Rekan - rekan Gems Lovers yang budiman, Beberapa hari yang lalu, seorang wartawan senior koran Pikiran Rakyat Bandung datang ke Serambi Batumulia untuk memeriksakan 3 koleksi batu yang katanya diperoleh dari kebun adiknya di Lampung (lihat gambar).
1.Batu pertama ( kiri ) berupa sebuah kerakal membundar sempurna berwarna cokelat. Dengan kasat mata dapat ditentukan bahwa jenisnya brown jasper/ silicified tuff. Dengan tak terlihatnya tanda-tanda sentuhan manusia maka dapat dipastikan bahwa kerakal tersebut adalah hasil endapan sungai belaka. 2.Batu kedua (tengah) berupa buah jeruk yang padat dan berat. Teksturnya menyerupai kulit jeruk ( orange skin texture ) berwarna kuning kehijauan. Membelah di bagian tengah terlihat permukaan yang tidak bertekstur kulit jeruk. Hal ini menunjukkan bahwa fosil buah jeruk tersebut tak lain adalah cetakan atau mold yang secara khusus dibuat dengan cara membalik kulit jeruk yang sudah tidak ada isinya dan mencornya dengan semen sehingga tekstur kulitnya akan tetap bertahan (seperti halnya mold fosil moluska, ammonit, dll). Untuk mencek bahannya dapat dilakukan denga cara meneteskan HCl dan akan langsung bereaksi (mendidih). Rekayasa seperti ini banyak dilakukan untuk meniru jagung, kacang, jahe, dan lain - lain. Tidak sedikit ahli geologi kita yang terkecoh, karenanya berhati - hatilah. 3. Batu ketiga adalah batu berbentuk beliung yang terbuat dari batuan jasper kuning kemerahan mengandung mineral dengan pattern dendritik (mangan). Batu ini tak lain adalah artefak / peralatan batu peninggalan budaya Neolitikum yang lazim disebut sebagai gigi halilintar ( huntu gelap di Jabar ). Artefak beliung ini banyak ditemukan di Indonesia, beberapa diantaranya memiliki derajat kesulitan cukup tinggi untuk membuatnya sampai-sampai mang Okimpun sulit mempercayainya ( nanti mang Okim ceritakan di kesempatan lain ). Semoga dapat menambah wawasan dalam menghadapi kasus semacam ini yang banyak berkembang di negeri kita. Salam batumulia, mang Okim
<<DSC09418 resized.jpg>>

