Kekurangan g n g ini bukan kekurangan supply ttp produknya
dimanfaatkan di ln (maksudte banyak g n g hengkang).
Nah kalau dr usulan pak franc utk mengisi pasokan ini tentunya masih
berpotensi hengkang juga ke LN, sprti anda dan saya franc.

Jadi yg penting bagaimana menahan spy jangan kebanyakan yg hengkang.
Atau. Skalian ambil saja ini sbg kesempatan mengisi pasaran g n g di
LN. kalau diharapkan mereka yg hengkang ini menambah devisa looh.
Saya sih masih ragu hengkangnya g n g ini menambah devisa. Kalau tki
sih lebih yakin nambah devisa kalau g n g ?

Kmarin aku ngobrol dg adb ttg penambhan reseeves/reources (cadangan)
di bbrp negara asia pada th 2006. Aku malah disindir "brapa ya yang
disumbangkan g n g indonesia ke petronas ?"
Blaik !

Rdp

On 4/14/07, Franciscus B Sinartio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hallo semuanya,
Karena libur hari kamis dan jumat kemarin menyambut Pemilu, saya iseng-iseng
search nama saya di google, terus ketemu email dibawah.  saya cut and paste
lagi tapi kali ini judulnya ttg mempersiapkan tenaga kerja untuk perusahaan
migas.

Hampir semua (kalau tidak semua) perusahaan Migas masih menderita kekurangan
tenaga kerja, bahkan perusahaan yang di sebut oleh Pak Awang sebagai
berhasil dalam penkaderan pun masih kekurangan tenaga kerja.
Kita sudah membicarakannya berkali-kali tetapi kelihatannya kita tidak ada
action sama sekali.  ada sih yang sedikit sedikit yang dilakukan oleh IPA,
dan IAGI.  Tetapi mungkin kita perlu lebih banyak action utk mempersiapkan
lulusan baru supaya siap bekerja.

selamat berakhir pekan.... bagi yang baca email ini pada weekend.  dan
selamat memulai minggu yang produktif bagi yang baca pada weekdays.

fbs

======================= hasil cut and paste dari email say di FOGRI Jan 2006
=====================
topik ttg beasiswa konsorsium:

==============
Ikutan kasih ide ya...
mari kita coba lihat dulu duit itu dari mana dan apa tujuannya
dikumpulkan...
Kalau tidak salah adalah suatu kewajiban perusahaan minyak untuk menyisihkan
sebagian penghasilan untuk keperluan pendidikan, kalau tidak salah sekitar 3
%
dari (net income atau revenue ya?).  selain itu kalau yang belum produksi
pun
harus setor sekitar USD 3000 setahun.

Nah duit ini lah yang di kelola Komite 1,2, dan 3 dari BKKA (kemudian
menjadi
BPPKA dst).

awalnya ada sekitar 70 an mahasiswa/i semester 5 (atau sekitar itulah) yang
di
"rekrut" untuk mendapatkan beasiswa sekolah Geology, geophysics, Petroleum
engineering, accounting, civil engineering dan mechanical engineering di
Amrik
(thn 1983).
terus dilanjutkan sampai batch ketiga.

setelah mereka kembali, mulai bekerja di PSC-PSC dan Pertamina, pada waktu
itu
banyak sekali pro dan kontra "projek" ini.  dan salah satu issue/topik nya
adalah program ini gagal karena tidak bisa menyiapkan tenaga siap pakai di
industri.  mulailah di blame cara pe-rekruit-an nya sampai kenapa program
BSc
bukan MSc.
Lalu muncullah program MSc untuk merekrut fresh graduate langsung (maksudnya
tanpa pengalaman kerja pun boleh) disekolahkan oleh komite 1,  ada beberapa
batch juga.
mereka juga sekarang banyak yang bekerja di perusahaan2 minyak di Indonesia.
(ini awal 90 an)
dan sejak akhir 90 an mulai program yang langsung dikelola oleh perusahaan
masing2 dengan mengambil dana yang 3 % itu.

saya tidak mau komentar banyak ttg keberhasilan atau kegagalan program ini,
karena saya akan bias.

Tetapi saya mau menggaris bawahin bahwa tujuan utama pengumpulan/pemakaian
dana
tsb adalah untuk menyediakan tenaga siapa pakai di industri (nb: dulu
disebutkan tenaga pengganti ekspat, sehingga banyak conflict of interest).

Nah sekarang apa yang IAGI, HAGI dan IATMI dapat bantu untuk hal ini?
program
pengiriman mahasiswa untuk belajar di LN dan pemberian beasiswa DN hanya
bisa
mencakup beberapa orang saja.  Masih banyak yang belum terjangkau....

gimana kalau kita bikin suatu wadah "learning center" (+ tempat latihan)yang
benar2 non-profit, syaratnya adalah bisa digunakan oleh peminat2 yang tidak
dapat fasilitas yang ada.  jadi yang sudah bekerja diperusahaan minyak tidak
akan dapat priviledge, kecuali volunteer untuk membantu (silahkan bicarakan
teknis nya nanti).  Dana nya yah kita pikirkan bersama bagaimana cara
mendapatkannya. yang 3 % itu mungkin salah satu sasaran asal kita punya
tangible goal yang berarti untuk mereka.

Tujuan learning center dan training center ini bukan hanya sekedar untuk
pemahaman pemakaian software tetapi mempelajari applikasi ilmu yang sudah
didapatkan di sekolah.
paling tidak the big picture of oil industry sudah tahu dan masing2 akan
spesialisasi dalam satu job description untuk memberikan hasil nyata.

software bisa lobbying ke software provider, keuntungan untuk mereka adalah
banyaknya orang yang akan tahu ttg software mereka (please.....jangan curiga
dulu, karena pemakaian software ini tidak akan komersial, dan pengurusnya
harus
committed untuk ini).
hardware... kalau kita pakai PC based tidak akan mahal (maksudnya relative
murah).

Brainware... wah ini mah tidak usaha ditanyakan.... bukan hanya banyak
sekali
tetapi banyak sekali yang bersedia.  tetapi harus ada yang mau committed
untuk
jadi pengurus.
kalau coordiantor sih saya rasa juga banyak yang punya idealisme tinggi yang
bisa membantu misalnya Pak Marwadi (eks Pertamina, dan eks JOB Costa), Abah,
Pak Ong, Pak Kusuma, Pak Eko Widianto dan masih banyak lagi.......

sebenar nya ide ini bukan hanya saya yang punya,  sudah sering banget saya
dengar...
sebenarnya akhir tahun 80 an kami sudah mulai menjajaki, lalu macet karena
motivasi kurang tinggi dan pengalaman belum punya, lagi pula waktu itu
program
IWPL Migas kelihatan sangat bagus (eh sorry saya tidak tahu hubungannya yang
3%
itu dgn IWPL migas, mungkin Abah tahu).

Lalu akhir 90 an mulai lagi, tetapi kandas lagi karena satu dan lain hal.

Lalu bebrapa tahun lalu saya ikutan suatu lembaga yang salah satu tujuan
utama
nya membuat learning center tsb.
tapi....... "are we there yet ???????"

sekian dulu,


salam,

fbs,
salah satu penerima beasiswa konsorsium batch 1, BSc

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




--
http://rovicky.wordpress.com/

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke