Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman, Bulan puasa 1428 H ini mang Okim mendapat kejutan menyenangkan . Tanpa diduga tanpa dinyana, ketika para pelaku UKM koret sana - koret sini ngumpulin dana untuk THR para karyawannya, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kota Tomohon, Ibu H.J. Malingkas Roeroe, nelpon mang Okim. Beliau minta disiapkan 150 buah bolo ties ( dasi koboy atau dasi country ) dari batu obsidian dan harus siap di Jakarta dalam waktu maksimum 5 hari. Dasi country tersebut harus dilengkapi dengan logo Kota Tomohon ( 75 ) dan logo Propinsi Sulawesi Utara ( 75 ). Pesanan urgent tersebut tentu saja mang Okim sanggupi dan alhamdulilah dapat diselesaikan tepat waktu ( untuk pameran di Jakarta ).
Beberapa hari kemudian, mang Okim ditelpon lagi. Kali ini Bu Roeroe pesan lagi 100 dasi country dengan logo Kota Tomohon ( lihat gambar ). Seperti pada pesanan pertama, desainnya macam-macam, ada yang bulat, oval, setengah oval, segi tiga , segi empat bersudut bulat, dan lain-lain. Pesanan kedua ini konon akan dijadikan souvenir dalam kesempatan kunjungan dinas beliau ke Holland . Pesanan kedua inipun dapat diselesaikan tepat waktu, persis sebelum hari libur karyawan. Ketika mang Okim kirim SMS untuk mengecek kiriman tersebut, ternyata beliau telah menerimanya dan bahkan sudah berada bersama beliau di Holland, Alhamdulilah. OBSIDIAN TOMOHON Menurut penjelasan Dr. Indyo dari P3G Bandung yang pernah mengadakan penelitian gunung api di daerah Tomohon beberapa tahun yang lalu , obsidian Tomohon merupakan produk aliran lava dari G. Empung yang terletak di komplek G. Lokon. Aliran lava tersebut mengarah ke dua jurusan yaitu ke pantai Tateli dan ke kota kecil Kinilow. Aliran yang ke Kinilow inilah yang rupanya ditambang oleh masyarakat untuk batu konstruksi ( sayang bener ya ! ). Mengenai umur obsidian tersebut, untuk amannya mang Okim tebak saja Kuarter ( 10.000 - 2 juta tahun ). Walaupun demikian , hasil penelitian Dr. Indyo dan teamnya menyimpulkan umur 1,3 juta tahunan dan bahkan ada kemungkinan lebih muda dari 100.000 tahun ( Tufa Kakas ) . Jenis obsidiannya sendiri tidak jauh berbeda dengan obsidian G. Kiamis, Garut , yaitu Obsidian Perlitic dengan kandungan 66-68 % SiO2. Warnanya hitam kelam dengan kadang-kadang berbercak putih . Struktur aliran yang memberikan efek " bull's eye " yang menawan sering juga dijumpai ( kalau dibuat batu cincin ). Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman, Terlepas dari kepentingan bisnis, mang Okim sungguh gembira bahwa ada pejabat di daerah remote seperti Kota Tomohon ini yang punya ide memanfaatkan kandungan sumber daya batuan dan mineral di daerahnya untuk dijadikan sebagai identitas kota dan masyarakatnya. Seperti kita ketahui, batu obsidian yang dikenal di Garut sebagai batu Kendan, telah dimanfaatkan secara luas oleh manusia pra-sejarah / Neolitikum sebagai peralatan batu ( ujung panah, pisau, dll ). Artefak obsidian tersebut sampai saat ini masih sering ditemukan di beberapa lokasi di tepi danau Bandung purba seperti di daerah Dago Pakar Bandung dan bahkan sampai di Citatah ( Situs Gua Pawon ). Semoga saja Kota Tomohon yang telah mendeklarasikan dirinya sebagai Kota Bunga ( lihat logonya ), pada suatu hari kelak dapat mengembangkan industri/ kerajinan batu obsidian yang insyaallah akan menjadi cendera mata andalan bagi wisatawan yang berkunjung ke kota pegunungan yang asri ini. Amiin. Salam batumulia, Mang Okim Keterangan gambar : Dasi country dari batuan obsidian gunung api ( sisi kotak 1 cm ).
<<DSC02871 resized 1.jpg>>

