Teman-teman IAGI dapat mengatakan bahwa lumpur akan berhenti bersembur setelah 
31 tahun lagi. Bagaimana menghitungnya, ya? Sebaiknya ada hitungannya, jadi 
kuantitatif. Pernyataannya bpk. Gubernur JATIM itu sungguh mengena. Dan saya 
kira tidak hanya pak Gubernur saja yang bertanya demikian. Apakah teman-teman 
itu berangkat dari volume lumpur yang tersembunyi di perut di bawah semburan 
dan diketahui bahwa lumpur yang keluar setiap harinya sekian? Apakah demikian? 
Kalau memang demikian berikanlah hitungannya. Atau ada cara lain? Makanya perlu 
forum diskusi, biar ada satu suara. 
M. Untung 

Kirim email ke