Mas Mino dan anggota IAGI,

Saya kebetulan terlibat di dalam pemekaran fakultas ini, jadi saya mau
berbagi cerita. Awal mulanya adalah adanya kajian di ITB apakah perlu
ada perombakan susunan fakultas di ITB, karena untuk ITB sepantasnya
(entah angka ini didapat dari mana?) memiliki sekitar 10 fakultas. Waktu
itu FIKTM sudah menganggap serumpun jadi tidak ada respons apa-apa dari
FIKTM. Lalu ada kabar baru bahwa ITB diperbolehkan memiliki sampai 12
fakultas dan sekolah. Bagi yang bukan dari ITB, sekolah adalah badan
yang setara dengan fakultas dan diketuai juga oleh dekan. Jadi ada
sebutan Dekan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika atau Dekan STEI-ITB
dst.

Dalam tataran ini rupanya ada keinginan dari kelompok Teknik
Pertambangan (yang kemudian mekar menjadi Teknik Pertambangan dan Teknik
Metalurgi) dan Teknik Perminyakan untuk membentuk fakultas/sekolah
tersendiri. Hal ini kemudian dirapatkan dan dibentuk satgas. Satgas
tidak punya wewenang untuk menentukan badan baru tetapi hanya
mengusulkan saja. Saat itu ada beberapa nama yang diusulkan. Oleh ITB
(Senat Akademik dan Eksekutif) akhirnya ditentukan dua nama yaitu FTTM
[(F}akultas (T)eknik
Per(T)ambangan dan Per(M)inyakan] dan FITB [(F)akultas (I)lmu dan
(T)eknologi Ke(B)umian]. Tujuan lain dari pembentukan fakultas baru ini
adalah untuk menyatukan geofisika yang ada di Departemen Teknik
Geofisika (TG) dan Departemen Geofisika dan Meteorologi (GM).

Memang kemudian ada yang agak aneh, yaitu Geofisika dari GM ditarik atau
digabung dengan Teknik Geofisika dari TG menjadi satu, yaitu menjadi
Kelompok Keilmuan Ilmu dan Teknik Geofisika (KK-ITG) dan mereka memilih
bergabung dengan FTTM. Barangkali hal ini yang oleh beberapa teman
disebut "improvisasi" atau mungkin juga "politis." Dengan demikian FTTM
memiliki empat program studi (prodi), yaitu: Prodi Teknik Pertambangan,
Teknik Perminyakan, Teknik Geofisika, dan Teknik Metalurgi. Apakah
posisi ini akan pas atau tidak waktulah yang akan membuktikan.

Di lain pihak, FITB memiliki tiga prodi, yaitu Prodi Teknik Geologi,
Meteorologi, dan Oseanografi. Jadi nama prodi kita masih Teknik Geologi,
bukan (hanya) Geologi.

Ada sedikit kesalahan yang ditulis oleh Mas Mino, yaitu bahwa prodi
tidak membawahi KK. Jadi ceritanya begini, jika dulu ada nama departemen
di ITB, maka departemen ini adalah badan terkecil di ITB yang bertugas
mengurus jalannya program pendidikan dan administrasinya sekaligus.
Karena itu, orang ITB lebih merasa berinduk kepada departemen daripada
fakultas. Di lain pihak ketua departemen (kadep) cukup sibuk karena
mengurus akademis dan administrasi, tetapi jabatan kadep tidak ada di
dalam struktur Depdiknas, karena struktur terendahnya versi Depdiknas
adalah fakultas (dekan). Paradigma ini lalu diubah oleh ITB, yang
menyatukan semua urusan administrasi ke fakultas dan mengubah departemen
menjadi prodi yang hanya mengurus akademis saja (seharusnya!).

Sementara ini dulu, nanti akan saya lanjutkan dengan kelompok
keilmuan/keahlian (KK).

Wasalam,
EAS




> Rekan2 IAGI Yth, suatu perkembangan atau fenomena baru dalam
> pendidikan geologi di ITB terjadi saat ini. Dimana pada waktu yang
> lalu di kejutkan oleh perubahan nama departemen menjadi Prodi yang
> membawahi KK (kelompok keahlian). Saat ini  terbagi menjadi dua KK
> yaitu KKGP (Geologi dan Paleontologi) and KKGT (Geologi terapan).
> Keluaran baru prodi geologi dipindahkan ke fakultas baru dengan nama
> yaitu Fakultas Ilmu dan Teknik Kebumian (FITB) bersama-sama dengan
> Oceanography dan Meterologi.  Sedangkan Teknik Geofisika, Teknik
> Pertambangan dan Teknik Perminyakan menjadi satu fakultas baru dengan
> nama Fakultas Tambang dan Teknik Perminyakan (FTTP??). Yang lalu
> semuanya bernaung di bawah satu fakultas dengan nama Fakultas Ilmu
> Kebumian dan Teknologi Mineral. saya pikir ini sudah sangat benar
> sesuai dengan harifah keilmiuan dan tujuan ITB sebagai sekolah teknik
> yang juga umum dipakai dibanyak institusi dinegara-negara lain.
>
> Terlepas dari keanehan yang amat sangat berupa pemisahan semua ilmu2
> yang memakai geologi dari geologi sendiri sebagai dasarnya(terutama
> antara geologi dan geofisik).  Apakah perubahan ini menuju pada
> sesuatu yang baru dan benar untuk masa yang akan datang? atausebuah
> pembodohan yang
> mengembalikan posisi kita pada tahun 1900. Dimana pada saat itu ilmu
> geologi masih dianggap sebagai ilmu science murni ???. Saat ini kita
> tahu bahwa perkembagan ilmu kita sudah menjadi applied science dengan
> pemakaian yang sangat luas dari keteknikan, air, mineral, energi.
> lingkungan dan mitigasi bencana. Jawaban ini perlu saya bagi dengan
> teman di dunia Industri maupun pendidikan dari institusi lain di
> Indonesia dan negara lainnya. Apakah betul jika sebagai prediksi
> ekstrim perkembangan kedepan semua ilmu geologi yang bersifat terapan
> porsi besarnya akan diambil oleh tenik geofiska, tambang dan
> perminyakan???
>
> Ben Sapiie/Dosen Struktur Geologi,KKGP -ITB
>
>
>
> ----------------------------------------------------------------------------
> Hot News!!!
> CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to
> [EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the
> 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
> Bali Convention Center, 13-16 November 2007
> ----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To
> subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------




----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke