Mas Heri, Berikut adalah penjelasan dari pak Sigit - BHI. Moga2 menambah wawasan kita...
Thanks, Adi ---------- Forwarded message ---------- From: Suryo, Sigit <[EMAIL PROTECTED]> Date: Apr 16, 2007 7:44 AM Subject: RE: [iagi-net-l] Re: Electrical resistivity anisotropy To: Adi Trianto <[EMAIL PROTECTED]> Adi, Setahu saya, adanya Polarization Horn tidak bisa untuk menghitung formation dip. Adanya 'Horn' tersebut, membuktikan bahwa adanya kontrast resistivity antara shoulder bed dengan reservoir bed nya. Bisa dikatakan adanya perbedaan yang cukup signifikan atau adanya contrast dari kedua resistivity tersebut (yang saya pernah bor, dengan shoulder bed (Clay/Shale) 3-5 Ohm-m dan Reservoir (Sandstone) 10-15 Ohm-m, bisa dilihat adanya polarization Horn tersebut. Adanya 'Horn' tersebut juga akan terjadi apabila 'incident angle' (sudut antara well bore dengan formation dip) adalah kecil (Ingat, pada sumur vertical dimana incident angle nya besar, tidak terjadi Polarization Horn tersebut). . Polarization horn tersebut juga akan terjadi apabila sudut kemiringan well bore minimum 60 deg atau lebih besar. Untuk STARTRAK nya BHI, merupakan Resistivity Imaging tool yang diletakkan diatas bit dan steering unit dari Autotrak (pada BHA yang dipakai di Abqaiq well, Startrak berjarak 17-20 ft di atas bit). Jadi Startrak tersebut bukan sebagai adjustment AKO (Adjustable Kick Off) seperti yang mas Heri bicarakan. Dari Imaging Resistivity yang ada, kita bisa melihat adanya perubahan imaging apabila well bore 'akan' menembus lapisan yang berbeda atau dalam Geosteering Job, Startrak akan sangat membantu apabila well bore kita entry maupun exit dari reservoir. Jadi kita bisa segera taking action untuk build up bila well bore approaching to bottom ataupun drop hole angle apabila well bore approaching ke atas. Imaging Startrak juga bisa melihat adanya structure sediment (i.e. cross bedding) maupun fracture yang ada di dalam formasi. Yang tentunya bisa untuk study lebih advance dalam Petrophysic maupun Reservoir Evaluation. Imaging Startrak juga bisa untuk menghitung formation dip secara realtime dan hal ini sangat membantu dalam menentukan action well bore yang akan dikerjakan. Katanya Adi punya perhitungan dip, boleh saya minta soft copy nya ?. Salam juga untuk mas Hery Ferius. Sekarang dia ada dimana ?. Trims dan salam, Sigit. -----Original Message----- ---------- Forwarded message ---------- From: *heri ferius* <[EMAIL PROTECTED]> Date: Apr 15, 2007 4:52 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Electrical resistivity anisotropy To: [email protected] Sukses ya. Untuk lapisan yang tipis memang begitu sebaiknya. Tapi pada lapisan yang tebal, apalagi homogen biasanya dibor diatas saja, seperti meletakan pipa dibagian atas lapisan minyak. Semuanya tergantung budget well, untuk well dengan estimate BOPD / reserve besar, bisa dicoba macam macam tools sperti RAB atau Nearbit. Untuk produksi/ budget well kecil malah kita pernah pakai Navigamma doang. Pertanyaan saya, apa yang dimaksud Startrack itu, apakah kita adjust EKO atau BH hanya dengan menekan tombol, tanpa cabut rangkai BHA. Mohon penjelasan maklum biasanya pakai konvensional. BTW, berapa ya reserve horizontal well untuk lapisan tipis tersebut. Secara analitical, Reserve = (5 x 64 acre) x 4ft thickness x (1 MSTB / acre ft) x 40% RF = 512 MBO, kecil amat dengan hi-tech, apa ekonomis ?. Untuk pilot project sih mungkin OK. Salam ya buat Mas Sigit LITI, bikinkan post drilling presentasinya gitu, setahu saya tampilan Baker okey punya dan mudah dimengerti. Salam juga buat Moctar DJ. HF ----- *From:* Adi Trianto <[EMAIL PROTECTED]> *To:* [email protected] *Sent:* Thursday, April 12, 2007 1:34 PM *Subject:* Re: [iagi-net-l] Re: Electrical resistivity anisotropy Sekedar sharing, Untuk horizontal well, disini banyak dipakai realtime LWD-ADN Image tool. Sehingga keputusan untuk menaik-turunkan inklinasi, belok kiri - kanan berbasarkan real time image (structural grid pun harus diadjust berdasarkan point2 tambahan ketika drilling, boleh dikata realtime juga, krn realtime data link langsung dengan Openwork). Untuk reservoir tipis (2-4 ft) dengan dipping >4 deg, kita banyak mencoba menggunakan Periscope atau Startrak (mahal ??). 3 hari yang lalu, pak Sigit Suryo (Geosteering Geologist - Baker Hughes Jakarta) mencoba Startrak disini, dan hasilnya 100% di reservoir target (tebal reservoir sekitar 3-4 ft di Abqaiq field). Adi On 4/10/07, *h_ferius* <[EMAIL PROTECTED] > wrote: Dipping biasanya kita hitung dari dua titik hit reservoir / marker di heel dan toe. Setelah dapat estimate dipping baru didesign HW plan. Dalam eksekusi kita pakai trend dari real time logging untuk antisipasi lokal dipping yang mungkin disebabkan oleh sesuatu (katalah fault, pinch out, dll, dsb). Disini yang banyak dipakai adalah logika data, kenapa begini, kenapa begitu ?, untuk manuver dan InsyaAllah proyeknya boleh dibilang sukses 90% dari estimate BOPD dan malah secara kumulatif masih diatas BOPD per project. Untuk teknologi lanjut boleh dibilang tidak dipakai, karena kita bicara soal real time, MWD, pemboran jalan terus. Juga sekalian untuk meminimize gap antar pemain yang memonitoring eksekusi well tsb, termasuk dengan service company. Salam HF ----- Original Message ----- *From:* Adi Trianto <[EMAIL PROTECTED]> *To:* [email protected] *Sent:* Sunday, April 01, 2007 2:54 AM *Subject:* Re: [iagi-net-l] Re: Electrical resistivity anisotropy Mas heri, Terutama untuk sumur horizontal, gmn cara kita menghitung formation dip/bed dip dari fenomena "horn" itu sendiri ? Asumsi dasarnya adalah, ketika kita drilling horizontal, angle ketika drilling mestinya harus equal dengan formation dip (dalam artian lainnya adalah drilling parellel terhadap formation dip). Kecuali, ada tujuan2 tertentu laennya misalkan horizonal tetapi relatif updip ke structure. Sehingga, walaupun kita drilling 90 deg, kita akan cutting down stratigraphycally. Ataukah perlu tool lain untuk menghitung "real time formation dip" ? misalkan dari real-time ADN Image ? (ada bbrp istilah sad-face, smile face, parallel, realtime image ketika memotong fault dsb). Dari pengukuran real time ini, baru diputuskan apakah angle harus dinaikkan, diurunkan, atau bahkan bermain di Azimuth (kekanan-kekiri). Salam, Adi T

