Padahal kalau "ketel" penghasil uapnya dari geothermal kan ngga ngaruh
sama harga batubara atau migas kan ?

RDP
======================================
Dalam 2 minggu ini saya dengan ahli Perlistrikan dari Jerman diundang jalan jalan didaerah Aceh , dengan jalan darat masuk lewat Kabanjahe Sumut - Kotacane - Blankejeren-Takengon- Bener Meriah - Bireun- Banda Aceh sampai Sabang.Kebetulan ada 5 Kabupaten yang saya lewati Bupatinya baru ada pemggantian ( saya sebetulnya agak dagdigdug juga mau berangkat tapi karena diberitahu temen temen kalau saat ini Aceh aman aman saja maka ya akhirnya berangkat juga ) Dari beberapa pertemuan dg para pemda / Bupati beserta jajarannya Semuanya keluhannya sama masalah Listrik. Mereka melihat peta sebaran potensi Geothermal yang diterbitkan oleh Badan Geologi berharap sekali untuk dapat dimanfaatkan segera.Biasa kalau kita presentasi ke jajaran pemda pertanyaannya berkembang kemana mana , karena Lumpur Lapindo lagi jadi berita termasuk ditanyakan juga apa nanti tidak terjadi kasus Lusi kalau ada pengeboran Geothermal, dan dampak lain spt tanah longsor , gunung api,dan gempa, dll Rupanya permasalahan permasalahan geologi akhir akhir ini menjadi topik dimana mana. Ya jadinya malah sosialisasi geologi yang banyak.Saya mencoba memberikan keterangan yang sangat hati hati dan keterangan saya ini opini pribadi karena ternyata disetiap pertemuan banyak dikuti para vwartawan lokal ( koran Serambi , Global ,dll ) dan setelah keluar beritanya syukurlah masih dalam koridor , meskipun biasa ada sedikit sedikit salah kutip. Sebenarnya untuk daerah Aceh ini punya potensi SDA untuk Perlistrikan cukup lumayan , di Sabang ada geothermal yang sudah diteliti lanjut oleh Badan Geologi dengan potensi cukup besar cukup untuk melayani kota sabang dan pelabuhan bebasnya, begitu juga di Seulawah Agam untuk Banda Aceh dan sekitarnya dan yang kecil kecil cukup banyak untuk keperluan disekitarnya , belum lagi banyaknya sumber Air untuk PLTA/PLTM , tinggal mengoptimalkan tanpa harus mendatangkan sumber energi dari luar daerah.Apalagi sekarang ada UU ttg pemerintrahan Aceh yang salah satu kewenangnnya adalah dalam mengelola SDA mulai dari Perencanaan sampai pemanfaatannya , demikian yang disampaikan Pemdanya pada waktu kami bertemu di Banda Aceh dg Kepala Distamben , Kepala PLN NAD dan Direktur PDA nya. Di Banda Aceh dulu ada PLTD Terapung dg kapasitas 10 MW yang bersandar di pelabuhan Ulele , adanya sunami menyeret PLTD terapung ini sampai 3-4 km dari pelabuhan ketengah kota.sebetulnya ini mau difungsikan lagi tapi oleh pemda tdk boleh ( akan digunakan sbg monummen ) Bisa dibayangkan PLTD dg kapasitas 10 MW dg solar penuh berada diatas kapal bisa terseret begitu jauhnya dari laut kedaratan, ada hikmahnya juga Solar yang di PLTD ini pada waktu operasi pertolongan pertama bisa dimanfaatkan , yang waktu itu sulit sekali mendapatkan BBM/solar. Juga PLTD terapung ini bergerak / terseret sunami dalam posisi jalan biasa / tidak miring maupun terbalik , sehingga banyak orang selamat naik kapal PLTD ini pada waktu terseret ombak sunami, jadi memang patut menjadi monumen sunami

ISM


----- Original Message ----- From: "Pangestu, Sonny T" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, March 12, 2007 8:11 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Pasokan Batubara Seret, PLN Tambah Pemakaian BBM


rasanya saya sudah mengingatkan dan mengangkat masalah kerawanan ini di
pit iagi 2006 di pekanbaru.
kebetulan yg manggung di pekanbaru adalah dari pemerintah.
sebelum dan sesudahnya saya juga sdh mengingatkan di  berbagai
kesempatan temu dengan pemerintah.
saran tindak mengatasinya juga sdh saya sampaikan.
kerawanan itu akan makin lama makin parah nanti.
mungkin suara ini kurang merdu dan kurang nyaring
dan yg menyuarakannya juga bukan orang yang tenar.
dan tidak menarik karena bertentangan dgn yg berkepentingan.
maka tenggelamlah suara itu di dalam hiruk pikuk "parade bencana".

(sonny)

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 11 Maret 2007 21:25
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Pasokan Batubara Seret, PLN Tambah Pemakaian BBM

Padahal kalau "ketel" penghasil uapnya dari geothermal kan ngga ngaruh
sama harga batubara atau migas kan ?

RDP
(masih ngimpi Indonesia mengembangkan geothermal lebih optimum)

=============
11/03/2007 19:25 Pasokan Batubara Seret, PLN Tambah Pemakaian BBM Arin
Widiyanti - detikfinance

Jakarta - Seretnya pasokan batubara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU) Cilacap dan Tanjung Jati B membuat PT Perusahaan Listrik Negara
(PLN) memaksimalkan kerja lima pembangkit yang menggunakan BBM.
Konsekuensinya biaya produksi dan alokasi BBM PLN pun membengkak.

Hal ini disebabkan kapal pengangkut batubara dari Kalimantan tidak bisa
merapat ke Pulau Jawa karena ketinggian gelombang laut mencapau 4 meter.
Akibatnya dua pembangkit besar yang mengaliri sistem interkoneksi
Jawa-Bali itu hanya sanggup memenuhi pasokan listrik separuh dari
kapasitas produksinya.

"PLTU Tanjung Jati B dan Cilacap tidak bisa beroperasi maksimal karena
pasokan batubara terhambat faktor cuaca, sehingga tidak bisa merapat
karena gelombang tinggi," keluh Direktur Utama PT PLN Eddie Widiono
dalam perbincangannya dengan detikcom, Minggu (11/3/2007).

Menurut Eddie, perharinya PLTU Tanjung Jati B membutuhkan 12.000 ton
batubara untuk mengoperasikan 2 pembangkitnya yang masing-masing
berkapasitas 660 megawatt. Tapi saat ini hanya bisa mengalirkan 330 ribu
MW.

Sedangkan PLTU Cilacap yang biasanya membutuhkan 4.000 ton batubara
dengan mengalirkan 600 MW, kini hanya bisa mengalirkan 300 MW.

"Kekurangan pasokan batubara akan menyebabkan kita menggunakan minyak,
tapi biaya akan naik. Selain itu alokasi BBM PLN setahun hanya 9 juta
kilo liter," ungkap pria berkacamata ini yang mengaku tengah merinci
kenaikan biaya itu.

Eddie lantas menjelaskan mengenai masalah pasokan BBM. "PLN tidak
terlalu mengkhawatirkan, mengingat sudah ada kontrak dengan Pertamina,"
tambah dia.

Dirinya menjamin apabila ada saling pengertian di antara semua pihak,
maka tidak akan terjadi byar pet.

"Kekurangan pasokan listrik ditutup oleh dioperasikannya secara maksimal
pembangkit-pembangkit minyak, namun stok yang ada menipis,"
ungkap Eddie.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Manajer Umum Pusat Pengatur dan
Penyaluran Beban (P3B) PT PLN Muljo Adji menyatakan lima pembangkit itu
beberapa diantaranya tidak dioperasikan. Tapi terpaksa digunakan kembali
karena darurat.

Lima pembangkit itu ialah PLTGU Gresik dengan stok BBM sampai 7 hari,
PLTGU Grati Pasuruan dengan stok sampai 6 hari, PLTGU Muara Tawar Bekasi
dengan stok BBM 6 hari, PLTGU Tambak Lorog Semarang dengan stok
4 hari, dan PLTGU Tanjung Priok. Sehingga total tambahan pasokan listrik
6500 MW.

"Kuncinya cuaca minggu depan diharapkan sudah normal. Mengingat alokasi
9 juta kilo liter pada saat cuaca Januari-Februari yang buruk, kita
sudah menggunakan dua kali lipat dari alokasi pada bulan itu yang
tertuang dalam RKAP, dikhawatirkan alokasi itu tak cukup untuk setahun,"
ujar Muljo.

Muljo menambahkan minggu depan pihaknya baru akan menghitung berapa
tambahan alokasi BBM yang dibutuhkan PLN agar dapat terus mengalirkan
listrik tanpa byar pet.
(arn/nvt)

--
http://rovicky.wordpress.com/

------------------------------------------------------------------------
----
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the
36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali
Convention Center, 13-16 November 2007
------------------------------------------------------------------------
----
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
Mulia No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------





----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke