Mungkin yg menyampaikan itu Dr Roberto Aguilera. Seperti yg dia sampaikan
persis seperti apa kata pak bambang satya murti kemukakan. Secara praktis,
tidaklah mudah menghadapi naturally fractured reservoir. Kalau menurut
Nelson, tingkat produktivitas dari reservoir ini sangat tergantung dari
porosity dan permeabilitynya, baik itu utk matriks dan fracturenya. Dia
menggolongkan kepada type I, II, III dan IV. Untuk kasus dimana basement
sebagai entrapment HC, mungkin tidak akan ada matrix porosity, tetapi akan
didrive oleh porosity fracture network.

Kalau dari semua study telah dilakukan (baik itu 3D seismic, image log sumur
samping) dan kita sudah yakin dengan existnya fracture didaerah dimana sumur
di bor, dan saat mem bor pun yakin terdapat mud losses sebagai indikasi yg
bagus dari fracture reservoir tapi setelah dilakukan DST atau mini test,
ternyata tidak sesuai dengan hasil yg diinginkan. Apakah direkomendasikan
utk dilakukan frac job atau stimulation atau sebaiknya di lakukan side track
untuk lebih memotong fractured network? Saya tidak tahu, manakah yg lebih
ekonomis dari keduanya?

Dari yg saya baca, sebagian besar naturally fractured reservoir, ditakutkan
pore-nya malah akan tertutup jika dilakukan frac job atau bahkan akan
menyebabkan water coning lebih cepat akibat fracture tsb lebih terbuka dan
bersentuhan langsung dengan water formation. Jadi bagaimanakah cara yg lebih
baik utk meng optimumkan produksi utk naturally fractured reservoir?



suwun,
SL


Pada tanggal 09/06/07, Bambang Satya Murti <[EMAIL PROTECTED]> menulis:


Migrasi kearah down dip? Mungkin case yang jarang terjadi, tetapi bukannya
tidak mungkin. Menarik untuk didiskusikan.

Pernah baca salah satu paper jaman dulu di AAPG (sekitar tahun 55an).
Casenya basement high di Mexico. Disitu author (lupa namanya) berpendapat
bahwa proses pe-retak-an basement high yang terjadi setelah "entrapment"
dari hidrokarbon-nya terjadi (jadi, fracture-nya terbentuk post HC
migration) akan membuat semacam negative pressure chamber dibawah, dan akan
"menyedot" HC yang telah terakumulasi dilapisan diatasnya. Tentu saja ini
memerlukan conduit yang menghubungkan antara basement tersebut dengan
reservoir yang berada diatasnya. Jadi, sifatnya adalah secondary atau bahkan
tertiary migration, tergantung dari sudut pandang yang mana.

Bambang.



  ---------[ Received Mail Content ]----------

*Subject : *Re: [iagi-net-l] Tanya Naturally Fracture Reservoir

*Date : *Thu, 31 May 2007 03:24:21 -0700 (PDT)

*From : *Bambang Pujasmadi <[EMAIL PROTECTED]>

*To : [EMAIL PROTECTED]


 Menurut saya, naturaly fracture reservoir tidak harus selalu dual
porosity. Pada sandstone atau limestone yang vuggy mestinya dual porosity,
tapi pada basement granit atau limestone yang crystaline bisa saja single
porosity. Kalibrasi permeability bisa saja dari core, tapi perlu diingat
bahwa permeability core hanya untuk microfracture. Kita tidak pernah bisa
kalibrasi macro fracture atau bahkan big open facture, yang justru
diharapkan memiliki kontribusi terhadap produksi HC, dari core karena kita
jarang bisa mendapatkan core yang highly fartured. Kalau ada well test data,
bisa digunakan kH.



Untuk source rock dibasement sulit dipahami kalau migrasi dari atas.
Migrasi tetap updip atau lateral, tentunya dari batuan yang secara
stratigraphy lebih muda, tapi tidak harus di atasnya. Jadi pada saat
migrasi, merupakan basement high.



Fractured reservoir umumnya terdpat pada batuan yang ductile. Pada soft
sand misalnya, kalau terjadi fracture maka kecil kemungkinan membentuk
fracture reservoir karena akan sealed. Dengan demikian, logikanya frac job
akan berfungsi dengan baik untuk meningkatkan permeability.



Penentuan lokasi sumur di zona fracture memang sulit, karena pada dasarnya
sangat sulit memprediksi distribusi fracture. Yang biasa kita lakukan adalah
mencoba menggenaralisir arah fracture dari data sumur, yang kemungkinan
faktor kesalahnya sangat besar. Yang kita ukur di sumur paling hanya 8",
hanya memotong beberapa fracture, tapi seolah-olah kita sudah punya
justifikasi untuk menebak penyebaran fracture di seluruh lapangan. Kita juga
tidak pernah tahu kontinuitas dari fracture tersebut. Kesalahan lain yang
sering kita lakukan bahwa kita sering didefinisikan conductive fracture
sebagai open fracture. Kenyataannya tidak semua conductive fracture adalah
open fracture. Major fracture yang sesungguhnya umumnya berupa open fault
atau open minor fault, karena secara geometri diharapkan penyebarannya akan
lebih luas dan berhubungan. Soal mineralisasi, sangat spesifik untuk daerah
tertentu. Tentunya dia tidak pilih pilih dipuncak atau di sayap. Kalau
kondisinya


memungkibnkan, akan terjadi mineralisasi di semua fracture. Mungkin karena
di puncak struktur abnyak open fracture, mineralisasi banyak terjadi di
sana. Pemahaman tentang strain-strass analysis, data PLT, record data waktu
drilling (lost circ, drilling break dll), data interference test dll akan
sangat membantu memahami daerah mana yang yang diharapkan merupakan zona
fracture. Tentu saja, sumur diusahakan menembus sebanyak mungkin open
facture agar mencapi produksi yang optimal.



Salam


pujas






Sandrya Laksana wrote:


Maaf ingin bertanya soal naturally fracture reservoir.



Beberapa literature yg saya baca tentang naturally fracture reservoir,
dalam hal ini main porosity matrix dan secondary posority adalah fracture,
apakah dalam perhitungan petrophysics utk kondisi naturally fracture
reservoir, seyogyanya kita menggunakan dual porosity model? Bagaimanakah
dengan perhitungan permeabilitynya? Adakah cara praktis melalui log selain
tentunya uji core dilaboratorium.



Ada pula kasus dengan target drilling basement rock, fracture sangat
berperan penting untuk ditemukannya hydrocarbon didalamnya. Apakah utk
kondisi ini, source rock yg berposisikan diatas basement rock karena adanya
fracture, memungkinkan hydrocarbon utk mengisi ruang kosong fracture di
basement rock tersebut?



Kembali pada clastic natural fracture reservoir, untuk meningkatkan
produksi apakah fracturation sangat disarankan atau bahkan akan sebaliknya,
menutup natural fracture tsb sehingga menyebabkan sulitnya hydrocarbon
keluar. Jika demikian bagaimanakah kita dapat meningkatkan produksi
tersebut?



Untuk penentuan letak sumur pemboran, pada umumnya sangatlah ideal
ditempatkan diposisi puncak structure. Apakah sama untuk kasus fracture
reservoir? Yg saya baca (mohon dikoreksi), justru fracture di posisi puncak
structure akan terisi cement atau mineral seperti calcite, etc..tetapi akan
sangat ideal jika posisi pemboran diletakkan sedikit ke flank structure,
tentunya hal ini sudah mempertimbangkan arah trend faults dan trend fracture
daerah tersebut.



Mohon saran dan pendapatnya, terima kasih sebelumnya.


SL





---------------------------------


You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck


in the all-new Yahoo! Mail Beta.


 ------------------------------

*Want to change your life? Find the perfect job with Lycos Jobs.*
Career Advice. Job Resources & Recommendations.
*Post your resume & find a job 
match!*<http://www.careerbuilder.com/?lr=cblycos&siteid=lycoshp7>
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!! CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
[EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th
IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali Convention
Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To
subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank
Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan
Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening:
255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: 
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/IAGI-net>Archive 2:
http://groups.yahoo.com/group/iagi---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke