Masih banyak daerah yang bagus dan investasi nya tidak terlalu besar tetapi 
tidak stabil politik & keamanan nya.
Kita harus berani ambil risiko daerah yang kayak gini.
Timur tengah dan afrika banyak pilihan yang kayak gini. mungkin juga bisa masuk 
ke Venezuela yang lagi ribut sama Amerika.

begitu juga professional yang mau bekerja di afrika sini, masih banyak 
lowongan.  pekerjaan kurang lebih sama, hanya diharuskan kerja lebih keras 
karena mereka mengharapkan hasil yang lebih bagus dan cepat dari expat2 mereka. 
dan cerita nya mirip dengan awal2nya professional Indonesia kerja di Malaysia, 
dianggap lebih inferior dari bule, justru itu gajinya lebih rendah (sekarang di 
Malaysia sudah berubah kan?).
Perlu banyak orang yang memberikan bukti ke mereka ttg ke professionalan tenaga 
Indonesia, kalau hanya satu dua orang dianggap suatu pengecualian aja.

balik ke topik kemungkinan Pertamina invest di LN.
Jaman dulu katanya Exxon punya team yang disebut Rover-boy yang kerjanya cari 
block baru, mereka jalan2 ke daerah2 yang orang lain tidak mau datang apalagi 
investasi. justru itu mereka  bisa dapat daerah2 yang bagus.  Jaman itu mereka 
ke lapangan lihat outcrop. pelajari regional geology dari yang sudah dipublish 
dst.
kalau sekarang saya rasa Pertamina juga bisa buat semacam rover-boy ini cuma 
sebaiknya dibagi bagi menurut region karena saking banyaknya data yang harus 
diolah/di interpretasi.  Jadi kita tidak hanya berusaha ikutan dalam setiap 
opportunity tapi CREATE opportunity.
Tapi tidak usah ikut2an create situasi dimana perusahaan yang sekarang 
mengerjakan block itu harus menjual "interest" nya.
Jadi ada team yang khusus mempelajari geology dan petroleum system dari Afrika, 
Timur tengah,  dan amerika latin. atau mungkin dipecah2 lebih kecil.  Mulai 
investasi di bidang "riset" seperti ini dulu.
saya yakin petronas punya team seperti ini, walaupun kelihatannya tidak ada 
karena dirahasiakan sama mereka.  justru itu tiba2 ada team yang disuruh 
kenegara ini dan kenegara itu,  kayak serabutan padahal mereka punya strategy 
tersendiri.

fbs
lagi libur 4days weekend untuk meng-antipasi- situasi yang tidak "friendly" 
karena pergantian pemerintahan, walaupun strike dari serikat buruh perminyakan 
sudah di suspended sama serikat buruh nya sendiri.

----- Original Message ----
From: OK Taufik <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, May 29, 2007 3:47:12 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Balasan: RE: [iagi-net-l] Pembedaan Gaji Bagi 
Profesional Asing dan WNI di Tanah Air Picu Brain Drain

Indonesia invest di luar??..kalau lihat kegagalan 2 sumur di Ethiopia 35 juta 
USD, kemudian drilling di mozambik sebagai sumur termahal buat Petronas sebesar 
45 juta USD/well.belum dari lapangan lain petronas.maka dari  kesiapan dana 
pemerintah kayaknya niatan tersebut bagaikan punduk merindukan bulan (SDM 
mungkin ok) 


On 5/29/07, Shofiyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Maaf, sedikit keluar jalur.
Kalo kita lihat gedung perkantoran, mall, mobil mobil baru yg berseliweran, 
rasanya agak mustahil kalo negara kita utangnya banyak. Belum lagi hasil bumi 
dan lautnya.
 
Lha, untuk bangun Dam yang direncanakan membendung LUSI aja sebesar 1 trilliun, 
pemerintah ngutang ke Jepang. 
 
Lha, hasil bayar pajak aja dah triluanan, terus kenapa harus ngutang ya? 
 
Jadi kalo bicara investasi? .... waduh waduh ........... akan semakin 
tertinggal dengan Petronas (kerja sama dengan yg laen) yang sudah merambah 
Afrika dari pantai Barat (EG, Gabon), ke agak timur di Ethiopia (acreagenya 
luar biasa!), terus bergerak ke utara ke Egypt, terus bergerak ke selatan 
Mozambik, juga bergerak ke negara negara eks sovyet seperti Turkmenistan (yang 
produksinya ditargetkan lebih dari 1 Juta BOPD), Uzbek dan laen sebagainya. 
Saya dengar mereka sudah mulai bergerak ke arah Amerika Latin (Venezuela). 
Belum lagi ngomong yang di asia seperti Myanmar, Vietnam, Thailand dan 
Philipina .... weladalah .... semakin ketinggalan aja. 
 
Lha wong 1 triliun aja utang kok! .... jadi kapan investnya dong?


 
On 5/29/07, sudung situmorang <[EMAIL PROTECTED] > wrote: 
Sabarlah mas, memang masalah gaji ini sulit2x gampang ya....
Kalau untuk explorasi itu biaya mahal, investasi tinggi. Persoalannya 
pemerintah kita ngakk cukup modal untuk investasi.
Ya namanya invest kan bawa juga tenaga expertnya, ya kan... otomatis gaji gede. 
Tapi sabarlah mas, suatu hari pemerintah kita cukup modal untuk investasi, ngak 
hanya di indonesia. Suatu hari kita bisa invest di afrika, kamu mau kan gaji 
gede tapi di ujung afrika atau di negara miskin spt ethiopia, tapi gaji 
geeeedddddddddeeeeeeeeeee???? 


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 

  



-- 
OK TAUFIK

Kirim email ke