Dear Ilmuwan Kebumian Siapa yang tidak kenal Planet Mars ? Planet yang dijuluki si planet merah akhir-akhir menjadi lebih ngetop setelah misi ruang angkasa NASA berhasil mendaratkan kendaraan penjelajah Rover di permukaan Mars. Dalam misi ini Rover yang dilengkapi dengan peralatan canggih berfungsi sebagai "Robot Geologist" telah berhasil meneliti bebatuan dan mineral disekitar rover mendarat. Salah satu oleh-oleh dari dari planet tetangga ini adalah informasi tentang kemungkinan keberadaan air dan info mengapa planet ini berwana merah. Warna merah sesungguhnya telah diuji oleh para ahli astronomi sejak lama yang konon disebabkan oleh lapisan dan debu oksida besi. Namun misi geologi rover menguatkan dugaan itu warna merah memang disebabkan oleh hamparan oksida besi. Untuk membangun model genesis planet merah ini, NASA mengarahkan teleskop satelitnya ke tambang besi terbesar didunia di Lake Superior di Minnesota, Amrik antara lain untuk mempelajari bagaimana pencintraan bentang alam yang didominasi oksida besi. Nah hasil pencintraan ini mirip dengan permukaan Mars. Lake Superior merupakan tambang besi yang dihasilkan dari mineral hematit (Fe2O3) dan magnetit (Fe3O4) dari jenis endapan BIF (Banded Iron Formation) yang berasosiasi dengan endapan sedimenter. Pelamparan endapan ini sangat luas, bisa diikuti ratusan kilometer, dan karenanya tidak heran jadi pemasok 70% besi dunia! KS import juga dari jenis BIF ini untuk pabrik bajanya! Uniknya BIF ini umumnya terdapat pada batuan sangat tua Archean-Proterozoic atau sekitar 3-1 Milliar tahun yang lalu! Usia bumi waktu masih muda dan baru lahir atau Early Earth! Pada usia lebih muda dari ABG ini, konon bumi masih miskin oksigen dan karena itu hematit terhampar luas pada kerak-kerak sangat tua seperti di Minas Grais Brazil dan Hamersley Australia. Pada kondisi bumi saat ini, Hematit mudah teroksidasi menjadi limonit atau karat. Nah ketika kami jalan-jalan nggolek wesi (cari bijih besi) di Kalbar, fenomena BIF seperti Lake Superior ternyata hadir juga di Ketapang! Mungkin fenomena ini akan mengundang kontroversi, karena di Indonesia belum pernah ada info batuan yang setua Early Earth. Besinya berkualitas cukup baik dan saat ini sebagian sudah ditambang. Nah ini mungkin info anyar untuk para Astronom (juga amatiran yang modal teropong hadiah beli baju outlet) yang suka "noong" "planet bereum" untuk tidak usah jauh-jauh studi banding ke Lake Superior, cukup di Ketapang - Kalimantan saja. Selamat NOONG gambar di Attachment"
Catatan ada gambar "merahnya" Mars dan landscape Ketapang, bila bisa di attach, mohon dibuka krannya! Nuhun. Salam Andri Subandrio

