-------- Original Message --------
Subject: [Dosen ITB] ?Tsunami? Terjadi di Danau Singkarak
From: Rinaldi Munir <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Mon, March 12, 2007 12:31 pm
To: [EMAIL PROTECTED]


Tsunami tdiak hanya terjadi di laut. Waktu gempa besar di Sumbar
kemaren (6,3 SR), tsunami juga terjadi di Danau Singkarak, danau
terbesar di Sumbar. Hampir tidak ada media yang memberitakan kejadian
unik tapi mengerikan ini. Mungkin patahan sumatera yang berada di dasar
danau terangkat ke atas ketika gempa sehingga menimbulkan tsunami. Baca
beritanya di bawah ini:

wassalam
Rinaldi Munir
URL: http://www.informatika.org/~rinaldi
Blog: http://rinaldimunir.wordpress.com

============================

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/032007/10/0403.htm

?Tsunami? Terjadi di Danau Singkarak
MARDAUS (40), baru saja menambatkan sampannya di tepi Danau Singkarak.
Ia mengurungkan niatnya mencari ikan, Kamis (8/3) pagi itu. Meski ikan
bilis, asang, sasau, baung, belingkah, dan rinouk selalu memberinya
rezeki, gempa Sumbar membuat bapak dua anak itu harus berpikir ribuan
kali untuk mengayuh sampan ke tengah danau.

"Kalau abang lihat waktu gempa terjadi, waduh luar biasa. Air danau
surut hingga ke tengah. Dari tengah danau, air muncrat hingga setinggi
dua atau tiga kali pohon kelapa, dan saat mengempas kembali, airnya
hingga ke tepi danau. Saya benar-benar ngeri melihatnya. Kalau di laut,
mungkin ini tsunami seperti di Aceh," kata Mardaus mengenang.

Ia melanjutkan, sampan dan perahu terangkat beberapa meter. Sebuah
bangunan bekas penginapan yang sudah tidak terpakai, hancur terkena
gelombang air yang kembali ke bumi. Gelombang balik sejauh 15 m ke
darat, menyapu belasan warung makanan yang berada di tepi danau.
Bahkan, tanah di sayap barat danau terbelah dua. Masyarakat
melintangkan balok kayu untuk pijakan menyeberang.

Akibatnya, Mardaus pun terpaksa libur mencari ikan. "Saya tak tahu
sampai kapan. Tapi, kata Kepala Jorong (dusun), ada perintah dari Pak
Bupati untuk waspada setidaknya selama 40 hari ke depan."

Berbeda lagi cerita salah seorang pemilik warung, Kasni (45). Saat
gempa, ia dan seorang anaknya yang baru berumur sembilan bulan, sedang
berada di dalam warung. Keduanya terguncang-guncang hebat sambil
merasakan robohnya warung.

"Saya seperti dicampak-campak. Saya raih anak saya dan saya segera
menuju ke luar. Namun, apa daya kami kembali dicampak-campak. Warung
pun roboh. Untung hanya bagian belakangnya sehingga kami akhirnya bisa
selamat ke luar," kata Kasni. Perabotan rumah tangga pun seperti ember,
baskom, hanyut ke sungai. Kini, Kasni sekeluarga harus mengungsi untuk
tidur di posko pengungsian di Pasar Sumani, 700 m dari Danau Singkarak.

Bagi Kepala Jorong Keluku, Singkarak, Muslim (75), ia mengkhawatirkan
gempa Sumbar dapat memicu Gunung Tendikat yang aktif. Bila gunung
meletus, Singkarak akan menjadi tempat pertama yang dibanjiri lahar
panas.

"Kalau Singkarak karam, Padang pun karam. Saya khawatirkan itu.
Makanya, 215 KK yang tinggal di sekitar danau, saya sosialisasikan agar
mencari tempat pengungsian ke rumah yang letaknya lebih tinggi," kata
Muslim.

Rumah luluh lantak, jalanan terbelah melintang hingga bangunan hancur,
menjadi pemandangan Kota dan Kab. Solok. Tapi, apa yang dialami warga
di sekitar Danau Singkarak, patut diwaspadai. Jangan sampai, ada lebih
banyak korban bila terjadi gempa susulan yang mengakibatkan tsunami.
Bahkan lebih buruk lagi, gunung meletus! (Roby Nugraha/"PR")***



_______________________________________________
Dosen mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/dosen




----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke