Yang klo ngga insitu, dari mana ya?

Klo umurnya berkisar Miosen itu nggak masalah karena fosil seupa banyak kami
temukan di sekitar tambang,

Tapi klo berumur kapur (cretaceous) itu yang jadi masalah, pada hal batuan
yang berumur kapur di sekitar berau adalah endapan flysh, itupun telah
tersekiskan sebagian.

Saya khawatir ada kekeliruan dalam analisa, itu yang perlu kita tahu
bersama. 

Klo prsedur di labnya benar, menjadi tantangan baru buat geologist,-

 

Azk,-

  _____  

From: Parvita Siregar [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, April 30, 2007 7:13 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Dicari oleh Pramuka - geologist yang berdomisili
di Kaltim

 

Mungkin bukan batuan insitu?

 

Parvita 

  _____  

From: Andi Zulkarnain ( G & D ) [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Sunday, April 29, 2007 2:44 PM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [iagi-net-l] Dicari oleh Pramuka - geologist yang berdomisili
di Kaltim

 

 

Dh, 
Sebelumnya nama saya Andi Zulkarnain, bekerja sebagai Geologist di PT. Berau
Coal - Tanjung Redeb. Mengenai penemuan ini, cukup menarik bagi saya pribadi
karena setahu saya betuan tertua yang ada di Lembar Geologi Tanjung Redeb
hanya post cretaceous. Jadi klo hasil uji lab pra cretaceous menjadi
pertanyaan besar buat saya.

Kepada mas Bambang, kenapa ngga langsung menghubungi kami (PT. Berau Coal,
red) biar bisa langsung berdiskusi. 

Jadi Mas Bambang bisa segera menghubungi kami. 0554-23400 ext 5113 an. Andi
Zulkarnain,- 

Semoga kami bisa membantu 

Terima Kasih 

Andi Zulkarnain,- 
Geologist PT. BC 

 

-----Original Message----- 
From: Nila Murti [mailto:[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
] 
Sent: Sunday, April 29, 2007 7:48 AM 
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] 
Subject: [iagi-net-l] Dicari oleh Pramuka - geologist yang berdomisili di
Kaltim 

Beberapa hari yang lalu saya mendapat dua imil di bawah dari seorang 
rekan di sebuah milis penyelam. Rupanya ada sekelompok Pramuka di 
Tanjung Redeb/Berau yang menemukan fosil kayu saat menyelam. Mereka 
lalu menjadi curious dan ingin tahu lebih jauh tentang fosil kayu. 

Saya sudah berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang terjadinya 
fosil kayu secara umum melalui imil, tapi mungkin akan lebih baik lagi 
kalau ada rekan geologist yang berdomisili di dekat Berau dan paham 
sekali geologi di daerah itu yang bisa dan berminat membantu 
memberikan kuliah terbuka secara langsung untuk para anggota Pramuka 
yang haus pengetahuan ini. Yang bersedia mohon menjawab imil ini 
secara japri...... 

Terima kasih banyak sebelumnya. 

nila 
-- 
photo album: http://koeniel.fotopic.net <http://koeniel.fotopic.net>  
blog: http://my-musings.blogdrive.com <http://my-musings.blogdrive.com>  

 

----- Original Message ---- 
From: bambang303378 <[EMAIL PROTECTED]> 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wed Apr 25, 2007 10:46 pm 
Subject: Ada diver sekalian geologist ga di sini...??!!! 
Yth Rekan rekan divers sekalian, 

Saya lagi ngebet pencerahan, dan hanya bisa di bantu oleh geologist 
(Kalo bisa diver sekalian) 

Bulan lalu, sekalian acara temu kangen dan diving bareng, adik adik 
PRAMUKA kwartir Berau, Kalimantan Timur (Tanjung Redeb) 
memperkenalkan saya dengan salah satu kecabangan diving yang membuat 
saya langsung kepincut.! Pada acara penyelaman, adik adik divers 
sibuk mengumpulkan bongkahan seperti batu tapi bukan batu dan seperti 
kayu, tapi bukan kayu. Setelah saya tanya, apakah itu, mereka bilang 
itu adalah fossil kayu. Setelah diangkat, fossil tersebut di bawa ke 
Laboratorium Sucofindo atau Carsurin untuk kemudian di bor untuk 
carbon test (Gratis untuk PRAMUKA dari Sucofindo..HIDUP 
SUCOFINDO..!!) Terus dari beberapa hasil test, disebutkan fossil kayu 
tersebut ada yang dari era Cretaceous,Triassic bahkan Paleozoic (Kalo 
spelling salah maap ya..maklum orang awam) 

Banyak pertanyaan yang kami punya, tetapi ga ada yg bisa jawab karena 
ga ada yg punya qualifikasi geologist yg jadi anggota PRAMUKA. 
Pimpinan Kwartir di sana, memninta saya cari geologist yang juga 
diver untuk kami undang ke Berau, dan mengadakan semacam "seminar" 
untuk menjawab pertanyan pertanyaan kami. Adapun pertanyaan seperti, 
kok itu fossil bisa disitu dll. Saya pribadi sudah mencoba mencari di 
internet, tapi emang dasar otak jebolan SMA(Inpres lagi), ya ga 
ngerti sama jargon jargonnya (Abis bahasa Latin semua) 

Kalo anda geologist dan diver, tolong email ke saya, untuk kami 
undang ke Berau untuk di hujani dengan pertanyaan..:-)dan tentu saja 
melakukan "Fossil diving" yah siapa tahu dari adik adik ini, bisa 
tumbuh kecintaan sama geology dan kuliah ke unipersitas jadi 
geologist yang handal, supaya bisa dapet kerjaan di tambang apa gitu.. 
(Saya denger gajinya lumayan) 

Kalo anda geologist dan diver, minta bantuan yaaa.. 

Minta tolong dengan hormat, semoga berkenan. 

 

Hormat, 

 

Bambang. 

 

----- Original Message ---- 
From: bambang303378 <[EMAIL PROTECTED]> 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Saturday, 28-Apr-2007 10:43 
Subject: Fossil Kayu 

Yth Mbak Koeniel, 

Pertama saya ingin berterima kasih atas waktunya untuk membantu kami 
kami ini. 

Karena pertanyaan banyak, saya akan rangkumkan saja di mulai dengan 
sinopsis dari kegiatan ini. Dengan demikian, waktu anda tidak akan 
tersita banyak. 

FOSSIL DIVING 

Fossil pertama yang di temukan oleh adik2 Pramuka sekitar 6 bulan 
lalu, di mulut sungai Berau (pulau Lungsuran Naga) Adapun fossil 
tersebut ada di kedalaman 2-12 meter. Fossil yang ditemukan di 
permukaan pasir/lumpur adalah berkisar antara 20mm-setengah meter di 
diameter, warna ada yang coklat tua dan ada juga yang hitam pekat. 
Kalo di lihat seperti ada bilur bilur. Fossil tersebut ada yang juga 
kami gali dari lumpur dengan kedalaman 1-2 meter. 

PERTANYAAN. 
1.Bagaimanakah barang tersebut bisa sampai di situ? Apakah prosesnya? 
2.Maksudnya jaman Cretaceous dll itu apa ya?Saya cuma tahu itu adalah 
jutaan tahun yg lalu. 
3.Pada liburan panjang nanti,kami berencana mengadakan semacam 
penggalian "amatiran" Adakah buku mengenai penggalian tersebut yang 
dapat kami baca? Dan apakah aman melakukan hal tersebut? Adakah 
kemungkinan gas beracun,flammable atau sebagainya? 

 

Sekian dulu pertanyaan kami, semoga berkenan.Dan tentu saja kami 
ada "open invitation" buat mbak Koeniel kalo ada waktu ke Berau untuk 
gabung ekspedisi kami (Atau diver geologist laiinya) 

Terima kasih dan salam hormat, 

 

Bambang 

----------------------------------------------------------------------------

Hot News!!! 
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]

Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 
29th IATMI Annual Convention and Exhibition, 
Bali Convention Center, 13-16 November 2007 
----------------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id 
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id <http://iagi.or.id>  
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: 
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta 
No. Rek: 123 0085005314 
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 
Bank BCA KCP. Manara Mulia 
No. Rekening: 255-1088580 
A/n: Shinta Damayanti 
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
<http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/>  
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
<http://groups.yahoo.com/group/iagi>  
--------------------------------------------------------------------- 

Kirim email ke