Mas Maryanto,

Terima kasih atas komentarnya. Gelombang ARIF-nya karena sudah menyentuh
mantle, sebaiknya didekati atau diuji dengan mantle tomography. Saya
lihat Pak Sriwiyanto dari ITB banyak menekuni hal ini dan beberapa
penelitiannya dipublikasikan. Dari luar, tiga tahun terakhir ini Robert
Hall dan Jan Spaakman sedang banyak menguji rekonstruksi tektoniknya
dengan mantle tomography. Juga, sebaiknya temuan2 baru plume tectonics
dilibatkan dalam analisis Gelombang ARIF. Saya ada beberapa section
mantle tomography yang memotong tegak lurus wilayah2 Indonesia yang
secara tektonik penting.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Maryanto (Maryant) [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, August 13, 2007 9:40 C++
To: [email protected]; Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
Subject: [iagi-net-l] RE: gempa lepas-pantai utara Jawa Barat

 

Mas Awang.
Bagus idenya. Sesar antitetik Mas awang tentang penuruan Jateng atas
Jabar-Jatim, ya bagus, dan kelihatan ide orisinil. Gempa Indramayu
kedalaman 280-290 km ini pada lempeng subduksi. Tomografi akan banyak
bisa membantu. Yah, atas deviasi (error) jarak , gampangnya, gempa itu
berasal dari 4x70 km (aku sih senyum-senyum saja atas kelipatan 70 itu).


Tujuh lapis Bumi model saya (batas kedalaman - km): 1. Kerak oseanik 7,
2. lithosfer 70, 3. astenosfer 210, 4. mantel luar 700, 5. mantel dalam
2800, 6. inti luar 5100, 7. inti dalam 6370. Tebal lapisan kontinental
35 km. Lithosfer rigit, lainnya liat hingga cair. Tanpa data gempa,
kedalaman lapisan itu tak akan bisa di ketahui. Atau, guna gempa
(apalagi besar), maka orang bisa tahu lapisan-lapisan bumi hingga inti
dalam. 

Ketika meletusnya Gunung Gamkonora lalu, saya lihat paper lama yang
perlihatkan adanya subduksi yang ikuti gelombang ARIF di pulau itu.
Gelombang ini adalah kompresi-ekstensi pada jarak suatu konstanta,
sekitar kelipatan itu. Gelombang ARIF pada astenosfer, lateralnya, akan
sebabkan lithosfer yang terkompres-terextensikan pereodik sepanjang
suatu konstanta 5-7.E+n, dimana n = angka bulat integer. Ini di
perlihatkan jarak grup gunung di basemen Cenozoik Jateng-Jatim, berjarak
~ 70 km itu, sejak dari Pojok Tiga, Slamet, Dieng, Merapi, Lawu, Wilis,
Arjuno, Bromo, Argopuro, dan Ijen. Juga dikatakan gunung-gunung di laut
(sea-mounth). Untuk basemen yang lebih kompleks, sejak Jabar-hingga
Aceh, ya semakin kompleks, belum saya buat. Kompleks artinya semakin
banyak baris (banjar, jalur, trend, dari kata Arab "syaf"). Banjar
gunung Jateng-tim itu, ada ekstensi pada lithosfer, sejarak pereodik
70'an km itu, yang sebabkan adanya rongga, dan makanya cairan di
astenosfer bisa naik kepermukaan, yang lalu di sebut gunung itu.
Mestinya ada banjar sejajar dengan banjar guung itu, ke utara dan ke
selatan sejarak ~70 km itu. Makanya basin Bogor-Jateng-Solo-Banyuwangi,
ya sekitar itu, Mas Awang sebutkan 60'an km (gag gitu Mas ?).

Lithosfer ya sekitar 70 km. Artinya, sebenarnya lithosfer terpecah-pecah
jadi kubus dengan sama sisi, 70an km itu. Panjang 70 km, lebar 70 km,
tebal (tinggi) 70 km. Tidak ? 

Karena definisi sesar Mas Awang adalah ya untuk yang rigit saja, maka ya
tak ada sesar yang tembus astenosfer (cair-liat). Tapi gelombang ARIF
menyatukan yang rigit-liat-cair-gas. Temasuk bagian ekstensi (sesar), ya
daerah antar planet, antar elektron, antar "arm galaksi".  

Pak Ilik mestinya punya tomografi Jateng-Jatim ini. Kalau ada, ya bagus,
telaah akan semakin gampang.

Pak Untung, akan lebih gampang melihat jauhnya gempa Indramayu ini, bila
: semakin dalam gempa, semakin besar masa (lithosfer-kerak-batuan) yang
di gerakkan. Dari hal ini, jadikan mudah di mengerti kenapa gempa
kemarin terasa sampai jauh (Malaka, Jogja, Bali, dll.). Prof Benny malah
telah sebut lagi, adanya subduksi yang hingga 660 km (ku suka sebut 700
km batas terdalam lapisan Mantel Luar). Subduksi dalam in, kelihatannya
hanya pada pusat-pusat Siklun Tektonik, 3 pasang di permukaan bumi itu.
Termasuk, Laut Banda.

Tiga pasang itu, seperti saya dugakan, tempat utama sigma tektonik di
proyeksikan. Ini ada sigma 1, sigma 2, sigma 3. Ketiganya, sebenarnya
berasal dari satu pusat sigma, ya pusat bumi. Sesar normal-gravitasi-pun
sebenarnya strike-slip, wong semakin dalam, semakin kecil jarak
permukaan lapisan bumi. Misal, blok sepanjang permukaan bumi 1 km turun
10 m. Di kedalaman 10 m di bumi itu, maka permukaan buminya sudah kurang
dari 1 km. Artinya, sesar turun inipun ya strike-slip. (duh sulit ku
crita ya ?). Saya, mau bilang, bahwa semua sesar adalah strike-slip,
wrench-fault, global wrench fault, at any scale, at many scales.

Memang, saya anjurkan, memasang seismometer, tiap jarak separo 70 km,
sepanjang banjar Sumatra-Jawa-Banda, dan semua banjar gunung, apalagi
bisa 1 Skala Rikter, lalu, harapkan adanya pre-cursor, gempa-gempa
kecil, untuk prediksi kapan kedepannya gempa besar. Ya, tentu saya pakai
kalenderku. Wong, sejarah pemerintahan, kondisi 60'an gaya kepemimpinan
gubernur-jendral nya VOC-Hindia Belanda saja, amat besar korelasinya
dengan primbonku itu. Itu sejarah VOC seperempat 700 th (175 th,
1620-1795), dan 350 th malang-melintang di Indonesia (1596-1949, tanpa 3
th 1943-1945 masa Jepang). Termasuk kapan mulai korupsi, krisis
moneternya, dll. Hemmmm...


Salam,
Maryanto.



----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION:
228 papers have been accepted to be presented;
send the extended-abstract or full paper
by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke