Bagaimana ini , Kok Tidak yakin ada batubaranya sudah dibangun , padahal 
kebutuhan batubaranya cukup besar , bagaiman sih cadangan batubara kita itu 
apakah memang juga mengchawatirkan , dan juga apakah juga sudah ada komitmen 
dijual ke luar semua shg untuk dalam negeri sulit untuk memenuhinya. padahal 
sekarang ini menjamur tambang tambang batubara , jangan jangan nanti ibarat 
"ayam mati dilumbung padi"

Ism
================================


Jaminan Pasokan batubara
Proyek Kelistrikan 10.000 MW Perlu Tepat Waktu


sukabumi, kompas - Pemerintah mengkhawatirkan pasokan batu bara untuk proyek 
kelistrikan 10.000 megawatt tidak terpenuhi. PT Perusahaan Listrik Negara 
diminta untuk memastikan bahwa batu bara bisa tersedia tepat waktu dan 
pengirimannya tidak terkendala. 


Kekhawatiran itu disampaikan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Mennerg 
BUMN) Sofyan A Djalil, ketika meresmikan pemancangan tiang pertama pembangunan 
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palabuhan Ratu 3 x 350 MW di Desa Citarik, 
Sukabumi. 

Menneg BUMN mengingatkan, meskipun proyek itu ditargetkan bisa selesai 
secepatnya, kualitas tetap harus diperhatikan. 

"PLN sebagai pemilik proyek harus mengontrol kualitas batu bara. Terus terang, 
saya sangat khawatir dengan suplai batu bara. Tolong dipastikan bahwa batu bara 
bisa dikirim sesuai dengan selesainya proyek," kata Sofyan. 

PLTU Palabuhan Ratu termasuk dalam 10 PLTU yang akan dibangun di Jawa. 
Pembangkit itu ditargetkan bisa mulai beroperasi pada Februari 2010. 
Diperkirakan, batu bara yang dibutuhkan sebanyak 21,58 juta ton untuk proyek 
10.000 MW. 

Dari jumlah itu, PLN baru bisa memperoleh 85 persen dari lima perusahaan 
tambang, yakni PT Titan Mining Energi, PT Arutmin Indonesia, PT Kasih Industri 
Indonesia, PT Baramutiara Prima, dan PT Surya Sakti Darma Kencana. Dari kelima 
perusahaan tersebut, hanya Arutmin dan Titan Mining yang sudah siap 
berproduksi. 

Sofyan mengatakan, PLN sudah mendapat restu pemerintah untuk masuk ke usaha 
pertambangan sebagai upaya untuk mengamankan pasokan batu bara ke depan. 

"Pemerintah sebagai pemegang saham setuju saja, asalkan PLN bisa mengajukan 
studi kelayakan dan argumentasi bisnis yang bagus. Tetapi saya kira belum dalam 
waktu dekat ini." 

Pemerintah menargetkan bisa pelan-pelan mengurangi subsidi listrik setelah 
proyek pembangkit 10.000 MW di Jawa dan luar Jawa selesai tahun 2009 dan 2010. 

"Subsidi pelan-pelan akan dihilangkan supaya PLN juga makin andal," katanya. 
(DOT/AHA) 

Kirim email ke