Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman,

Mang Okim teruskan di bawah ini email dari Cak Selo di Surabaya  tentang 
permata yang terbuat dari abu kremasi jenazah. Terus terang mang Okim baru 
dengar tentang permata sintetik jenis baru yang diproduksi oleh LifeGem ini dan 
rasanya akan banyak mengundang pendapat pro dan kontra. Gimana pendapat Anda ???

Salam batumulia, mang Okim







----- Original Message ----- 
From: Irawan Susilo 
To: IPDG. Sujatmiko 
Sent: Thursday, July 05, 2007 9:02 PM
Subject: Debu


Dear Mang Okim,

 

Udah baca yang ini ?

 

 

Salam Batu mulia,

 

 

Selo

 

 

 

Manusia  Berasal dari Debu, Menjadi Debu... Lalu Jadi  Permata 

Jakarta,  Jumat 

 



Salah  satu permata produksi LifeGem yang dibuat dari abu hasil  kremasi 

 

Banyak  orang sering menyebut orang-orang yang dikasihinya sebagai permata 
hati.  Kini hal tersebut menjadi kenyataan setelah teknologi mampu mengubah abu 
 hasil kremasi menjadi permata. 

"Hanya butuh 225  gram abu dari jasad seseorang yang dikasihi menjadi permata," 
kata Dean  Van den Biesen, wakil presiden LifeGem, perusahaan yang mengubah abu 
menjadi  permata. 

Dikatakan  Van den Biesen, abu kremasi memiliki cukup karbon untuk membuat 20  
butir permata, dan masih tersisa beberapa gram lagi untuk dijadikan hiasan  di 
sekitarnya. Tapi sejauh ini, tidak ada yang minta pembuatan lebih dari  11 
permata dari sisa orang yang dicintai. 
  
LifeGem menggunakan  oven super panas untuk mengubah abu menjadi grafit. Grafit 
itu kemudian  diberi tekanan tinggi sehingga berubah menjadi permata-permata 
berwarna  biru dan kuning yang harganya mencapai 2.700 hingga 20.000 dollar AS 
(27  juta hingga 200 juta). 

Kebanyakan orang  kemudian menjadikan permata-permata itu sebagai cincin atau 
liontin untuk  mengenang orang terdekat mereka. "Memang tidak setiap orang 
tertarik,"  kata Van den Biesen. "Tapi mereka yang melakukannya mengaku menjadi 
merasa   lebih dekat dengan orang yang telah  meninggal." 

 

<<image001.jpg>>

Kirim email ke