Pak Shofy,
Unsur-unsur yang diukur, yaitu 14 unsur diantaranya yang sudah saya
sebutkan, disamping itu bisa didapatkan sum of anion, sum of cation,
TDS, Total hardness, p-alkali, m-alkali, resistivity dan conductivity. 
2. Nama Formasi dan kedalaman, yaitu Formasi Sihapas (yang terdiri dari
reservoir Rindu (200 - 400 ft), Pertama (400 - 600 ft), Kedua (600 - 750
ft), Baji (750 - 800 ft), Jaga (800-900 ft) dan Formasi Menggala (1300 -
1600 ft). Lingkungan pengendapannya deltaic, temperatur pengambilan 77
deg F di surface.
 
Hubungan Rw dengan cationnya,  Rw=11693*cation^-1.0771, mungkin equation
dari Duri field yang fresh water ini bisa dicoba ditempat anda, nah
kalau sudah dapat Rwnya bisa ditarik dengan menggunakan chartnya
Schlumberger Gen-9 untuk menentukan ppm Nacl. Untuk temperaturnya bisa
gunakan Arps formula yang mengacu gradient temperatur di tempat anda.
Kalau sudah nyoba, tolong saya dikabari, bisa pakai japri.
 
Mbanggumlar,
Kalau pakai MDT...mahal rek,....sample bisa pakai air produksi saja,
yang paling simple dan paling murah, testnya juga nggak mahal koq. 
 
Gantok

________________________________

From: Shofiyuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, June 14, 2007 12:19 PM
To: [email protected]
Subject: Re: Hal: [iagi-net-l] Petrophysics - Formation Water Properties


Mas Gantok,
Kalo boleh tahu unsur unsur apa saja yang diukur?  kalo boleh juga nama
formasi, kedalaman, lingkungan pengendapan dan temperature dimana sample
diambil. 
 
Kalo saya sering menggunakan crossplotnya Schlumberger untuk
mengkonversi kandungan kandungan anion dan kation untuk menentukan kira
kira harga NaCl equivalentnya. 

 
On 6/14/07, Subiyantoro, Gantok (gantoks) <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

        Di Duri kita melakukan analisa air. Dalam analisa itu kita
mendapatkan element-element seperti carbonate, chloride, nitrate, dsb,
hingga mendapatkan TDS (total Dissolved Solid) dan resistivity air. Jika
di crossplotkan antara TDS dengan Rw maka akan membentuk kurva
hiperbolik Rw=TDS^-x. Jadi kalau TDSnya rendah, misalnya < 500 ppm, maka
RWnya bisa mencapai > 25 ohmm. Kalau TDSnya 1500 - 4000 ppm, maka RW < 5
ohmm. Oh ya Rw itu diukur pada temperatur 77 deg F. Sample yang
digunakan adalah acak, ada yang diambil dari air produksi maupun dari
water sandnya sendiri. 
         
        GS

________________________________

        From: Shofiyuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
        Sent: Thursday, June 14, 2007 7:12 AM 
        To: [email protected]
        Subject: Re: Hal: [iagi-net-l] Petrophysics - Formation Water
Properties 
        
         
        
        Mas Mbang,
        Saya pikir akan sulit untuk mendapatkan justifikasi untuk
memakai OBM kalo hanya untuk mengambil water sample dengan MDT in term
of cost yang harus dikeluarkan. 
         
        Perihal hubungan pengendapan dan komposisi anion kation, saya
akan coba cari bukunya. Perasaan saya punya thesis penelitian ini di
Copper Basin Australia. Saya akan share kalo dah ketemu.
         
         
        Shofi


         
        On 6/13/07, Bambang Gumilar <[EMAIL PROTECTED] >
wrote: 

                Setuju dengan mas Herry. Kontaminasi filtrat lumpur
tidak bisa 100% dihilangkan. Oleh karena itu saya keukeuh untuk pakai
water based mud kalo mau sampling HC dan pakai OBM/SBM untuk sampling
air. Tetapi, sejauh ini tidak pernah ambil sampel air formasi pakai
MDT/RCI/RDT, mahal dan tidak membantu sama sekali. Kalau hanya untuk
mengetahui Rw (dan Calculated NaCl eq.) cukup pakai Pickett Plot di zone
airnya. Kecuali jika ada permintaan khusus untuk mendapatkan data air
yang lebih lengkap (hardness, corrosiveness, etc.) untuk kawan-kawan di
facility engineering  untuk mendesain pipa/katub/tanki yang tahan
korosi, misalnya. 
                 
                Saya tertarik dengan alasan mas Shofi untuk mendapat
detail komposisi anion - kation dari air formasi untuk studi lingk.
pengedapan. Boleh dikongsikan (share)? 
                -bg
                 




-- 
Salam hangat

Shofi 

Kirim email ke