Menjadi menarik memperhatikan diskusi tentang PT. Telo Pendem, PT mangan ora 
mangan sing penting ngumpul dll.

Saya ingin melihat dari kacamata yang berbeda.
Saya sebenarnya salut dan bangga juga dengan orang2 yang berjiwa enterpreneur, 
yang berani mencoba mengambil resiko dibidang pertambangan yang 99% kemungkinan 
kehilangan modal dan berani mencari gain dari hanya 1% nya. Bagi saya para 
pengusaha lokal anak bangsa tersebut perlu didorong dan di semangati agar 
nantinya bisa menjadi pengusaha yang besar sukur2 kelak bisa berskala 
internasional. 

Teringat sebelum jaman krismon satu dekade yang lalu, dimana konglomerat 
dipuja-puja sebagai pengerek bendera ekonomi indonesia, yang mengangkat sebagai 
salah satu macan Asia. Setelah krismon ternyata terbukti bahwa mereka ternyata 
sangat rapuh dan yang menolong Indonesia dari kehancuran ekonomi adalah UKM.

Tentu tidak semudah itu menganalogikan PT. Telo pendem vs PT. Tambang besar di 
Indonesia dengan konglomerat vs UKM jaman krismon dulu, karena ini di usaha 
yang sgt spesifik, yaitu pertambangan. 

Tetapi dengan memberikan pengarahan dan pengetahuan tentang dunia pertambangan 
yang baik dan benar kepada para pengusaha tersebut, bukan tidak mungkin 
kontribusi mereka terhadap ekonomi, pengurangan pengagguran dan pengentasan 
kemiskinan lebih signifikan daripada yang dilakukan perusahaan asing besar.

Dari kacamata saya, yang paling utama diperlukan utk tujuan tsb adalah 
peraturan perundangan yang jelas dan tegas. 
Yang kedua, aparat yang bersih. 
Dan yang ketiga, pengusaha yang kredibel.




----- Pesan Asli ----
Dari: "Pangestu, Sonny T" <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 30 Juli, 2007 4:00:00
Topik: [iagi-net-l] kp - karepe - RE: [iagi-net-l] IAGI mesti peduli Pemda dan 
Distam di Daerah


kisah serupa mungkin di kalimantan sudah biasa dan banyak kali terjadi bahwa 
letaknya kp-kp tidak pada sebaran formasi batuan pengandung bahan galian yg 
dimaksud/tertera dalam surat kp.
misalnya koordinat batas kp batubara, letaknya di formasi batuan karbonat 
berai/pamaluan, atau di gunung serpentinit & volkanik pratersier.
ada juga yang letaknya, tidak hanya jatuh di laut, namun di kecamatan lain, 
bahkan ada yg di kabupaten tetangga.
lebih....lagi lebih dari sekodi sudah diketahui ditumpangtindihkan di atas kp / 
pkp2b yg telah ada sebelumnya.
(ini baru bicara soal letak kp, belum lagi yg lainnya)
 
wassalam.
(sonny)
 




From: Andri Subandrio [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 30 Juli 2007 11:20
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] IAGI mesti peduli Pemda dan Distam di Daerah


Sebenarnya pendidikan eksplorasi memberikan bagaimana memahami genesis lalu 
penerapanya dalam konsep-konsep eksplorasi. setiap genesis logam atau bahan 
galian mempunyai ciri-ciri dan keunikan sendiri dan karenanya konsep eksplorasi 
juga berbeda-beda diterapkan. Di Pongkor dan Grasberg Freeport - Papua, dan 
Batuhijau Sumbawa semuanya penghasil emas, namun ekpsplorasi dan eksploitasinya 
sangat berbeda. Nah yang bikin puyeng saat ini di pemda-pemda jarang atau 
bahkan tidak ada ahli geologi. Kepala DISTAM di salah satu kabupaten di 
Sulawesi misalnya lulusan STPDN atau IPDN. Hanya sedikit ahli geologi yang 
berani dan punya komitmen untuk PEMDA, misalnya Bung Yulian Taruna (78) di 
Distam Kalteng dan Famowa Zega (80) di Jayapura serta Gagaran (80) di NTB. 
IAGI, PERHAPI dan organisasi profesi yang terkait dengan Sumber Daya Mineral 
seharusnya peduli dengan masalah yang cukup "kritis" ini, yaitu masih langkanya 
tenaga geologi dan pertambangan yang mau mengabdi di
 Pemda. Bisa dimaklumi karena di PEMDA fee nya jauh dari petro-dollar seperti 
yang diterima rekan-rekannya yang bekerja di Oil Industry, bahkan ada yang 
dibawah UMR Batavia! Nah mau maju bagaimana !? Kemarin saya mengalami kejadian 
unik. Saya diminta untuk meneliti KP yang konon prospek untuk nikel. Koordinat 
diberikan berupa peta batas KP dan tabelnya. Setelah di plot di peta geologi 
regional yang terkait, tenyata KP tersebut melesat jauh dari formasi batuan 
yang seharusnya target untuk nikel! Konon KP ini akan dijual dan infonya 
diperoleh dari DISTAM! Ada KP nikel laterit juga setelah di plot jatunya di 
laut! Dan anehnya sudah dibeli lagi! Barangkali  KP jadi Karepe..Peno..toh!
 
Salam 
 
Andri SSM
----- Original Message ----- 
From: Agus Hendratno 
To: [email protected] 
Sent: Friday, July 27, 2007 4:44 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Tanah Air for sale vs Eforia Eksplorasi; PP-IAGI 
kumpul dong..


Dalam rangka mengkritisi hal ini, beberapa hari yang lalu PERHAPI langsung 
merapatkan barisan di Jakarta, diundang pelaku bisnis tambang yang mapan, 
komisi 7 DPR-RI juga diminta ngomong (termasuk ketua Komisi 7). Kebetulan saya 
hadir, khusus untuk mendengarkan keresahan ini. 
Nah, ada baiknya PP-IAGI kumpul, undang kawan-kawan dari migas, mining, 
regulator, komisi-7, birokrat pemda. PP-IAGI bisa minta sponsor dari 
kawan-kawan di migas dan mining. Lalu buat pernyataan yang mengarah pembenahan 
kegiatan eksplorasi mining, termasuk yang mendirikan PT. Telo Pendhem...dll; 
juga mas komisi 7; komisi bidang perindustrian dan perdagangan di DPR-RI, juga 
komandan armada TNI-AL 
Yaach..., minimal pemanasan sebelum JCB di Balai nanti. Ada semacam masukan 
atau petisi atau pernyataan sikap. 
Kasus Lumpur saja, IAGI bisa lantang, bagaimana dengan eksplorasi yang 
kebablasan tanpa kaidah bisnis dan kajian yang matang. Saya kira ada baiknya 
PP-IAGI bersikap....; tidak jelek..koq; malah beramal. Insya Allah merindhoi 
langkah IAGI untuk ini. Baca Al-Fatihah 3x.....; aman...

Barusan...saya ditelpon dari PT ANU untuk membuat FS Penambangan Bijih besi di 
Kalteng (hanya diberi waktu 2 minggu, instan; busyet....); karena bupati sudah 
ngebet dengan investor untuk segera dikeluarkan KP Eksploitasi. Maklum, bupati 
pasti dapat "royalti".....
Maka, saya tolak....; dan institusi kami tidak mengajarkan yang demikian... 
Dengan mengkritisi pola kajian yang dilakukannya, saya tembak langsung 
tadi....si pimpro-nya; ternyata dia take over dari PT Anu-Anu yang lain. 
Lah...blok KP Eksplorasi sudah dilego (pasti gak prospek), koq dijual. Nekad 
kalee..., gilaa...ternyata kayak gitu juga ada brokernya....

piye jal...,mas Andri...dunia geologi eksplorasi, koq begini...; apa kita salah 
mendidik dan mengajarkan konsep geologi eksplorasi di kampus.........??????

salam tanah air geologi......
agus hend

nyoto - ke-el <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
Mari kita dukung rame2 kepedulian IAGI sebagai organisasi profesi untuk 
memberikan sumbangsih kepada Tanah Air kita, yang mungkin bisa berupa petisi 
resmi ataupun Himbauan ke Pemerintah agar melakukan langkah2 nyata untuk 
menghindari kerugian2 negara yang lebih besar lagi terutama dengan ber-macam2 
penambangan bahan2 tambang & galian di Indonesia yang lebih bertanggungjawab & 
ramah lingkungan, serta yang paling penting seperti kata Pak Parlaungan yaitu 
harus ada nilai tambah bagi perkembangan kesejahteraan rakyat setempat & bukan 
sebaliknya ! 
 
Mari pak Ketua & Para Pengurus2nya untuk menggalang pendapat dari para anggota 
profesi yang saya percaya banyak & piawai dalam hal menyusun petisi semacam 
ini.  Kalau bisa lebih proaktif kan lebih baik, tidak harus hanya menunggu 
"diundang" DPR/MPR ataupun Lembaga Pemerintahan untuk dimintai pendapat  maupun 
masukan ilmiahnya. 
 
Wass,
nyoto
 
 


 
On 7/27/07, Parlaungan Dalimunthe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
Sebagai organisasi profesi yang berbasis ilmu kebumian, IAGI tentu mempunyai 
tanggung jawab moral untuk mengatasi masalah jual Tanah Air. Suarakan 
keprihatinanmu tentang maraknya penambangan yang dilakukan secara instan, tanpa 
perencanaan dan studi yang matang, mengekspor bijih dengan tanpa ada nilai 
tambah bagi dalam negeri, dan yang utama juga tanpa ada melakukan kegiatan 
reklamasi dan rehabilitasi wilayah bekas tambang.   Hayo IAGI tunjukkan 
kepedulianmu. Buat petisi yang ditujukan ke RI-1, DPR dll tentang larangan jual 
Tanah Air. 

 
On 7/27/07, Andri Subandrio <[EMAIL PROTECTED] > wrote: 
Terimakasih Bung Agus! Kenyataannya Tanah Air kita hanya bisa ekspor Tanah Air 
...dan TKW..tentunya! Ekspor pisang sama cabe rawit aja tidak bisa...! Pisang 
keburu jadi Selai di Pabean atau di pelabuhan...maklum mesti lewat ratusan 
meja...seng okeh tikusss..se! 
----- Original Message ----- 
From: Agus Hendratno 
To: [email protected] 
Sent: Friday, July 27, 2007 12:00 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Tanah Air for sale vs Eforia Eksplorasi

 
Apiikkk tenan..., memang pemain bisnis yang menjual "tanah air' lagi 
genjar-genjarnya. Kemarin, ada PT Telo Pendhem, PT Minyak-Minyakan, PT 
Mangan-manganan, dst; yang semula core bisnis-nya memang bukan bidang migas 
atau mining, tapi masuk ke wilayah migas dan mining, yang high risk, hightech, 
tapi potong kompas saja, sedikit kerja.., untung besar. Karena regulasi 
memungkinkan............; 
Yaa..sah-sah saja, karena punya uang. Tetapi yang kita keluhkan dan juga 
dikeluhkan pemerintah, lewat PERHAPI dan dirjend.Minerba Pabum, yang kemarin 
saya mendengar bahwa, mestinya ada nilai tambah dari bahan tambang logam yang 
ditambang di indonesia, dengan mengembangkan industri pertambangan hilir 
(pengolahan endapan logam menjadi barang jadi, besi, baja, yang pabriknya ada 
di indonesia). Selama ini yang terjadi pemain-pemain kecil bidang mining 
endapan logam, itu benar-benar menjual "tanah air' ke buyer-buyer di China. 
Tapi di Pemda juga demikian senangnya, karena dapat jatah dari pengusaha, 
endapan logam dimuat di tongkang berlayar ke China dan di olah jadi barang 
jadi. lalu indonesia import barang tersebut. blaiiiiiiikk....; Pemdanya dapat 
royalti yang tidak tercatat dalam kas Daerah..........; hik...hik.... 
Modus kayak menjual pasir darat dan pasir laut dari kep.Riau. Selain dijadikan 
bahan baku reklamasi di Singapura, ternyata titanium dan zirkonia-nya jadikan 
barang jadi yang bermutu tinggi untuk infrastruktur teknologi informasi. 
Lagi-lagi...kita import IT dari Singapura. 
Apa yang diceritakan mas Andri.., itu memang riil di lapangan.

Ada regulasi bidang perindustrian dan perdagangan yang tidak macth dengan 
regulasi bidang pertambangan, juga urusan moneter yang tidak pernah pas. 
Apalagi diminta transparansi. Menteri-nya ok-ok juga..., tapi eselon dibawahnya 
nanti-nanti dulu...njuk opo rek... 
Kalau demikian tunggulah kedatangan perlawanan dari ibu pertiwi yang sudah 
kehabisan air mata...maka hadirlah....geohazard yang kemudian menjadi bencana 
alam kebumian...sudah ada di sekitar kita...; pontang panting........ 

salam tanah air juga ..
agus hend

Ismail Zaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

Saking eforianya untuk mengobral pemberian KP/WKP ini jangan jangan setelah 
semua KP/WKP sijumlah dan diplotkan lagi ke Peta , wilayahnya sudah melebihi 
luas wilayah Indonesia itu sendiri...


ISM


>> --- Andri Subandrio wrote:
>>
>>> IAGI netter yang budiman,
>>>
>>> Akhir-akhir ini di masmedia hingga jejaring IAGI 
>>> memang marak dibahas mengenai eksplorasi bahan
>>> galian migas hingga mineral di tanah air ini. Saking
>>> eforianya terhadap bijih mangan, bahkan pialang
>>> bisnis sarang burung walet di Lampung rogoh kocek 
>>> untuk beli KP ribuan hektar untuk "nggolek mangan"
>>> di mangan! Ribuan sarang burung waletnya di barter
>>> dengan KP! Di Kalbar ada pialang hotmix dan
>>> konstruksi mulai melebarkan sayap bisnisnya untuk 
>>> tambang bijih besi, juga barter dari aspal hotmix
>>> dengan ribuan Ha KP! Modal eksplorasi mereka ini
>>> hanya semangat dan beberapa ekskavator untuk gali
>>> sana-gali sini! Tidak ada ahli geologi! Akibatnya 
>>> bebatuan yang berwana hitam kusam digasak semua
>>> dengan buldoser! Disangkanya mangan! Eh..tibake
>>> nduduk mangan! (ternyata bukan mangan)! Dipinggir
>>> jalan pedalaman Pringsewu Tanggamus tengonggok 
>>> bongkah-bongkah besar hasul garukan buldoser yang
>>> tadinya disangka mangan! Setelah saya coba
>>> konfirmasi pada "toke"nya, tenyata bongkah-bongkah
>>> ini di reject, karena memang batu tapi berselimut 
>>> mangan nan tipis! Konon pembelinya dari negri Cina!
>>> Di Kalbar masih lebih beruntung, sejak 2 tahun yang
>>> lalu investor penambang dari Pontianak telah
>>> mengekspor ribuan ton bijih besi kadar tinggi! Kini 
>>> penambangan ini megap-megap kehabisan zat besi!
>>> Lagi-lagi tidak ada geologist!
>>>
>>> Dari Babel, Kalbar, Halmehera, Sultra, Obi juga
>>> Pulau-pulau di utara Papua sudah jutaan ton bijih 
>>> timah, aluminium, besi, nikel dsb telah dikapalkan,
>>> terutama ke Cina! Dari Sumbawa dan sekitar Cartenz
>>> juga jutaan ton konsentrat tembaga dikirim ke Jepang
>>> dan mancanegara! Uniknya ada berita di koran, 
>>> "pemotong dan pencuri kabel telepon ditangkap
>>> polisi". Usut-usut punya usut "sangpencuri" adalah
>>> penyalur logam tembaga untuk pengrajin "dandang" 
>>> kuali dan ukiran wayang tembaga! Paradox! Salah satu
>>> penghasil tembaga terbesar didunia, tapi masih
>>> banyak yang tidak kebagian tembaga! Kemanakah
>>> tembaga kita ? Selain itu Sendok garpu stainless 
>>> steel semuanya import! Padahal basisnya
>>> besi-nikel-krom yang saat ini jutaan ton mengalir
>>> dari tanah air ke negara industri! Coba tanya Pak
>>> Polisi dan Tentara kita! Timah panas dan kuningan 
>>> pelurunya dari mana pak! Pasti import! Bijih nikel
>>> misalnya, cukup digali dari laterit yang tidak lain
>>> berupa tanah yang masih mengandung air. Kemudian
>>> "Tanah Air" ini diangkut dan masuk tongkang! 
>>>
>>> Negara Industri seperti Jerman, Jepang, Amrik dsb.
>>> ternyata pada awalnya maju karena industri berbasis
>>> pengolahan material, terutama baja, keramik, dan
>>> logam dasar! Info dari majalah material industry, 
>>> ternyata raw material atau bahan baku hanya 10
>>> hingga 20% bila dibandingkan diberi sentuhan
>>> industri dan teknologi! Selain lapangan pekerjaan
>>> 80% belong to upstream industry! dan juga akan 
>>> bertambah selaras dengan rantai industri material!
>>> Pernahkah terbayang bila ada pabrik stainless steel
>>> di tanah air yang bahan besi dan nikel dari Kalbar,
>>> Soroako, Pulau Obi, Waigeo ? Sampai kapan Tanah Air 
>>> menjual Tanah Air ? Jeruk makan Jeruk kan sudah
>>> verboten! Kita tunggu political will dari
>>> pemerintah! Masih mau mempertahankan konsep "Ada
>>> BULOG", Ada SAWAH" tapi Ada BERAS...di Vietnam!..he 
>>> he
>>>
>>> Salam Tanah Air
>>> Andri Subandrio
>>
>>
>>
>>
>> ____________________________________________________________________________________
>>  
>> Yahoo!7 Mail has just got even bigger and better with unlimited storage 
>> on all webmail accounts.
>> http://au.docs.yahoo.com/mail/unlimitedstorage.html
>>
>> ----------------------------------------------------------------------------
>> Hot News!!!
>> EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION: 
>> 228 papers have been accepted to be presented;
>> send the extended-abstract or full paper
>> by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
>> Joint Convention Bali 2007
>> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
>> Exhibition,
>> Bali Convention Center, 13-16 November 2007 
>> ----------------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta 
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------------- 
> Hot News!!!
> EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION:
> 228 papers have been accepted to be presented;
> send the extended-abstract or full paper
> by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
> Joint Convention Bali 2007
> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
> Exhibition,
> Bali Convention Center, 13-16 November 2007
> ---------------------------------------------------------------------------- 
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia 
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
> 



----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION: 
228 papers have been accepted to be presented;
send the extended-abstract or full paper
by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
---------------------------------------------------------------------------- 
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580 
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ 
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
--------------------------------------------------------------------- 






Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, 
when. 








Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more.


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke