Terlambat 'Mbang; statement resmi lagi-lagi sudah keluar, jangan bikin
polemik baru :-). 

 

Serius dikit: mungkin ada baiknya external statement di-peer-review dahulu di
antara PP untuk mencegah blunder-2 selanjutnya. 

 

 

________________________________

From: Bambang Gumilar [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, June 11, 2007 11:52 AM
To: [email protected]
Subject: Hal: [iagi-net-l] FW: Lanchtime Talk

 

Lanchtime Talk and Lunchtime Tolk.... Launched by iagi.

-bg

----- Pesan Asli ----
Dari: iagisek <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Terkirim: Senin, 11 Juni, 2007 10:29:10
Topik: [iagi-net-l] FW: Lanchtime Talk

Mengingatkan kembali Bahwa IAGI akan mengadakan Lanchtime Talk. 

 

 

Jakarta, 06 Juni 2007

Nomor               : 269/PP-IAGI/VI/2007

Lampiran           : brosur 

Perihal              : Lunchtime Tolk

 

 

Kepada Yth .

Anggota IAGI

Di 

Tempat 

 

 

Dengan Hormat ,

Bersama ini kami sampaikan bahwa pada hari Kamis tgl 14 Juni 2007, Ikatan
Ahli Geologi Indonesia ( IAGI ) akan mengadakan Lunchtime Talk yang
bertema:EMPAT PULUH TAHUN PSC DAN COW - SIAPA YANG DIUNTUNGKAN -

 

Tempat             :  Sasono Mulyo2 Lobby Floor Hotel Le Meredian 

Waktu               : 11.30 - 14.00 WIB

Pembicara         : Ong Han Ling 

 

Sehubungan hal tersebut diatas kami mengharapkan bantuan agar dapat
menyebarkan dan menginformasikan kepada temen-teman seprofesi dilingkungan
tempat Bapak/Ibu/ sdr/i bekerja. ( brosur Luchtime Talk terlampir )

 

Demikian disampaikan atas perhatiandan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih
.

 

Hormat kami

Pengurus Pusat 

Ikatan Ahli Geologi Indonesia ( IAGI )

Sekretaris Jenderal 

 

Ttd

 

Ridwan Djamaluddin 

 

 

 

 

 

 

Hari /Tanggal

Kamis, 14 June  2007

 


Waktu


11.30 - 13.30

 


Tempat


Sasono Mulyo 2 Lobby Fl

Le Meredian Hotel

Jl. Jend. Sudirman Kav 18

Jakarta 10220

 


Subject


EMPAT PULUH TAHUN PSC

DAN COW

-SIAPA YANG DIUNTUNGKAN -

 


Speaker


Ong Han Ling 

 


Biaya 


IAGI Member :

Rp 250.000,-

Non IAGI Member :

Rp 300.000,-

 


Pendaftaran 


Hub   : Sutarjo

           : Abdul Qodir 

Telp/Fax  : 837 02848 /  83702577

E-Mail : [EMAIL PROTECTED]

 

Pembatalan diterima sampai jam 12.00 wib. Rabu,13 Juni 2007

 

 

 

EMPAT PULUH TAHUN PSC DAN COW

- SIAPA YANG DIUNTUNGKAN -

 

                                H. L. Ong

     Dosen Geologi, ITB dan Advisor PT Geoservices

 

Mengacu pada UUD 45, Pasal 33, ayat 3, pertambangan migas memilih sistim
Production Sharing Contract atau PSC dengan "Profit Oil (P/O)" yang dibagi
(misal 85/15 untuk minyak dan 70/30 untuk gas setelah dipotong pajak)
sedangkan pertambangan mineral memilih  Contract Of Work atau COW dengan
sistim "Royalty" (2-5% untuk mineral dan 13.5% untuk batu bara).
Penandatangan "First  Generation Contract" berdasarkan PSC dan COW dilakukan
40 tahun yang lalu, antara 1966-1968.

 

Muncul perbedaan pemahaman antara Perusahaan sebagai operator dan Pemerintah
sebagai owner, sehingga pemahaman keuntungan bagi PERUSAHAAN, merupakan
kerugian bagi NEGARA begitu juga sebaliknya. Begitu juga dilema etika,
terhadap pemahaman banyak, cukup, dan kurang. Pengertian banyak oleh
Perusahaan dianggap kurang oleh Negara dan sebaliknya. Secara umum,
Perusahaan  mengangap bahwa Pemerintah terlalu "rakus" dan berharap
penambahan saham. Pemerintah dilain pihak mengangap perusahaan selalu
"cheating" hingga perlu pengawasan ekstra.  Pemerintah menganggap NPV adalah
cara menghitung profit, sedangkan perusahaan menganggap "Expected Value"
dengan memasukkan factor risiko. Pemerintah mengangap orientasi perusahaan
hanya mau untung semata  dan melihat jangka pendek yang tidak sesuai dengan
tujuan Negara yang long term. Pemerintah menganggap keterlambatan dan "budget
overrun" adalah kesalahan Perusahaan sedangkan Perusahaan mengangap kesalahan
demikian adalah ciri business pertambangan. 

 

Satu-satunya cara untuk mencari siapa yang diuntungkan dalam PSC dan COW
adalah melakukan  "benchmarking" dengan perusahaan sejenis dari luar Negeri.
Beberapa studi benchmarking akan ditayangkan dalam presentasi ini. Tetapi
akhirnya harus ada kompromi antara mereka yang mempunyai reserve (Pemerintah
Indonesia) dan mereka yang mempunyai dana berupa "risk atau venture capital"
(Perusahaan Pertambangan).  Kedua pihak harus "give and take" dalam mencapai
keseimbangan berupa "win-win solution". 

 


Biography


Ong H Ling adalah lulusan Geologi, ITB dan mendapat gelar Doctor of Science
dari Colorado School of Mines pada tahun 1969,Setelah lulus beliau menjadi
Dosen di ITB sampai sekarang. Pada tahun 1971, beliau membantu mendirikan P.T
Geoservices dan menjadi Principle Advisor.

Ong saat ini mempunyai mission dan vision untuk mengajar mahasiswa dalam
bidang Mineral Economics. Suatu pelajaran dasar yang sangat penting untuk
mempersiapkan mereka terjun dalam dunia nyata.

 

 

 

 

________________________________

Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia
<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http:/id.yahoo.com/>  yang baru!

Kirim email ke