Pak Awang sangat menarik kalimat terakhirnya dengan rumus jempol --> "Rule
of thumb-nya : G & A tak boleh melebihi 10 % dari total budget." Tapi masih ada kemungkinan jempolnya ditekuk, bugdetnya yang dinaikin ... upst sorry :) Nah untuk mengantisipasi hal ini, "sistem kontrol" apa lagi yang masih dilakukan untuk menekan budget yg masuk kategori (cost) ?
Setahu saya (correct me if ia am wrong) ... Cost ini toh akhirnya akan
masuk CR (Cost recovery) ...Apakah ada pembatasan dalam angka cost ini dalam memproduksi migas. Apakah ada ANGKA dalam kontrak PSC. Kalau ngga salah di Malaysia angka CR ini dikontrol sehingga maksimum sekian persen dari revenue. Adakah hal semacam ini di PSC Indonesia ? CR akan bergantung dari angka yg sudah ditentukan ini. Sehingga tercipta "otomatisasi efisiensi". Pak Awang dkk ndak perlu repot. Mungkin isi kontrak ini bukan wewenang BPMIGAS karena pembuat draft kontrak PSCnya MIGAS, kan ? thx RDP On 3/27/07, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Yanto, Dalam prinsip accounting blok produksi, gaji tenaga GGE termasuk dalam G&A, sedangkan yang belum berproduksi masuk ke Exploration Administration. G&A bisa tinggi karena merupakan komponen cost personel dan semua fasilitasnya, sewa gedung dan semua fasilitas kantor, dan semua pengeluaran "lain-lain" (termasuk public relation) yang tidak bisa dimasukkan ke pos lain. Perlambatan perizinan bisa dimasukkan ke dua pos : G & A atau proyek berhubungan. Izin lokasi pemboran atau seismik yang terlambat sehingga menimbulkan biaya, misalnya, bisa dimasukkan ke dalam cost proyek bor atau seismik (di luar G & A). Pada saat budget meeting, G & A yang tinggi akan selalu mengundang pertanyaan, dan kami selalu meminta klarifikasi serta perinciannya. Salam, awang -----Original Message----- *From:* Yanto Salim [mailto:[EMAIL PROTECTED] *Sent**:* Tuesday, March 27, 2007 7:08 C++ *To:* [email protected] *Subject:* RE: [iagi-net-l] BPMIGAS: 2.444 Lowong untuk GGE Pak Awang, Menarik sekali melihat distribusi expenditure tahun 2005, apakah gaji G & G dan engineering termasuk dalam G & A? G&A disini digambarkan sebesar 224% dari biaya explorasi. Faktor apa saja yang membuat G&A sangat tinggi , mungkinkah adanya kegiatan Public Relation, yang saat ini makin keren dan berkembang dilingkungan Migas?. Apakah ada studi khusus yang menyelidiki biaya tidak langsung yang membuat expenditure naik, seperti misalnya berapa biaya yang harus dikeluarkan karena delaynya perijinan atau approval baik didaerah maupun tingkat pusat?. Salam Yanto Salim. ------------------------------ *From:* Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] *Sent:* Monday, March 26, 2007 11:44 AM *To:* [email protected] *Subject:* RE: [iagi-net-l] BPMIGAS: 2.444 Lowong untuk GGE Ini catatan saya untuk realisasi expenditure tahun 2005 (yang 2006 belum semuanya terekapitulasi): eksplorasi : 204 juta USD development : 1413 juta USD produksi : 3172 juta USD general administration : 457 juta USD Gaji karyawan nasional dan asing termasuk di dalam komponen general admin. tersebut. Total expenditure : 5246 juta USD. Sangat menyedihkan bahwa expenditure eksplorasi tak sampai 4 %. Bagaimana mau menemukan ladang migas baru kalau pelit begitu mengeluarkan dana untuk eksplorasi ? Makin menyedihkan lagi bahwa dana untuk kegiatan produksi yang menyita 60 % expenditure, ternyata tak mampu menambah produksi minyak, bahkan produksi 2006 hanya 95 % dari produksi 2005. Ayo galakkan eksplorasi ! awang

