Mang okim,
Ngiring bingah...senang membacanya berita gembira ini.

Sent via BlackBerry from Maxis

-----Original Message-----
From: "miko" <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Sat, 28 Jul 2007 20:16:38 
To:"IAGI" <[email protected]>
Cc:"miko" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [iagi-net-l] KISAH PENGALAMAN MANG OKIM DIUNDANG KE BALIKPAPAN

Rekan-rekan IAGI yang budiman, 
  
Bulan Maret 2001 merupakan bulan berkah bagi mang Okim sekeluarga. Tanpa diduga 
tanpa dinyana, mang Okim mendapat undangan istimewa dari Bos Total 
Balikpapan, Pak Herve Madeo , untuk hadir dalam suatu acara penting di 
lingkungan Total Balikpapan. Konon katanya para Bos Besar dari Paris dan 
Jakarta akan hadir dalam acara tersebut. Mang Okim diminta untuk tidak 
mengabarkan kepada siapa-siapa karena Pak Madeo  ingin agar kehadiran mang Okim 
merupakan suatu surprise besar ( Pak Madeo adalah teman " sepermainan " mang 
Okim ketika di Balikpapan tahun 1978-1985  ). 
  
Undangan simpatik tersebut tentu saja mang Okim setujui  mengingat  sudah 
sekitar 16 tahunan mang Okim terpisahkan dari dunia perminyakan. Maka jadilah 
mang Okim seperti orang yang benar-benar VIP, pesawat business class ( 
check-in areanya dikarpetin merah ), hotelnya Bahana Surya. Di hotel ini mang 
Okim bertemu dengan 3 pasang undangan lain,  mantan teman lama yaitu Pak Alibi, 
Pak Farouq Baasir dan Pak Suryo Kusumo. Rupanya Pak Madeo tak lupa kacang akan 
kulitnya, kami berempat dianggapnya sebagai perintis atau founders dari Total  
Balikpapan, alhamdulilah ! 
  
Dialog di Instalasi Tunu-Tambora ( TaTun ) 
  
Keesokan harinya 14 Maret 2001, kami berempat telah disiapkan helicopter untuk 
meninjau instalasi Total di Delta Mahakam ( tempat main mang Okim tahun 1974-75 
dan 1978-85 ). Instalasi pertama yang kami kunjungi adalah TaTun Base . Disini 
kami disambut langsung oleh  Site Manager Pak Yulien ( Perancis ) yang telah 10 
tahunan di Tatun Base. Usai meninjau instalasi/ processing units bernilai 
semilyaran US$  ( mempekerjakan 224 orang termasuk 3 expatriates ), kami 
kemudian diundang ke ruang pertemuan VIP untuk snack dan dialog ( bahasa 
Perancis ! ) : 
  
Mang Okim : Pak Yulien, berapakah jumlah dan nilai migas yang diproses di 
instalasi / CPU TaTun ini ? 
  
Pak Yulien : Kemaren 13 Maret 2001, CPU TaTun     memroses 1.710 MMSCF gas dan 
47.876 Bbl kondensat  atau  371.921 BOE/hari . Nilainya ??? Kalau harga minyak 
US$ 28 per barrel, maka nilai totalnya sekitar US$ 8 juta per hari ( bayangkan 
kalau harga minyak seperti  saat ini  yang lebih dari US$ 70 ! ). 
  
Mang Okim : Wah sungguh luar biasa, Indonesia punya seorang Manager Rp 1 
milyar  yang ngurusin pabrik bir ( Tanri Abeng ! ). Di tempat terpencil ini 
Anda ternyata mampu memanage  satu instalasi bernilai semilyaran US$ dan 
menghasilkan  US$ 8 juta per hari yang sebagian besar keuntungannya untuk 
rakyat Indonesia ( 85 % ). Saya kira Anda lebih hebat dari Manager Rp 1 milyar. 
 Pertanyaan lain , dari lebih 200 orang yang bekerja di instalasi 
ini, berapakah tenaga ahli yang berasal dari masyarakat di sekitar TaTun Base ? 
Dan dalam bentuk apakah kepedulian TaTun Base terhadap masyarakat sekitar ? 
  
Pak Yulien  :  Kami kesulitan merekrut local people karena tidak ada dari 
mereka yang  memenuhi syarat . Hampir seluruh tenaga ahli terpaksa didatangkan 
dari luar TaTun. Mengenai kepedulian TaTun Base terhadap masyarakat sekitar, 
cukup banyak , seperti memperbaiki jalan, mesjid, sekolah, dan sarana publik 
lainnya. 
  
Mang Okim  :  Baiklah Pak Yulien, terima kasih atas penjelasan Anda. Dan atas 
nama rekan-rekan  dan atas nama rakyat Indonesia ( mang Okim bisa nyombong juga 
yaa ! ), kami ingin memberikan penghargaan kepada Anda atas dedikasi Anda yang 
luar biasa dalam memelihara dan menyelamatkan instalasi milik rakyat Indonesia 
ini dan memroses migas senilai US$ 8 juta yang sebagian besar keuntungannya  
untuk rakyat Indonesia  ( sebuah Bolo Tie batumulia dikalungkan ke leher Pak 
Yulien ). 
  
Pak Yulien yang tampak haru mendapatkan penghargaan yang tidak disangka-sangka 
itu menjelaskan bahwa dia memang ingin sekali memiliki Bolo Tie dan merasa 
sangat terhormat atas penghargaan dan kedatangan para VIP. Setelah 
beramah-tamah sejenak, kami meninggalkan TaTun Base untuk melanjutkan 
peninjauan ke instalasi lainnya di BSP ( Bekapai-Senipah-Peciko ). 
  
Rekan-rekan IAGI yang budiman, 
  
Malam harinya di acara makan malam di swimming pool Gunung Utara yang dihadiri 
ratusan expats dan staff Indonesia   ,  teman-teman lama mang Okim ( Perancis ) 
yang sudah menjadi bos besar di Jakarta dan Paris tampak sangat surprise 
melihat mang Okim dan neng Ai mendampingi Pak Madeo dan Ibu dalam menyambut 
tamu . Rangkul merangkul disertai  ciuman pipi berlangsung tanpa beban .... 
seperti halnya 15-20 tahunan yang lalu. Untuk acara makan malamnya,  mang Okim 
dan neng Ai disediakan tempat duduk di meja VIP No. 2 bersama Pak Roland Festor 
yang kemudian menjadi Presiden Total di Jakarta ( mantan teman sepermainan mang 
Okim juga ). 
  
Keesokan harinya, mang Okim dan neng Ai berkunjung ke bekas kantor mang Okim di 
 Departemen Geologi Total Indonesie, menemui mantan staff mang Okim, dari mulai 
mantan office boy, draftmen, secretaries, sampai para ahli geologi Indonesia 
dan asing. Tak sedikit dari mereka  yang tak kuasa membendung air matanya 
...... melihat mang Okim dan neng Ai survive. Benar-benar sangat mengharukan. 
  
Malam harinya mang Okim dan neng Ai diundang makan malam di rumah Manager 
Divisi Kalimantan Studies , Pak Budi Suryodipuro dan Bu Ekki . Hampir seluruh 
personel Departemen Geologi dan Produksi hadir. Pada kesempatan baik tersebut 
mang Okim menceritakan tentang dialog mang Okim dengan Pak Yulien sambil 
mengingatkan  tentang makna sektor pertambangan sebagai  Agent of Development ( 
mang Okim pernah mendengarkan ceramah  Pak Rozik sewaktu beliau jadi Dirjen ) . 
  
  
Keesokan harinya sebelum pulang ke Bandung,  mang Okim dan neng Ai 
berkesempatan mengunjungi teman-teman lama , bersilaturahmi dengan para sahabat 
IKAMA ( Ikatan Keluarga Madura ) Balikpapan, dan berbelanja batumulia dan 
manik-manik antik di Pasar Inpres Kebun Sayur. 
  
Undangan perdana oleh Pak Madeo di atas kemudian disusul dengan 
undangan-undangan berikutnya , baik ke Balikpapan ataupun ke Jakarta. Maka 
bertambahlah syukur mang Okim ke hadirat Allah SWT yang telah mempertautkan 
kembali mang Okim dan neng Ai dengan para sahabat lama di perminyakan. 
  
Semoga cerpen di atas bermanfaat khususnya untuk teman-teman setia mang Okim  
yang belum mengetahui keadaan mang Okim ( selain sebagai perajin batumulia ).  
  
  
Selamat bermalam minggu, 
  
Salam hormat, mang Okim 
  
GAMBAR : Mang Okim , Pak Farouq Baasir dan  Pak Alibi  di CPU TaTun ( 
pakai kaos merah ) , sementara Pak Suryo Kusumo pakai baju putih di belakang 
kedua dari kiri . Yang lainnya  staff dan Site Manager TaTun Base.  Pak Yulien 
berdiri didepan paling kiri . 
  
  
  
  
  
 

Kirim email ke