Jadi kembali terlintas untuk membahas ini, karena pertanyaan saya sama
dengan saudara nathan.
Saya coba menganalisis dari informasi yang saya ketahui dan latar belakang
pengetahuan saya,
Hanya pendapat pribadi, mohon maaf kalau ada yang salah atau sudah ada
yang membahas sebelumnya.
Semburan lumpur sidoarjo terjadi bukan pada lubang bor, tetapi pada
sekitar sumur yang telah dibor.
Untuk coba membuktikan apakah ini karena "under ground blowout" atau
gempa, Tentu sangat membantu utk menganalisanya, apabila kita mumpunyai
data LOT dan dan estimasi Formation Pressure dari SIDPP (shut in drill
pipe pressure).
- Data LOT seharusnya wajib ada, karena well ini adalah exploration well.
Kalau tidak ada, tentu sudah ada prosedur yang salah dalam aktifitas
pengeboran ini.
- Nilai FP dapat dikalkulasi dari pressure yang terrecord disurface saat
kick terjadi, atau dikenal dengan SIDPP .
Ada dua pendapat saya dengan memperbandingkan kedua nilai tersebut.
1. Underground blow out "hanya dan hanya" dapat terjadi bila harga LOT
lebih kecil dari FP.
Dorongan dari formasi pasti dapat memecahkan batuan yang memiliki kekuatan
paling lemah, yang tercermin dari seberapa besar nilai LOT nya.
Sehingga keluarnya over pressure zone ke surface tidak memalalui lubang
bor asalnya, hal karena sumur sudah ditutup (BOP?).
Karena terhalang keatas, over pressure akan keluar melalui rekahan2 batuan
yang telah dipecahkannya.
Dalam hal ini, saya lebih condong untuk mengatakan bahwa peristiwa di
trigger oleh aktivitas pengeboran.
2. Bila LOT lebih besar dari FP, tentunya batuan/formasi dibawah shoe
dapat menahan dorongan dari formasi, walaupun formasi tersebut belum di
casing.
Dalam hal ini, saya lebih condong untuk mengatakan bahwa peristiwa Lusi
karena gempa.
Mudah2an data diatas tersedia dan ada yang bersedia untuk menginfokannya.
Best Regards,
ROMDONI
Operation Geologist
Eni Indonesia
Phone: 021-52997254
HP: 081381877717
Email: [EMAIL PROTECTED]
"Nataniel Mangiwa" <[EMAIL PROTECTED]>
03/21/2007 01:41 PM
Please respond to iagi-net
To: [email protected]
cc:
Subject: Re: [iagi-net-l] Respon-3 Surat Terbuka Kepada Ketua
Umum IAGI
Seandainya ada gempa di Jogja, dan BJP-1 tidak di tajak (tidak di
spud) apa tetap akan ada LUSI? Just curious aja..
On 3/16/07, nyoto - ke-el <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Supaya lebih fair hasil kesimpulannya, saya kira akan lebih baik kalau
> penyelenggara workshop "mengundang & mendengarkan" semua pendapat dari
para
> ahli, baik pendapat yang berseberangan maupun yang "sama bahasa".
>
> Soalnya paling tidak kalau diperhatikan sejak awal memang penyelanggara
> kelihatannya "enggan" kalau tidak boleh dibilang "tidak mau
mendengarkan"
> pendapat yang kira2 akan berseberangan dengan hasil kesimpulan yang
"sudah
> dipersiapkan sebelumnya".
>
> Dengan dalih ybs sudah pernah diundang & berbicara/presentasi dalam
seminar2
> sebelumnya (maka undangannyapun diberi catatan "hanya sebagai pendengar
> saja"), ataupun ybs tidak pernah ikut dalam penelitian langsung ke
lokasi
> biarpun sudah pernah melakukan study analisa mengenai LUSI, atau apalah
> alasannya, tapi yang jelas itu hanya alasan yang dibuat oleh
penyelanggara
> saja.
>
> Tidak usah mengelak , hal ini bisa & mudah sekali "dibaca", baik oleh
> peserta workshop maupun yang tidak mengikutinya, paling tidak seperti
saya
> ini, yang ikut prihatin karena adanya kesimpulan workshop yang kelihatan
> "bias" secara ilmiah.
>
> Dan sebetulnya hal itulah yang menjadikan "uneg2" pak Koesoema, sehingga
> beliau akhirnya memutuskan untuk menulis SURAT TERBUKA yang akhirnya
> menimbulkan topic "perseteruan antar para ahli" di media massa.
>
> Mohon maaf bagi yang kurang berkenan, sebagai salah satu warga
geologiawan
> Indonesia yang ikut prihatin dengan kejadian LUSI dengan tanpa solusi
yang
> memadai dari yang berwenang, saya hanya berusaha "meluruskan" yang
bengkok
> saja tidak ada maksud lain.
>
> Mungkin juga gempa Yogya bisa ikut andil atau kombinasi dengan problem
> drilling di sumur BJP-1 dalam hal penyebab awal terjadinya LUSI, tapi
kalau
> ada, itupun presentasinya sangat kecil sekali, dan sebagai pemicu utama
> adalah karena adanya problem drilling di sumur BJP-1 tsb (dimana
problemnya
> tidak bisa segera diatasi karena adanya interval "open hole" yang
terlalu
> panjang yang reskan sekali didalam pemboran sumur yang menembus formasi
> bertekanan tinggi/"over pressure zones").
>
> Itupun hanya sebagai pemicu awal, sebab selanjutnya yang terjadi adalah
> karena memang mud-volcano tsb bertekanan & bersuhu tinggi &
"unconsolidated"
> , maka sifatnya sangat tidak stabil & selalu ingin "expand" dengan
mencari
> zona2 lemah untuk keluar dari dalam perut bumi. Akibatnya bermunculanlah
> titik2 semburan lumpur tsb disekitar lokasi sumur (karena sumurnya
sendiri
> saat itu sudah diisi lumpur bor yang "berat" untuk melawan tekanan
formasi &
> di "plug" atau ditutup semen).
>
> Semburan2 lumpur tsb lama kelamaan menjadi besar & berkembang sebagai
> bencana alam. Yang dalam hal ini sebetulnya sudah layak dinyatakan
sebagai
> "bencana alam nasional" karena skala & dampaknya yang cukup besar
> mempengaruhi kebutuhan hajat hidup orang banyak.
>
>
> Wassalam,
> nyoto
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------