1, Lepas Pantai Lampung
    > 8. M3nergy Berhad di Ujung Kulon, Daratan dan Lepas pantai Banten
    > 9. PT Sigma Energy Petrogas di Enrekang, Daratan Sulawesi Selatan
    > Menurut Dirjen Migas Luluk Sumiarso, jumlah blok yang akan ditawarkan pada
    > April sekitar 20 blok "Direct offer atau open bid, campur sari lah. Begitu
    > juga onshore offshore- nya," ujarnya.
    > Targetnya, tanda tangan kontrak akan dilakukan pada bulan Maret ini.
    > Karena para pemenang harus mengajukan surat kesanggupan dalam 14 hari
    > kalender setelah menerima pemberitahuan.
    > Dari sembilan pemenang itu, total investasi yang dikucurkan adalah US$
    > 411.069.000 dan bonus tanda tangan sebesar US$ 30.090.000.
    > Investasi itu terdiri dari Geological and Geofisical Study US$ 12.915.000,
    > Survei seismik 2D US$ 13.874.000, survei seismik 3D US$
    > 58.780.000, dan untuk investasi pengeboran 22 sumur US$ 325.500.000.
    > 
    > 
    > 
----------------------------------------------------------------------------
    > Hot News!!!
    > CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
    > [EMAIL PROTECTED]
    > Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI & the 36th IAGI Annual
    > Convention and Exhibition,
    > Patra Bali, 19 - 22 November 2007
    > 
----------------------------------------------------------------------------
    > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
    > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
    > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
    > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
    > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
    > No. Rek: 123 0085005314
    > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
    > Bank BCA KCP. Manara Mulia
    > No. Rekening: 255-1088580
    > A/n: Shinta Damayanti
    > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
    > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
    > ---------------------------------------------------------------------
    > 
    > 
    > 
    > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
    > 
    > 
    > ---------------------------------
    > Get your own web address.
    > Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
    > 
    > Send instant messages to your online friends
    > http://uk.messenger.yahoo.com

Kirim email ke