Pak Amir,
Beberapa mahasiswa melakukan hal yang serupa pak untuk Tugas Akhirnya,
tetapi ada sedikit kendala bahwa pada posisi X-Nicol (nikol Bersilang),
untuk material gelas seringkali tidak didapatkan warna gelap/hitam, tetapi
warna ungu tua yg cukup mengganggu/teramati, belum tahu apakah ada effek
serupa pada mineral lain tertentu.
Saya tidak pernah mempraktekkannya pak, hanya mengamati saat dapat giliran
memeriksa Tugas Akhir mahasiswa.
Ada kiatnya pak?

Nuwun, BPriadi




> Saya juga mau share,
>
> Microscope untuk descripsi batuan/ fosil umumnya tanpa alat fotografi.
> Yang menggunakan kamera, jauh lebih mahal.
>
> Dengan kamera digital biasa, lensa kamera, di tempelkan pada 'karet
> okuler' mikroskop.
> Saya gunakan Canon Powershoot A700 posisi lensa pas dengan karet di
> mikroskop.
>
> Dan kita bisa mengambil foto, batuan, fosil dll.
> Hasilnya sangat memuaskan.
>
> Salam kreatif,
>
>
> On 8/3/07, Andri Subandrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>>  Sahabat-sahabat IAGI Netter yang budiman,
>>
>> Bila geologist  kelapangan untuk melalukan survey atau eksplorasi
>> geologi seringkali kita dilengkapi dengan kompas, palu, alat-alat
>> tulis, loupe, peta, HCl dan pena beja. Yang terakhir biasanya
>> dilengkapi dengan kepala magnet nan kecil, namun pena ini tidak mudah
>> didapat, kecuali pada perusahaan tambang yang besar yang import dari
>> Amrik lusinan dan dibagikan pada explorer. Bagi para explorer dan para
>> hobby-ist mineralogi dapat mengakali dengan membuat kalung magnet
>> trendy yang bisa dipakai sekaligus sbagai skala juga pemikat lawan
>> jenis..he..he! Caranya mudah, (1) sediakan magnet mainan anak-anak
>> yang biasa jadi hadiah produk So Good atau magnet dari tweeter atau
>> speaker kecil berukuran sekitar 5x1x1 cm atau setengah telunjuk, (2)
>> bekas marker stabilo warna cerah ukuran sekitar 10x2x1 cm, dan (3)
>> sediakan tali nilon halus (sekitar 30-50cm) untuk naik gunung
>> (diameter sekitar 1-2mm). Pertama-tama keluarkan isi perut stabilo
>> (kalau masih ada tintanya bisa dipakai untuk cat rambut), lalu masukan
>>  batang atau lempeng magnet kedalam perut stabilo. Bagian tutup lalu
>> dilobangi dibangin tengah, secukupnya, seukuran diameter tali, tarik
>> kedalam hingga tembus kebagian lubang pena dan ikatlah ujungnya
>> suapaya tidak lolos dari lubang pena! Siapkan ikatan untuk leher, maka
>> jadilah kalung trendy magnetik pemikat! Supaya sekalian ada aspek
>> teknis skala, bagian luar stabilo bisa digambar mm atau cm atau diberi
>> tempel potongan penggaris! Kalung seperti ini pernah dicoba untuk
>> membedakan basalt dan andesit, ternyata bandul magnetis cukup
>> powerfull untuk membedakannya! Basalt lebih memikat magnet! Selamat
>> mencoba dan memikat!
>>
>> Salam
>>
>> Andri Subandrio
>>
>
>
>
> --
> ***********************************
> Amir Al Amin
> Operation/ Wellsite Geologist
> (62)811592902
> amir13120[at]yahoo.com
> amir.al.amin[at]gmail.com
> ************************************




----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION:
228 papers have been accepted to be presented;
send the extended-abstract or full paper
by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke