Gunung Kelud ini memang sedikit unik Pak Awang.

Tidak sebesar G. Semeru tapi tingkahnya aneh2.

Saya masih ingat waktu diajak eyang kakung saya ke daerah asalnya di
Karangsari Blitar.

Waktu itu kita melintas beberapa saluran lahar yang memang dibuat untuk
mengakomodasi lahar yang dikeluarkan G. Kelud.

Tapi kok anehnya saluran ini malah tidak dilewati lahar waktu G. Kelud
meletus. Rupanya lahar ini memilih jalur lain.

Sampe-sampe ada mitos bilang kalo G. Kelud meletus Blitar dadi latar
(jadi rata) Kediri dadi kali (jadi sungai) dan Tulungagung dadi kedung
(jadi bendungan).

Cerita lain G. Kelud adalah hilangnya Supriyadi (pahlawan PETA = Pembela
Tanah Air) di sekitaran gunung ini. 

Konon dulu ada cerita kalo Supriyadi lari menuju G. Kelud dan hilang.
Tak seorang pun tahu kemana hilangnya Supriyadi.

Wah sori ini malah membahas cerita seputaran G. Kelud.

Tapi dari berita yang saya ikuti tadi malam lewat websitenya SCTV
mengatakan bahwa banyak pengungsi yang kembali ke tempat tinggalnya
karena di tempat pengungsian tidak diberikan makanan. Kasihan juga kalo
ini sampe terjadi. 

 

-ds-

 

 

-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, October 17, 2007 7:22 PM
To: IAGI; Geo Unpad; Eksplorasi BPMIGAS
Subject: [iagi-net-l] Gunung Kelud Berstatus AWAS (mulai Selasa 16
Oktober 2007 pukul 17.24 WIB)

 

Di bawah ada kutipan berita tentang status Gunung Kelud dari Kompas dan
Antara. Berita2 di TV sore ini melaporkan sehari setelah Gunung Kelud
dinaikkan statusnya menjadi awas, malah gunung ini menunjukkan penurunan
aktivitas. Melihat aktivitasnya menurun, beberapa pengungsi kembali ke
tempat tinggalnya. PVMBG tak hendak segera mengembalikan status Kelud ke
"siaga". "Akan dilihat beberapa hari ini dulu", kata Pak Surono, kepala
PVMBG (pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi).

   

  Menjelang letusan tahun 1990, temperatur kawah 40C (saat ini 37,8 C)
dan buih putih memenuhi kawah (saat ini masih setempat2). Kelihatannya
Kelud tak gampang diprediksi mau ke mana ulahnya. 

   

  Seperti biasanya, tak semua masyarakat mau menuruti pengaturan dari
Satkorlak Bencana Alam, mereka memilih menggelar tikar di jalan depan
rumahnya dengan mobil siap dilarikan andai letusan terjadi; padahal
lingkaran 10 km dari puncak harusnya dikosongkan. Yang menurut mengungsi
hanya orang2 yang sudah sepuh dan anak2.

   

  salam,

  awang

   

   

  Status Gunung Kelud, Awas 

   

  BANDUNG, KOMPAS - Status Gunung Kelud dinaikkan dari siaga 

                  menjadi awas. Status awas adalah yang tertinggi dan
paling 

                  berbahaya. Meningkatnya gempa vulkanik dalam di Gunung
Kelud 

                  menjadi salah satu penyebabnya. 

                  Demikian dikatakan Kepala Pusat Mitigasi dan Bencana
Geologi 

                  Departemen Sumber Daya Energi dan Mineral, Surono di
Bandung, 

                  Selasa (16/10) sore. 

                  Menurut Surono, hal ini dilakukan sehubungan
meningkatnya 

                  aktivitas vulkanik yang tercatat pukul 11.00 - 17.00
pada 

                  tanggal 16 Oktober 2007. Berdasarkan pengamatan,
terjadi 67 

                  gempa vulkanik dangkal. Hal ini menujukan keadaan di
Kelud 

                  semakin kritis dan selanjutnya berpotensi disusul
letusan. 

                  Oleh karena itu, ia mengatakan sejak pukul 17.24 WIB,
pihaknya 

                  menaikan status Kelud dari siaga menjadi awas. Dengan
status 

                  ini, pihaknya lantas merekomendasikan agar masyarakat
yang 

                  berada dalam radius 10 Kilometer mengungsi. Selain
itu, 

                  masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas di dalam
atau 

                  sekitar bantaran sungai yang berhulu di atau dari
puncak 

                  Kelud. (CHE)

   

  Gunung Kelud Makin Kritis 

   

                    KEDIRI, SELASA--Kondisi Gunung Kelud di Jatim yang
berada di 

                  ketinggian 1.731 meter dari permukaan laut semakin
kritis, 

                  setelah diguncang 70 kali kegempaan selama enam jam
terakhir, 

                  Selasa (16/10) siang disertai peningkatan temperatur
danau 

                  kawah.

                  "Kondisinya memang terus menunjukkan adanya aktivitas,
tapi 

                  kami masih belum bisa mengambil keputusan untuk
menaikkan 

                  status Gunung Kelud dari Siaga (Level III) menjadi
Awas (Level 

                  IV)," kata penyelidik aktivitas Gunung Kelud, Ugan
Saing, di 

                  Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Kelud di Dusun
Margomulyo, 

                  Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri,
Jatim, 

                  Selasa sore.

                  Ia menyebutkan, selama pukul 06.00 hingga 12.00 WIB
telah 

                  terjadi 70 kegempaan yang terdiri dari 67 kali gempa
dangkal, 

                  dua kali gempa tremor, dan satu kali gempa tektonik
jauh.

                  Hal itu memicu naiknya suhu air danau kawah Gunung
Kelud yang 

                  berada di ketinggian 1.114 meter dari permukaan laut
itu 

                  selama enam jam tersebut, yakni 37,8 derajat celsius
pada 

                  kedalaman 15 meter, 37 di kedalaman 10 meter, dan 36
pada 

                  bagian permukaan.

                  Sedangkan warna air danau yang terpantau dari kamera
sirkuit 

                  (CCTV) PPGA Margomulyo menunjukkan, dominasi warna
hijau meski 

                  ada gelembung-gelembung putih.

                  Dibandingkan sehari sebelumnya, aktivitas gunung api
yang 

                  berada di wilayah perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar
dan 

                  Malang, Jatim itu, mengalami peningkatan yang cukup
signifikan.

                  Pemantauan dari PPGA Margomulyo, Senin (15/10), hanya
terjadi 

                  satu kali gempa vulkanik dan satu kali gempa tektonik.
Sedang 

                  gempa tremor dan gempa dangkal yang merupakan bagian
dari 

                  pertanda adanya kenaikan aktivitas gunungapi secara 

                  signifikan, justru tidak terjadi pada hari itu.

                  Sementara saat itu, suhu air danau kawah terpantau
37,5 

                  derajat Celsius (kedalaman 15 meter), 36,7 derajat
Celsius 

                  (kedalaman 10 meter), dan 35,1 derajat Celsius
(permukaan).

                  Selama enam jam tersebut, tercatat satu kali gempa
vulkanik 

                  dan satu kali gempa tektonik, sedang gempa tremor dan
gempa 

                  "Low Frequency" tercatat nihil.

                  "Peningkatan intensitas kegempaan dan temperatur danau
kawah 

                  ini memang bukan salah satu faktor yang menentukan
dalam 

                  memutuskan status Gunung Kelud, ada beberapa faktor
lain yang 

                  masih dalam penyelidikan sebelum menaikkan status
menjadi 

                  Awas," kata Ugan Saing menjelaskan.

                  Beberapa saat sebelum terakhir kali meletus pada 10
Februari 

                  1990, suhu air danau kawah Gunung Kelud mencapai 40
derajat 

                  Celsius. (Antara/Awe)

 

       

---------------------------------

Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest
shows on Yahoo! TV.    

Kirim email ke