"Ndilalah" bahasa Jawa itu, dugaanku, dari kata Qodlo Alloh. Qodlo, juga
qodar, adalah ketentuan yang di tentukan Alloh. 
 
Manusia hanya tahu sedikit dari yang ada di alam. Namun saya lihat,
begitu ideal alam memberikan akibat dari suatu sebab. Hukum alam,
"sunahtulloh", -nya, amat-amat ideal. Semua gerak alam, saya dugakan
untuk kegunaan manusia. Setiap kesalahan, akibatkan keburukan. Setiap
kebaikan, akan akibatkan kebaikan pula.  
 
Contoh kalimat Jawa dengan kata "ndilalah" (buruk): "Karena ceroboh,
"ndilalah", walau kelihatannya bagus hasilnya, dia tidak lulus ujian".
Atau dalam akibat baik, "karena tekun dan sabar, ya "ndilalah", dalam
kondisi repotpun, dia lulus ujian".
 
Dulu, Bang Rauf ngajariku asal kata "ndilalah" gitu.  
 
Salam,
Maryanto.
Nah ini kalimat Jawanya Bang Rauf: 
Kala kula kelas kalih, kulo kulak kalong kolang kaling kalih kalo.
Keling keli kali kilen kulo. Kulo kilang-kilong kala kalunge kulu. 
{Ketika saya kelas dua, saya ambil-dagangan kalong kolang-kaling dua
"wadah anyaman bambu". Keling hanyut di kali baratku. Saya bingung
ketika kalungnya tertelan}
 
________________________________

From: Nur Darodjat [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, March 26, 2007 8:07 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] RE: [SPAM]Re: [iagi-net-l] (OOT) Ndilalah -->
Artikel Suara merdeka



NDILALAH, yang aku pernah dengar tidak akan sendirian. Dia akan
disebutkan ndilalah kersane(maunya) Allah, jadi ya bisa baik ya bisa
buruk tergantung maunya yang Berkuasa, kalau dari positif thinking, ya
nggak usah menyesal barang sudah terjadi, mari dicari hikmahnya atas
kejadian yang memang maunya Allah.

Nur


-----Original Message-----
From: mohammad syaiful [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, March 23, 2007 3:49 PM
To: [email protected]
Subject: [SPAM]Re: [iagi-net-l] (OOT) Ndilalah --> Artikel Suara merdeka

apa cerita di bawah ini bukan tergolong kejadian buruk?

"bis teko wetan mandheg. bocah wedok mudhun soko bis, liwat mburine

arep nyebrang dalan, lha kok ndilalah onok bis liyo teko kulon, mak

bres, bocah wedok kuwi ketabrak sampek dadi patine..."

(terjemahan agak bebas: ada bus dari arah timur berhenti. seorang anak

perempuan turun dari bus tersebut, berjalan melingkar lewat belakang

bus karena mau menyeberang jalan. 'ndilalah' ada bus lain dari arah

barat, langsung menabrak anak perempuan itu, hingga mati...)

kalo 'ndilalah' dari 'alhamdulillah' ini hanya gothak-gathuk dari pak

rauf, yo wis  manut wae...

salam,

syaiful

*

On 3/23/07, Ahmiyul Rauf <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Ndilalah itu asal muasalnya dari ucapan syukur Alhamdulillah, krn
memang tdk

> ada yang kebetulan itu terjadi dengan sendirinya, jadi krn kebetulan,
ya

> syukur, dinikmati aja.. Tdk ada orang yang bilang ndilalah karena
kejadian

> buruk...

>

> Ahmiyul Rauf

> (bocah sumantra sok jagoan bahasa jawa)

> 

Kirim email ke