Cak Mar,

Kalo di Jatim memang ada 7 gunungapi aktif, yang menurut cak Maryanto konon
satu sama lain berjarak kelipatan angka 7 (maaf saya lupa). Masih ada
beberapa gunungapi lain yang lagi tidur, moga2 gak dibangunin sama Prabu
Ontorejo (bukan Prabu Wijanarko dan Prabu Wijokongko lho) dengan menyuruh
Tuan Lempeng Tektonik untuk bergoyang, apalagi kalo dengan mengundang Inul
Daratista untuk ngiringin dengan lagu Goyang Dombret. Wah...wah... bisa2
bisul-bisul itu jadi pecah semua. Kalo ini gak ada kaitannya dengan angka 7
ya cak?

Omong-omong masalah gunungapi, ternyata karakter gunungapi di suatu daerah
sama dengan karakter masyarakatnya. Karakter letusan Gunung Galunggung di
Jabar, selalu *diencrit-encrit* (dicicil). Meletus derrrrr... lalu berhenti,
lalu derrrr lagi dan berhenti lagi, dst. Sewaktu kecil saya dulu, setiap
tukang *mendreng* (tukang kredit) selalu berasal dari Jabar. Kemudian G.
Merapi di Jateng/ Jogja, letusannya hanya berupa lelehan lava (bahasa
Jawanya hanya *ndledek*). Hal ini sesuai dengan karakter masyarakat Jogja/
Jateng yang kalem, tempo bicaranya pelan dan tidak pernah meledak-ledak.
Lain halnya dengan gunungapi di Jatim, biasanya sekali meletus duuueeeer
(keras) dan langsung tuntas (langsung berhenti). Contoh G. Semeru dan G.
Kelud. Hal ini ternyata sama dengan karakter masyarakat Jatim yang kalo
bicara keras, tapi sekali bicara tuntas. Moga2 karakter masyarakat Jatim
yang demikian itu, segera mampu mengatasi persoalan LUSI, sehingga kerugian
yang mencapai trilliunan rupiah itu segera terpecahkan, sebelum perekonomian
Jatim benar2 kolaps.

Sekedar otak-atik mathuk. Kenapa Inul dulu melejit dengan tiba-tiba, dari
sebelumnya yang hanya penyanyi Taman Hiburan Rakyat (THR) dan penyanyi
panggung kampung. Bahkan satu bulan (bukan tujuh bulan lho) sebelum dia
melejit, saya sempat mengundang dia untuk nyanyi di acara jalan sehat
kantor. Dan kenapa dia dulu dikasih gelar Si Ratu Goyang Ngebor, padahal dia
kan gak punya alat bor? Mengapa kemunculan dia saat itu begitu hebohnya?
Barangkali hal itu sebenarnya merupakan peringatan, bahwa akan ada prahara
yang berkaitan dengan bor-ngebor. Dan ternyata benar adanya, prahara
semburan lumpur terjadi di Porong, di lokasi bor-ngebor sumur
Banjarpanji-1, yang berjarak kurang dari 10 km dari rumah Inul di Japanan.

Ha...ha...ha....

Mohon maaf kalo ada yang kurang berkenan, ini hanya sekedar *ludrukan*.

Salam,
Pardan, tetangganya LUSI.


On 4/3/07, Leonard Lisapaly <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



Pak Iman,



Sebenarnya ini hanya "bawaan" dari waktu kuliah dulu. Kalau ada ujian yang
soalnya adalah membuktikan rumus, entah gimana caranya, semua mahasiswa
akhirnya di bagian akhir jawaban bisa menulis QED (Terbukti) …. 8-)



LL




 ------------------------------

*From:* Iman Argakoesoemah [mailto:[EMAIL PROTECTED]
*Sent:* Wednesday, April 04, 2007 7:25 AM
*To:* [email protected]
*Subject:* RE: [iagi-net-l] Gempa dan Tsunami Solomon Islands, SW Pacific,
2 April 2007 (8.1 Mw)



Wah, bakat Mama Loren mulai banyak bermunculan nih sejak 2 hari
terakhir ini ........  Ada apa ya ?? Jangan-jangan akan ada gempa besar lagi
???

-----Original Message-----
*From:* Leonard Lisapaly [mailto:[EMAIL PROTECTED]
*Sent:* Wednesday, April 04, 2007 7:14 AM
*To:* [email protected]
*Subject:* RE: [iagi-net-l] Gempa dan Tsunami Solomon Islands, SW Pacific,
2 April 2007 (8.1 Mw)



Saya lahir tanggal 27, jika dijumlah jadi 9. Isteri saya tanggal 14, jika
dijumlah 5. Kedua angka dijumlah 9+5 = 14. Karena perkawinan adalah share,
angka 14 dibagi 2 dapat 7, jadi angka favorit Pak Maryanto ....



Bisa juga 27 – 14 = 13. Anak saya ada 3. Karena untuk membuat 3 anak perlu
usaha bersama, pointnya jadi 3 x 2 = 6. Kurangkan, 13-6 = 7, ketemu angka
favorit Pak Maryanto lagi ....



He he he ......



LL


 ------------------------------

*From:* Arya Disiyona [mailto:[EMAIL PROTECTED]
*Sent:* Wednesday, April 04, 2007 7:01 AM
*To:* [email protected]
*Subject:* RE: [iagi-net-l] Gempa dan Tsunami Solomon Islands, SW Pacific,
2 April 2007 (8.1 Mw)



Wah kalau saya yang sering muncul adalah angka 8…………contohnya: saya dan
isteri saya lahir di tanggal 8, kemudian menikah di tanggal 8…….dan *ndilalah
*anak saya lahir pada tanggal 26 yang jika dijumlahkan menjadi 8. Gimana
tuh Pak Maryanto……..? J



Best Regards,

Arya Disiyona

Sr. Geologist

*EMP-Kangean*

Ph. Off: +62-21 25504892

Mobile: +62818475766

Fax: +62-21 25504884


 ------------------------------

*From:* Ahmiyul Rauf [mailto:[EMAIL PROTECTED]
*Sent:* Tuesday, April 03, 2007 3:09 PM
*To:* [email protected]
*Subject:* RE: [iagi-net-l] Gempa dan Tsunami Solomon Islands, SW Pacific,
2 April 2007 (8.1 Mw)



Nama saya Ahmiyul (7) dan Maryanto (7+1). Angka 7 memang hebat, tapi angka
5 juga hebat (Pancasila), dan sholat  lima waktu, terus kalau pembagian
harta rampasan juga pembagian 5. Kalau isteri maksimum 4 (bukan 7 lho..).
Tidak kalah hebatnya angka 17 (hari kemerdekaan), dan rakaat sholat
(17/hari), serta malam nuzul Quran (17 ramadhan).. Mungkin Pak Maryanto bisa
menjadikan semua angka itu terkait dg bilangan 7..



Wassalam

Ahmiyul Rauf



-----Original Message-----
*From:* Maryanto (Maryant) [mailto:[EMAIL PROTECTED]
*Sent:* Tuesday, April 03, 2007 14:51
*To:* [email protected]
*Subject:* RE: [iagi-net-l] Gempa dan Tsunami Solomon Islands, SW Pacific,
2 April 2007 (8.1 Mw)



Sejak th '77, hingga tahun '07, hanya ada 7 gempa dunia yang skalanya
lebih besar dari  7 +  7/7 Mw  (maksudnya 8 Mw keatas). Dari 7 gempa besar
yang ada tersebut, hanya 7/7 kejadian (maksudnya 1 kejadian saja),  yang tak
di Minggu purnama+minggu Bulanmati, (dari USGS).



Ini membenarkan hipotesa bahwa lebih banyak gempa pada High tide week
(Minggu Purnama dan Minggu Bulan mati), di banding pada Minggu low tide.



Siklus penanggalan komariah, tanggal MInggu purnama : 12-17, Minggu
bulanmati: 26-4, sisanya minggu low tide.



Minggu Purnama, 2007, Solomon, 14 Robiul Akhir 1428, 2 April 2007, 8.1 M

Minggu Bulanmati, 2007, Kuril, 26 Dzulhijah 1428, 13 Januari 2007, 8.1 M

Minggu Bulanmati, 2006, Tonga, 4 Robiul akhir 1427, 3 may 2006, 8.0 M

Low tide week, 2006, Kuril, 24 Syawal 1427, 15 Nov 2006, 8.3 M

Minggu Purnama, 2005, Nias, 17 Safar 1426, 28 Maret 2005, 8.7 M

Minggu Purnama, 2004, Aceh, 14 Dzul Qaidah 1425, 26 Desember 2004, 9.0 M

Minggu Bulanmati, 2003, Hokkaido, 28 Rajab 1424, 25 Sep 2003, 8.3 M



Selama 1977 sampai 2002: tak ada yang lebih besar 8 magnitude.

Se-7 ?

Minggu purnama kini, juga banyak gunung  di Indonesia yang lebih aktif,
mungkin 7 gunung (? he..he..he..).



Salam,

MYT.


 ------------------------------

*From:* Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
*Sent:* Tuesday, April 03, 2007 10:06 AM
*To:* [email protected]
*Subject:* [iagi-net-l] Gempa dan Tsunami Solomon Islands, SW Pacific, 2
April 2007 (8.1 Mw)

Seperti diberitakan di media2, telah terjadi gempa besar yang disertai
tsunami Senin 2 April 2007 dini hari kemarin (waktu Indonesia) di Kepulauan
Solomon, timur-tenggara Papua New Guinea. Pusat gempa berlokasi di laut
sekitar 40 km selatan-tenggara Gizo, New Georgia Islands, Solomon Islands.
Gempa berkekuatan 8,1 Mw (sekitar 7.5 skala Richter) dari kedalaman 10 km
(data sementara) itu terjadi pada pukul 07.39  waktu setempat.

Sementara ini dilaporkan bahwa gempa dan tsunami tersebut telah menewaskan
13 orang, belum tercatat korban hilang. Beberapa desa rusak berat, 300
rumah, sekolah, rumah sakit rusak parah di Sasamunga dan sekitar 500 rumah
rusak di Gizo (keduanya di New Georgia Islands). Kerusakan akibat tsunami
juga terjadi di Lefung, Taro, Honiara (pulau2 di sekitar Solomon) dan juga
merusak kawasan Rossel Island dan Bougainville, Papua New Guinea.

Secara tektonik, gempa Solomon ini terjadi pada area batas Lempeng Pasifik
dengan tripple junction lempeng-lempeng samudra Australia (bagian
samudranya), Woodlark, dan Solomon. Ketiga lempeng kecil tersebut
mengkonvergensi Lempeng Pasifik ke arah timurlaut dan timur-timurlaut pada
kecepatan 90-105 mm/tahun. Lempeng-lempeng kecil ini menunjam terhadap
Lempeng Pasifik dan menghasilkan sistem busur kepulauan Solomon Islands dan
sekitarnya (Bismarc-Solomon-New Hebrides). Focal mechanism berdasarkan
Global CMT Project Moment Tensor Solution menunjukkan pematahan yang
berhubungan dengan gerak konvergensi ini, yaitu thrusting dengan sedikit
komponen oblique pada strike 331 NE berkemiringan 38 deg. Gempa Solomon
kemarin ini terjadi pada segmen sepanjang 250 km yang sejak awal abad ke-20
tak pernah mengalami gempa lebih besar dari 7,0 Mw.



Tsunami terjadi karena semua syaratnya terpenuhi : pusat gempa di laut,
pematahan tegak dominan (thrusting), kekuatan di atas 6.5 SR, dan
kedalaman pusat gempa dangkal (sementara dilaporkan 10 km).



Salam,

awang






Kirim email ke